Alangkah
beratnya menjaga lisan, harus berfikir sebelum bicara. Menyampaikan
di saat yang tepat, diikuti kesabaran untuk menahan diri dari hal-hal
yang menyakitkan ketika kebenaran tidak diterima, ketika kita tidak
disukai di saat memilih jalan yg berbeda, jalan yang disukai Allah. Menjadi terasing, membuang penat dunia dengan mengingat mati sehingga
keinginan menabung amal mengharap ridho Ilahi, menjadi satu-satunya cita-cita penghibur hati, bahwa dunia bukan apa-apa. Sejatinya kita hanya seorang
pengembara yang beristirahat sejenak, melepas lelah dan dahaga
sebelum kembali melanjutkan perjalanan pulang.
"Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat" "Alhamdulillah 'ala kulli hal" ~Catatan dari Sudut Hati~
Sabtu, 27 September 2014
Duri penebar luka
Jangan
jadi duri penebar luka. Jangan jadikan lisan kita sebagai sumber
dusta, penebar prasangka, atau pembuka rahasia sehingga tiada
siapapun merasa aman dari lisan kita. Berghibah, mencela, menyiksa
hati dengan perihnya kata-kata. Lupakah kita, atau bahkan mengabaikan
fakta bahwa Rasulullah bersabda "tidak dikatakan beriman
seseorang jika saudaranya tidak aman dari kejahatan tangan dan lisannya". Alangkah tingginya makna persaudaraan dalam
islam, kita tidak boleh menusuk dari belakang, menjadikan diri kita
seperti ember bocor yang tak memberi manfaat apa-apa selain hanya
dikenal sebagai "ember". Jika itu saja sudah memuaskan kita
maka tampaklah betapa rendahnya cita-cita kita, alangkah lemahnya
iman kita menerima nikmatnya bisikan-bisikan setan untuk menikmati mentahnya
daging saudara seiman, dan mempermalukan diri kita yang menjadikan
fungsi kemuliaan khalifah dimuka bumi menjadi perusak, jahiliyah di
kehidupan modern yang serba maju.
Selasa, 23 September 2014
31 maret 2014
(recap)
bismillahirrahmanirrahim...
I'm really grateful, full of blessing to Allah.
Tadi baru menghabiskan waktu berbincang dengan ayah tercinta. Like father like daughter, we really have common thing to talk about, lately we have much similar though to plan something. Bicara dengan papa mencipta ketenangan dan penyelesaian masalah dengan logika terbaik. Suka sekali berbagi masalah dengan beliau karena seringkali tercipta solusi-solusi yang netral dan membangun. I know, he is not perfect father and so do I, cos i'm not perfect daughter, after all we try to understand each other.
From this point, we know that Allah create us with opposite gender to complete each other. Saya tahu bicara dengan seseorang yang memiliki pola pemikiran yang sama itu sangat menyenangkan, kita bisa saling mendukung bahkan kita bisa menciptakan sebuah rencana dengan ide-ide yang terbangun dengan kerjasama yang baik. Tapi seringkali dalam hidup seseorang berjodoh dengan orang yang sangat berbeda dengannya, kenapa?
Kembali ke takdir awal, man is for woman begitu juga sebaliknya, dua makhluk yang berbeda dalam segala hal tapi ditakdirkan untuk bersama, kenapa? Untuk saling melengkapi dan mengimbangi sehingga menciptakan kolaborasi terbaik dan kebahagian terbaik. Tapi seringkali kita tak cukup berusaha membuat perbedaan itu menjadi warna dalam keseharian kita. Banyak orang menjadikan perbedaan sebagai kerikil-kerikil atau batu sandungan besar yang membuat kita berhenti melangkah, menyerah kalah.
Kembali mencoba memikirkan, bertemu, bercengkrama dengan seseorang yang memahami kita yang memiliki pemikiran yang sesuai dengan kita dan sekian banyak persamaan membuat detik waktu tak pernah terasa bergulir. Menyenangkan? Tentu. Tapi setelahnya akan membosankan, itu yang sering kita abaikan. Manusia itu makhluk yang cepat bosan. Dan bersama orang yang memiliki 80% persamaan denganmu akan membuatmu tak memiliki tantangan, hidup akan terasa monoton karena dia tahu segala hal, dengan seluas pengertian dengan sepenuh pemahaman. Bahkan mungkin apa yang terlintas dipikiranmu bisa tertebak tanpa sengaja olehnya. Ini pemikiran saja, mencari sebanyak mungkin sisi positif tentang adanya perbedaan.
Dari permulaan penciptaan manusia, kita berbeda. ada Adam dan Hawa
dari perbedaan yang luar biasa itu tersimpan makna yang dalam, tersimpan mutiara ibadah dari perjuangan untuk bersabar dan sebuah pengertian. Tapi jangan cemas oleh keadaan yang memang belum nampak, sesuatu yang ghaib. Karena memahami pasangan hidup itu seperti misteri , menyibak hatimu sendiri penuh dengan telisik tanda tanya yang menyulam pengetahuan secara perlahan.
Perbedaan mengajarkan kita belajar mengkomunikasikan segala hal. Terkadang '' memaksa'' kita untuk bicara meski pada saat hati tidak siap untuk menyampaikan sesuatu. Dari ketidaksiapan mental itu kita ''dipaksa'' lagi untuk belajar strategi berkomunikasi, kapan menyampaikan, kapan menahan dan melepaskan uneg-uneg pada waktu dan kondisi yang memungkinkan.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita untuk masuk ke dalam pemikiran orang lain, membuat kita tahu tingkat pemahaman seseorang, bicara sesuai kemampuan yang menerima dan mengetahui cara mengolah kata.
Perbedaan itu membuat hidup penuh warna, meski kadang hitam pekat atau kelabu yang samar bahkan bisa merah yang menyilaukan. ''memaksa'' kita menerima tantangan setiap hari, memahami sepotong hati yang lain.
Perbedaan itu membuat kita dewasa mengendalikan rasa dan mengolah logika, ''memaksa'' kita mencipta kata yang bermakna sehingga mampu mengikat hati yang berbeda.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita menerima kebahagian di luar dunia kita, membuat kita merasakan banyak kombinasi rasa yang tak pernah kita rasakan sebelumnya, mengejutkan.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita mengajarkan orang lain mengerti keinginan hati kita ''menyeret''nya masuk ke dalam dunia kita dan merasakan kebahagiaan yang berbeda dari kebiasaannya.
Perbedaan itu adalah aku, kamu, mereka, dan kita. Semuanya berbeda tapi seringkali kita tidak memaksa diri untuk menerima ''perbedaan'' itu sendiri. Kita baru sekedar tahu tapi belum membangun kesadaran untuk menerima dengan keluasan hati bahwa kita berbeda.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita menghadapi rasa takut menghadapi keasingan di luar diri kita, memahami bahwa kita tak sama.
Perbedaan menyadarkan kita untuk tahu hebatnya Sang Pencipta, yang menjadikan kita begitu berbeda satu sama lain, memberikan ujian dan tantangan, sehingga kita terlatih untuk menjaga keistiqomahan pada jalan kebenaran dan menjadikan perbedaan untuk saling mengenal dan mengikat persaudaraan.
bismillahirrahmanirrahim...
I'm really grateful, full of blessing to Allah.
Tadi baru menghabiskan waktu berbincang dengan ayah tercinta. Like father like daughter, we really have common thing to talk about, lately we have much similar though to plan something. Bicara dengan papa mencipta ketenangan dan penyelesaian masalah dengan logika terbaik. Suka sekali berbagi masalah dengan beliau karena seringkali tercipta solusi-solusi yang netral dan membangun. I know, he is not perfect father and so do I, cos i'm not perfect daughter, after all we try to understand each other.
From this point, we know that Allah create us with opposite gender to complete each other. Saya tahu bicara dengan seseorang yang memiliki pola pemikiran yang sama itu sangat menyenangkan, kita bisa saling mendukung bahkan kita bisa menciptakan sebuah rencana dengan ide-ide yang terbangun dengan kerjasama yang baik. Tapi seringkali dalam hidup seseorang berjodoh dengan orang yang sangat berbeda dengannya, kenapa?
Kembali ke takdir awal, man is for woman begitu juga sebaliknya, dua makhluk yang berbeda dalam segala hal tapi ditakdirkan untuk bersama, kenapa? Untuk saling melengkapi dan mengimbangi sehingga menciptakan kolaborasi terbaik dan kebahagian terbaik. Tapi seringkali kita tak cukup berusaha membuat perbedaan itu menjadi warna dalam keseharian kita. Banyak orang menjadikan perbedaan sebagai kerikil-kerikil atau batu sandungan besar yang membuat kita berhenti melangkah, menyerah kalah.
Kembali mencoba memikirkan, bertemu, bercengkrama dengan seseorang yang memahami kita yang memiliki pemikiran yang sesuai dengan kita dan sekian banyak persamaan membuat detik waktu tak pernah terasa bergulir. Menyenangkan? Tentu. Tapi setelahnya akan membosankan, itu yang sering kita abaikan. Manusia itu makhluk yang cepat bosan. Dan bersama orang yang memiliki 80% persamaan denganmu akan membuatmu tak memiliki tantangan, hidup akan terasa monoton karena dia tahu segala hal, dengan seluas pengertian dengan sepenuh pemahaman. Bahkan mungkin apa yang terlintas dipikiranmu bisa tertebak tanpa sengaja olehnya. Ini pemikiran saja, mencari sebanyak mungkin sisi positif tentang adanya perbedaan.
Dari permulaan penciptaan manusia, kita berbeda. ada Adam dan Hawa
dari perbedaan yang luar biasa itu tersimpan makna yang dalam, tersimpan mutiara ibadah dari perjuangan untuk bersabar dan sebuah pengertian. Tapi jangan cemas oleh keadaan yang memang belum nampak, sesuatu yang ghaib. Karena memahami pasangan hidup itu seperti misteri , menyibak hatimu sendiri penuh dengan telisik tanda tanya yang menyulam pengetahuan secara perlahan.
Perbedaan mengajarkan kita belajar mengkomunikasikan segala hal. Terkadang '' memaksa'' kita untuk bicara meski pada saat hati tidak siap untuk menyampaikan sesuatu. Dari ketidaksiapan mental itu kita ''dipaksa'' lagi untuk belajar strategi berkomunikasi, kapan menyampaikan, kapan menahan dan melepaskan uneg-uneg pada waktu dan kondisi yang memungkinkan.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita untuk masuk ke dalam pemikiran orang lain, membuat kita tahu tingkat pemahaman seseorang, bicara sesuai kemampuan yang menerima dan mengetahui cara mengolah kata.
Perbedaan itu membuat hidup penuh warna, meski kadang hitam pekat atau kelabu yang samar bahkan bisa merah yang menyilaukan. ''memaksa'' kita menerima tantangan setiap hari, memahami sepotong hati yang lain.
Perbedaan itu membuat kita dewasa mengendalikan rasa dan mengolah logika, ''memaksa'' kita mencipta kata yang bermakna sehingga mampu mengikat hati yang berbeda.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita menerima kebahagian di luar dunia kita, membuat kita merasakan banyak kombinasi rasa yang tak pernah kita rasakan sebelumnya, mengejutkan.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita mengajarkan orang lain mengerti keinginan hati kita ''menyeret''nya masuk ke dalam dunia kita dan merasakan kebahagiaan yang berbeda dari kebiasaannya.
Perbedaan itu adalah aku, kamu, mereka, dan kita. Semuanya berbeda tapi seringkali kita tidak memaksa diri untuk menerima ''perbedaan'' itu sendiri. Kita baru sekedar tahu tapi belum membangun kesadaran untuk menerima dengan keluasan hati bahwa kita berbeda.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita menghadapi rasa takut menghadapi keasingan di luar diri kita, memahami bahwa kita tak sama.
Perbedaan menyadarkan kita untuk tahu hebatnya Sang Pencipta, yang menjadikan kita begitu berbeda satu sama lain, memberikan ujian dan tantangan, sehingga kita terlatih untuk menjaga keistiqomahan pada jalan kebenaran dan menjadikan perbedaan untuk saling mengenal dan mengikat persaudaraan.
Kamis, 24 Juli 2014
Untukmu para ibu yang dirumah
Copas dari Kiki Barkiah
Untukmu para ibu yang dirumah
Mengapa engkau masih galau dan gundah
Atas pilihan yang dianjurkan oleh syariah
Agar engkau tetap berada di rumah
Mengapa pula engkau harus iri dan cemburu
Atas selisih puluhan lembar ratusan ribu
Sedang kau memiliki begitu banyak waktu
Merawat mereka langsung dengan tanganmu
Serta menurunkan berjuta ilmu
Mengapa perasaanmu masih terasa berat
Atas perintah Allah untuk selalu taat
Pada suamimu yang meminta dengan sangat
Agar engkau dapat fokus merawat
Padahal dengannya surga menjadi begitu dekat
Andai kau tau bahwa peluang surgamu tidak jauh
Cukup bekerja ikhlas dan tanpa banyak mengeluh
Mendidik generasi yang berjiwa tangguh
Memberi nutrisi pada jiwa dan tubuh
Insya Allah kepuasan hatimu diisi Allah secara penuh
Memang betul kau berharap sebuah eksistensi
Merasa melakukan pekerjaan yang tak bergengsi
Seputar masak, sapu pel dan menyuci
Aaaah.... Itu karena kau tak menyadari
Anyunan sapumu berpahala seri
Dengan suami yang mencari rezeki
Yang berkemeja rapi dan berdasi
Aaaah..... Itu karena kau belum mengenal
Bahwa pilihanmu dibalas Allah dalam banyak hal
Pada sisi sisi lain yang tak mampu kau hafal
Kecuali kelak pekerjaan ini engkau tinggal
Aku mengerti kadang engkau resah
Dengan sekian lembar ijazah
Yang kau raih dengan susah payah
Aaaa...... Andai kau mengerti
Ilmumu begitu sangat berarti
Dalam mendidik generasi
Yang berkualitas dan bervisi
Aku tau kadang kau rindu seperti mereka
Yang setiap hari pergi berkendara
Keluar rumah untuj bekerja
Dan mengukir sejuta karya
Aaaaa...... itu karena kau tidak tau
Sebagian dari mereka merasa rindu
Mendapat kemewahan seperti dirimu
Yang selalu siap membuka pintu
Seperti engkau menyambut suamimu
Alhamdulillah wa syukurillah
Ketika suamimu hanya memintamu dirumah
Berarti ia siap bekerja keras mencari nafkah
Menyokong semua tanpa berkeluh kesah
Berada dirumah tak berarti tanpa arti
Semoga Allah memberikanmu jalan pengganti
Dalam meraih impian yang kau cari
Dari susut ternyaman di rumahmu sendiri
Maaf... Lukisan hati ini tak bermaksud membandingkan
Terhadap mereka yang berjasa mengambil peran
Keluar rumah dengan berjuta alasan perjuangan
Tulisan ini dibuat untuk menghibur hati
Para ibu yang merasa kehilangan eksistensi
Bahkan terkadang berkecil hati
Merasa diri begitu tak berarti
Untukmu para ibu yang dirumah
Mari ikhlaskan hatimu dan berpasrah
Agar peluang surga yang ada dirumah
Tak terhapus dengan keluh kesah
Untukmu para ibu yang dirumah
Mengapa engkau masih galau dan gundah
Atas pilihan yang dianjurkan oleh syariah
Agar engkau tetap berada di rumah
Mengapa pula engkau harus iri dan cemburu
Atas selisih puluhan lembar ratusan ribu
Sedang kau memiliki begitu banyak waktu
Merawat mereka langsung dengan tanganmu
Serta menurunkan berjuta ilmu
Mengapa perasaanmu masih terasa berat
Atas perintah Allah untuk selalu taat
Pada suamimu yang meminta dengan sangat
Agar engkau dapat fokus merawat
Padahal dengannya surga menjadi begitu dekat
Andai kau tau bahwa peluang surgamu tidak jauh
Cukup bekerja ikhlas dan tanpa banyak mengeluh
Mendidik generasi yang berjiwa tangguh
Memberi nutrisi pada jiwa dan tubuh
Insya Allah kepuasan hatimu diisi Allah secara penuh
Memang betul kau berharap sebuah eksistensi
Merasa melakukan pekerjaan yang tak bergengsi
Seputar masak, sapu pel dan menyuci
Aaaah.... Itu karena kau tak menyadari
Anyunan sapumu berpahala seri
Dengan suami yang mencari rezeki
Yang berkemeja rapi dan berdasi
Aaaah..... Itu karena kau belum mengenal
Bahwa pilihanmu dibalas Allah dalam banyak hal
Pada sisi sisi lain yang tak mampu kau hafal
Kecuali kelak pekerjaan ini engkau tinggal
Aku mengerti kadang engkau resah
Dengan sekian lembar ijazah
Yang kau raih dengan susah payah
Aaaa...... Andai kau mengerti
Ilmumu begitu sangat berarti
Dalam mendidik generasi
Yang berkualitas dan bervisi
Aku tau kadang kau rindu seperti mereka
Yang setiap hari pergi berkendara
Keluar rumah untuj bekerja
Dan mengukir sejuta karya
Aaaaa...... itu karena kau tidak tau
Sebagian dari mereka merasa rindu
Mendapat kemewahan seperti dirimu
Yang selalu siap membuka pintu
Seperti engkau menyambut suamimu
Alhamdulillah wa syukurillah
Ketika suamimu hanya memintamu dirumah
Berarti ia siap bekerja keras mencari nafkah
Menyokong semua tanpa berkeluh kesah
Berada dirumah tak berarti tanpa arti
Semoga Allah memberikanmu jalan pengganti
Dalam meraih impian yang kau cari
Dari susut ternyaman di rumahmu sendiri
Maaf... Lukisan hati ini tak bermaksud membandingkan
Terhadap mereka yang berjasa mengambil peran
Keluar rumah dengan berjuta alasan perjuangan
Tulisan ini dibuat untuk menghibur hati
Para ibu yang merasa kehilangan eksistensi
Bahkan terkadang berkecil hati
Merasa diri begitu tak berarti
Untukmu para ibu yang dirumah
Mari ikhlaskan hatimu dan berpasrah
Agar peluang surga yang ada dirumah
Tak terhapus dengan keluh kesah
Rabu, 23 Juli 2014
Karena Engkau Adalah Ayah
Copas dari Kiki Barkiah
Karena engkau adalah ayah
Tanggung jawab di pundakmu begitu luar biasa
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar lelah mencari harta
Engkau tentukan masa depan keluarga
Jauh sebelum titik awal berumah tangga
Di tanah mana menyemai benih yang kau punya
Agar kelak memetik hasil berkualitas istimewa
Karena engkau adalah ayah
Pilihanmu bukanlah perkara sederhana
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar untuk puaskan nafsu semata
Engkau tentukan visi keluarga
Ke arah mana perahu akan mengembara
Dalam Al-quran tertulis firman-Nya
Bahwa tugasmu sebagai nahkoda
Menjaga diri dan keluarga dari panasnya api neraka
Karena engkau adalah ayah
Kebijakanmu adalah arah kemudi yang utama
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar mengalir begitu saja tanpa cita-cita
Engkau jadikan urusan agama
Sebagai perkara utama keluarga
Karena apapun yang diraih di dunia
Hanyalah bekal kehidupan sesungguhnya
Karena engkau adalah ayah
Kualitas agamamu adalah teladan keluarga
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar shalat 5 waktu saja
Doamu adalah senjata utama
Bahkan tertuang saat kau memilihkan nama
Bagi putra dan putrimu tercinta
Bahkan syariat pun berkata itulah hak anak atas ayahnya
Karena engkau adalah ayah
Nama yang kau pilih adalah doa
Maka tidaklah cukup jika engkau memilihnya
Sekedar terdengar indah saja
Engkau berikan anakmu pendidikan
Engkau ajarkan anakmu kebaikan
Engkau jaga anakmu dalam adab-adab islam
Engkau perintahkan anakmu melaksanakan kewajiban
Engkau hidupkan sunah rasul menjadi kebiasaan
Karena engkau tau mereka sebaik-baik simpanan
Dan ilmu darimu adalah sebaik-baik warisan
Karena engkau adalah ayah
Peranmu begitu besar dalam pengasuhan
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar kelayakan memberi makan dan pakaian
Engkau tebus mereka yang tergadaikan
Dengan akikah setelah kelahiran
Engkau tunaikan kewajiban mengkhitan
Sebagaimana islam memberi tuntutan
Dan kelak mereka engkau antarkan
Menuju gerbang pernikahan
Kepada siapa yang engkau percaya
Melanjutkan estafet kepemimpinan
Karena engkau adalah ayah
Sepadat apapun tuntutan pekerjaan
Tunaikanlah seluruh kewajiban
Agar dirimu selamat di hari pertanggungjawaban
Karena engkau adalah ayah
Tanggung jawab di pundakmu begitu luar biasa
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar lelah mencari harta
Engkau tentukan masa depan keluarga
Jauh sebelum titik awal berumah tangga
Di tanah mana menyemai benih yang kau punya
Agar kelak memetik hasil berkualitas istimewa
Karena engkau adalah ayah
Pilihanmu bukanlah perkara sederhana
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar untuk puaskan nafsu semata
Engkau tentukan visi keluarga
Ke arah mana perahu akan mengembara
Dalam Al-quran tertulis firman-Nya
Bahwa tugasmu sebagai nahkoda
Menjaga diri dan keluarga dari panasnya api neraka
Karena engkau adalah ayah
Kebijakanmu adalah arah kemudi yang utama
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar mengalir begitu saja tanpa cita-cita
Engkau jadikan urusan agama
Sebagai perkara utama keluarga
Karena apapun yang diraih di dunia
Hanyalah bekal kehidupan sesungguhnya
Karena engkau adalah ayah
Kualitas agamamu adalah teladan keluarga
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar shalat 5 waktu saja
Doamu adalah senjata utama
Bahkan tertuang saat kau memilihkan nama
Bagi putra dan putrimu tercinta
Bahkan syariat pun berkata itulah hak anak atas ayahnya
Karena engkau adalah ayah
Nama yang kau pilih adalah doa
Maka tidaklah cukup jika engkau memilihnya
Sekedar terdengar indah saja
Engkau berikan anakmu pendidikan
Engkau ajarkan anakmu kebaikan
Engkau jaga anakmu dalam adab-adab islam
Engkau perintahkan anakmu melaksanakan kewajiban
Engkau hidupkan sunah rasul menjadi kebiasaan
Karena engkau tau mereka sebaik-baik simpanan
Dan ilmu darimu adalah sebaik-baik warisan
Karena engkau adalah ayah
Peranmu begitu besar dalam pengasuhan
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar kelayakan memberi makan dan pakaian
Engkau tebus mereka yang tergadaikan
Dengan akikah setelah kelahiran
Engkau tunaikan kewajiban mengkhitan
Sebagaimana islam memberi tuntutan
Dan kelak mereka engkau antarkan
Menuju gerbang pernikahan
Kepada siapa yang engkau percaya
Melanjutkan estafet kepemimpinan
Karena engkau adalah ayah
Sepadat apapun tuntutan pekerjaan
Tunaikanlah seluruh kewajiban
Agar dirimu selamat di hari pertanggungjawaban
Selasa, 08 Juli 2014
Idealis Penyelaras
Tipe Idealis Penyelaras dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala.
Tipe Idealis Penyelaras memiliki fantasi yang hidup, intuisi yang nyaris seperti mampu membaca masa depan, dan seringkali sangat kreatif. Begitu berkutat dengan sebuah proyek, mereka melakukan segala daya upaya untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka sering membuktikan diri sebagai pemecah masalah ulung. Mereka suka mendalami hingga ke akar permasalahan dan memiliki sifat ingin tahu alamiah serta haus akan pengetahuan. Pada saat bersamaan, mereka berorientasi praktis, terorganisir dengan baik, dan siap menangani situasi-situasi rumit dengan cara terstruktur dan pertimbangan matang. Ketika mereka berkonsentrasi pada sesuatu, mereka melakukannya dengan seratus persen – mereka sering begitu terbenam dalam sebuah pekerjaan sehingga melupakan hal lain di sekitar mereka. Itulah rahasia kesuksesan profesional mereka yang seringkali gilang gemilang.
Sebagai pasangan, tipe Idealis Penyelaras setia dan dapat diandalkan; hubungan permanen sangat penting bagi mereka. Mereka jarang jatuh cinta hingga mabuk kepayang dan juga tidak menyukai hubungan-hubungan asmara singkat. Kadang-kadang mereka sulit menunjukkan rasa sayang mereka dengan jelas sekalipun perasaan mereka dalam dan tulus. Dalam hal lingkaran pertemanan, semboyan mereka adalah: sedikit berarti lebih banyak! Sejauh menyangkut kenalan baru, mereka hanya dapat didekati hingga jarak tertentu; mereka lebih suka mencurahkan tenaga ke dalam pertemanan akrab yang jumlahnya sedikit. Tuntutan mereka kepada teman dan pasangan mereka sangat tinggi. Karena mereka tidak menyukai konflik, mereka akan diam sejenak sebelum menyuarakan masalah-masalah yang tidak memuaskan dan, ketika melakukannya, mereka berusaha sangat keras untuk tidak menyakiti siapa pun karenanya.
Senin, 07 Juli 2014
Surat untukmu yang sedang patah hati
Assalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh
Teruntuk sahabat hatiku yang terluka
karena cinta agar kembali dalam kebahagiaan dan ketenangan jiwa.
Untukmu ada selaksa kata yang mungkin
bisa membalut luka
Hai! Bagaimana perasaanmu hari ini?
pagi ini? Lebih baikkah?
Mampukah mengalahkan cerahnya mentari
yang sinarnya bisa menghangatkan hati?
Sebenarnya aku ingin menghiburmu tapi
takut kata-kataku malah melukai perasaanmu dan menambah bebanmu. Aku
hanya ingin menguatkanmu agar tak terhanyut oleh badai cinta dan
imanmu mampu berdiri kokoh, mengakar dalam jiwa. Aamiin
Sahabat,
aku ingin mengatakan “bersemangatlah!”.
Jika kau tidak bisa mengendalikan perasaanmu menjadi lebih baik maka
kendalikanlah lingkunganmu.
Sahabat,
aku tahu hatimu terasa sangat sakit
tapi aku tidak ingin kau menyerah dan terkalahkan namun katakan pada
hatimu “biarkanlah aku mati sekali tapi untuk hidup yang lebih baik
setelahnya”. Mungkin sakit kali ini akan menjatuhkanmu, tapi
percayalah bahwa suatu saat nanti kau akan lebih tegar berdiri karena
luka kemarin hanyalah laksana duri kecil yang menghadang langkahmu.
Sahabat,
Lihatlah dengan senyuman bahwa ini
hanyalah ujian kesabaran dari Allah kepadamu karena begitu besar
cintaNya sehingga Dia menegurmu. Tahukah kau, sungguh indah dan
luasnya kasih sayang Allah, terkadang ditegurnya kita dengan
kelembutan namun saat semua itu tak terasakan oleh hati kita sehingga
ditegurnya kita dengan keras, tapi ingatlah satu hal, jangan
berprasangka buruk padaNya -sekali-kali jangan- karena Dia Maha Tahu,
mungkin dengan kerasnya teguran dapat meraba hati kita yang telah
pula keras karena banyaknya dosa.
Sahabat,
Berbaik sangkalah pada Allah karena
cintaNya maka Dia meluruskan hatimu agar kembali ke jalanNya, kembali
kepada cintaNya. Tahukah engkau bahwa orang-orang yang sabar dalam
menghadapi ujian dan cobaanNya maka akan berguguranlah dosanya
laksana gugurnya dedaunan dari pohon.
Sahabat, seperti apakah cinta itu?
Menurutku cinta bisa menciptakan banyak
makna, 1001 alasan untuk mendefinisikannya dan 1001 alasan pula untuk
memahaminya karena cinta adalah anugerah terindah yang diberikan
Allah bagi jiwa-jiwa yang peka dan berbeda dalam menyikapinya. Cinta
mempunyai 1001 tempat untuk diletakkan, cinta kepada Allah, cinta
kepada orang tua, cinta kepada teman, cinta kepada saudara, cinta
kepada kekasih hatimu, dan cinta-cinta kepada selain itu.
Sahabat, bolehkah kupesankan sesuatu?
Harapanku, tetapkanlah cinta mu yang
tertinggi hanya padaNya. Karena Dia lah Sang Pencipta Cinta, Dia lah
cinta hakiki karena cintaNya adalah cinta di atas cinta. Karena cinta
sejati selalu memberi... memberi... dan memberi sampai kau merasa
paling membutuhkan cintaNya bertahta di hatimu sebagai cinta yang
tertinggi.
Sahabat,
Carilah ridhoNya terlebih dahulu maka
kelak engkau akan dipertemukan dengannya.
Trust me, it's work! :D (no adv)
Minggu, 06 Juli 2014
Breaking
Dear xxx
sorry if u think I'm being annoying, sorry if I create misunderstanding, sorry for all my stupid act. for all this time I just concern about myself and ignore everything around me, I don't mean for being arrogant, this is the way I am. I'm hundred times late to be perfect but I tried my best here. so sorry for everything, I don't want to make enemy and too slow for make a friend, I just person who really like peace life -alone but I'm not lonely- know nothing but I like to learning, it's sounds like I need compliment, huh? :P
sorry, I really want repeat it more
couple times again.
sorry if u think I'm being annoying, sorry if I create misunderstanding, sorry for all my stupid act. for all this time I just concern about myself and ignore everything around me, I don't mean for being arrogant, this is the way I am. I'm hundred times late to be perfect but I tried my best here. so sorry for everything, I don't want to make enemy and too slow for make a friend, I just person who really like peace life -alone but I'm not lonely- know nothing but I like to learning, it's sounds like I need compliment, huh? :P
sorry, I really want repeat it more
couple times again.
Sabtu, 05 Juli 2014
Surat Terakhir Kayana - Part 2
Aku
tak percaya dengan apa yang ku dengar, jantungku berdegup kencang
dengan sedikit gentar ku tatap Kay, dia pun tak kalah terkejutnya
melihatku berdiri mematung di hadapannya.
"apa maksudnya ini?!" aku berharap nada yang keluar dari suaraku adalah kemarahan, meski kenyataannya terdengar parau tercekat ditenggorokan.
"bukan apa-apa" kay melengos menghindari tatapanku, dan beranjak bersama beberapa temannya.
"tunggu dulu, kau harus jelaskan.." ku tarik lengan bajunya saat dia berlalu dari hadapanku. "kau...aku nggak nyangka, teman yang kuanggap paling baik bisa berbuat kayak gini, kau..."
aku kehilangan kata-kata. Keterkejutan, sakit hati dan kemarahan bercampur jadi satu. Bel berbunyi nyaring mengejutkan kami. Ku tatap mata Kay tajam, dia balas menatapku meski aku tak bisa membaca apa arti tatapannya
"merasa bersalahkah dia?" perlahan kulepaskan tanganku dari bajunya, memilih berlalu dengan rasa sakit hati.
"seharusnya aku memukulnya tadi, sekali-kali dia perlu diberi pelajaran" hatiku berbisik jahat, aku hanya tidak merasakan apa-apa kecuali kepala yang tiba-tiba terasa kosong dan perasaan kebas. sampai pada kesadaran bahwa aku dikhianati sahabatku.
Sejak saat itu hubungan kami menjadi aneh, aku dan Kay seperti dua orang asing, canggung dan kikuk. hal itu sangat terasa bagiku yang terbiasa dengannya. Entah bagaimana dengan Kay karena kelihatannya dia tidak masalah sama sekali. Dia malah asyik bermain-main dengan teman yang lain dan menganggapku seperti angin lalu. Aku menganggap dia tidak punya itikad baik untuk memperbaiki bahkan memberi penjelasan padaku. Hal ini berlangsung beberapa waktu dan aku memaksa diri untuk membiasakan diri, setidaknya aku tidak perlu merasa terganggu dengan kedatangannya yang tiba-tiba dan kesenangannya menyontek tugas-tugasku.
Positifnya: hidupku akan kembali tenang tanpa gangguan, aku berusaha menghibur diri.
Sebulan dua bulan, aku mulai terbiasa menjalani hari-hariku tanpa Kay dengan segala "program acaranya". Aku semakin sibuk dengan aktivitas harian membantu ibu dan jam kerjaku semakin tinggi karena selepas sekolah tak ada lagi aktivitas lain -yang biasanya terpangkas dengan kehadiran Kay- dan tugas sekolah yang biasa. Sekarang aku tak perduli sama sekali tentang Kay. Aku bahkan tak perlu menganggapnya ada. Tingkah kami terlalu kekanak-kanakan memang, tapi biarlah "toh bukan aku yg salah" kujadikan pemikiran ini sebagai pembelaan diri.
Sampai hari itu, saat keluar kelas kulihat Kay berdiri menunggu dan tersenyum canggung padaku,
"hei.." sapaannya pelan nyaris tak terdengar. aku hanya menatapnya datar, tak sampai 5 detik tiba-tiba dia memanggil seseorang dengan lambaian tangannya dan berlalu dari hadapanku. Aku berdiri bingung.
"anak ini mau main-main denganku" aku pulang dengan perasaan kesal.
"Shin.." sejenak kegiatanku mengambil getah yang sudah membeku terhenti. melihat ibu berlari panik ke arahku, dengan terengah-engah berhenti tepat didepanku.
"pulang...cepat pulang! kayana kecelakaan!"
ibu menarik bajuku, aku tersentak kaget dan berlari kencang pulang. Kay...
Aku tidak ingat sudah berapa lama aku berdiri di sini. Berdiri di depan Kay tanpa sanggup mengatakan apa-apa, hanya memandang barisan namanya dan merasakan harum taburan bunga yang tertinggal, terasa aneh. Dadaku sesak tapi tak ada air mata yang mampu keluar. Keheningan menyelimuti sekelilingku, orang-orang sudah pergi dari tadi; ayah, ibu, saudara, keluarga, teman-temannya. Lalu, "aku siapa? masihkah aku temanmu?" seperti ada suara bergema di kepalaku. Aku menunduk, merasakan angin sore sejuk tapi tak sedikitpun menentramkan hatiku. Kay pergi tanpa sempat meninggalkan pesan apapun padaku, tak ada ucapan maaf, sekedar senyum atau sedikit tanda kalau kami pernah mengenal satu sama lain.
Aku masuk kamar dengan tubuh dan hati yang terasa amat lelah, menyandarkan punggungku di pintu dan menyapu pandangan ke sekeliling kamar yang sangat sederhana ini. Di sana, di atas meja kayuku kulihat selembar kertas terlipat tak rapi. Di atasnya tertulis namaku dengan huruf kapital, tulisan tangan Kay.
"Shin..sahabatku yang baik,
Seumur hidup aku tak pernah menulis surat kecuali surat pura-pura sakit (hehehe) dan menggelikan menulis surat seperti ini untukmu, apa boleh buat, aku terpaksa :P.
Shin, maafkan aku soal itu. Kau benar, aku yang salah. Kau tahu kan, terlalu memalukan kalau aku harus minta maaf langsung padamu, ini soal harga diri, teman. waktu itu saat teman-teman mengejekmu sangat kampungan seharusnya aku membelamu tapi aku malah menambahkannya dengan mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. itu g benar tapi aku terlalu pengecut untuk membantah, maaf ya.
Shin, sekarang pasti kau marah besar dan mungkin kau mau memukulku, tak apa aku terima. jadi temanmu selama 2 tahun ini aku sungguh bersyukur, serius!
Shin, sekarang aku mulai berfikir untuk kuliah dan mulai bermimpi untuk menjadi fotografer, sepertinya aku punya bakat, menurutmu benar g? hehe...
Shin, serius... aku minta maaf. Kalau nanti kau sudah ikhlas memaafkanku beritahu aku ya, pake sms (artinya kau harus beli hp dulu hehe..) sorry bercanda.
oiya, kau pernah tanya kenapa aku mau jadi temanmu kan? alasan sebenarnya banyak, akan ku sebut satu persatu:
1. kau anak baik (silahkan ge-er) artinya kau tak suka macam-macam dan aneh-aneh karena aku sudah cukup aneh jadi aku harus cari teman yang normal.
2. kau patuh pada ibumu, itu buatku sadar untuk sedikit lebih baik sama ibuku, kasihan ibuku ceramah terus tiap hari :D
3. kau rela tugas-tugasmu dicontek, meski jawabannya banyak yang salah hahaha..
4. kau rajin ==> supaya aku ketularan
5. kau rajin sholat ==> supaya aku juga cepat tobat
6. kau .... apa lagi ya? kalau ku tulis semua kau bisa ge er setengah mati hehehe..
sudahlah ini saja beberapa alasanku, kelak aku tambah lagi ceritanya.
Shin, serius.. maaf ya"
(diakhiri dengan gambar acungan jari telunjuk dan jari tengah)
Aku terdiam lama. Melorot terduduk bersandar dibawah jendela, pandanganku terasa kabur melihat surat Kay ditanganku. Tidak tahu bagaimana menalar perasaanku sekarang. Di dalam sini -hatiku seperti disiram air es- mungkin sudah terendam.
Aku tak pernah merasa sesedih ini sebelumnya dan untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menangis.
"apa maksudnya ini?!" aku berharap nada yang keluar dari suaraku adalah kemarahan, meski kenyataannya terdengar parau tercekat ditenggorokan.
"bukan apa-apa" kay melengos menghindari tatapanku, dan beranjak bersama beberapa temannya.
"tunggu dulu, kau harus jelaskan.." ku tarik lengan bajunya saat dia berlalu dari hadapanku. "kau...aku nggak nyangka, teman yang kuanggap paling baik bisa berbuat kayak gini, kau..."
aku kehilangan kata-kata. Keterkejutan, sakit hati dan kemarahan bercampur jadi satu. Bel berbunyi nyaring mengejutkan kami. Ku tatap mata Kay tajam, dia balas menatapku meski aku tak bisa membaca apa arti tatapannya
"merasa bersalahkah dia?" perlahan kulepaskan tanganku dari bajunya, memilih berlalu dengan rasa sakit hati.
"seharusnya aku memukulnya tadi, sekali-kali dia perlu diberi pelajaran" hatiku berbisik jahat, aku hanya tidak merasakan apa-apa kecuali kepala yang tiba-tiba terasa kosong dan perasaan kebas. sampai pada kesadaran bahwa aku dikhianati sahabatku.
Sejak saat itu hubungan kami menjadi aneh, aku dan Kay seperti dua orang asing, canggung dan kikuk. hal itu sangat terasa bagiku yang terbiasa dengannya. Entah bagaimana dengan Kay karena kelihatannya dia tidak masalah sama sekali. Dia malah asyik bermain-main dengan teman yang lain dan menganggapku seperti angin lalu. Aku menganggap dia tidak punya itikad baik untuk memperbaiki bahkan memberi penjelasan padaku. Hal ini berlangsung beberapa waktu dan aku memaksa diri untuk membiasakan diri, setidaknya aku tidak perlu merasa terganggu dengan kedatangannya yang tiba-tiba dan kesenangannya menyontek tugas-tugasku.
Positifnya: hidupku akan kembali tenang tanpa gangguan, aku berusaha menghibur diri.
Sebulan dua bulan, aku mulai terbiasa menjalani hari-hariku tanpa Kay dengan segala "program acaranya". Aku semakin sibuk dengan aktivitas harian membantu ibu dan jam kerjaku semakin tinggi karena selepas sekolah tak ada lagi aktivitas lain -yang biasanya terpangkas dengan kehadiran Kay- dan tugas sekolah yang biasa. Sekarang aku tak perduli sama sekali tentang Kay. Aku bahkan tak perlu menganggapnya ada. Tingkah kami terlalu kekanak-kanakan memang, tapi biarlah "toh bukan aku yg salah" kujadikan pemikiran ini sebagai pembelaan diri.
Sampai hari itu, saat keluar kelas kulihat Kay berdiri menunggu dan tersenyum canggung padaku,
"hei.." sapaannya pelan nyaris tak terdengar. aku hanya menatapnya datar, tak sampai 5 detik tiba-tiba dia memanggil seseorang dengan lambaian tangannya dan berlalu dari hadapanku. Aku berdiri bingung.
"anak ini mau main-main denganku" aku pulang dengan perasaan kesal.
"Shin.." sejenak kegiatanku mengambil getah yang sudah membeku terhenti. melihat ibu berlari panik ke arahku, dengan terengah-engah berhenti tepat didepanku.
"pulang...cepat pulang! kayana kecelakaan!"
ibu menarik bajuku, aku tersentak kaget dan berlari kencang pulang. Kay...
Aku tidak ingat sudah berapa lama aku berdiri di sini. Berdiri di depan Kay tanpa sanggup mengatakan apa-apa, hanya memandang barisan namanya dan merasakan harum taburan bunga yang tertinggal, terasa aneh. Dadaku sesak tapi tak ada air mata yang mampu keluar. Keheningan menyelimuti sekelilingku, orang-orang sudah pergi dari tadi; ayah, ibu, saudara, keluarga, teman-temannya. Lalu, "aku siapa? masihkah aku temanmu?" seperti ada suara bergema di kepalaku. Aku menunduk, merasakan angin sore sejuk tapi tak sedikitpun menentramkan hatiku. Kay pergi tanpa sempat meninggalkan pesan apapun padaku, tak ada ucapan maaf, sekedar senyum atau sedikit tanda kalau kami pernah mengenal satu sama lain.
Aku masuk kamar dengan tubuh dan hati yang terasa amat lelah, menyandarkan punggungku di pintu dan menyapu pandangan ke sekeliling kamar yang sangat sederhana ini. Di sana, di atas meja kayuku kulihat selembar kertas terlipat tak rapi. Di atasnya tertulis namaku dengan huruf kapital, tulisan tangan Kay.
"Shin..sahabatku yang baik,
Seumur hidup aku tak pernah menulis surat kecuali surat pura-pura sakit (hehehe) dan menggelikan menulis surat seperti ini untukmu, apa boleh buat, aku terpaksa :P.
Shin, maafkan aku soal itu. Kau benar, aku yang salah. Kau tahu kan, terlalu memalukan kalau aku harus minta maaf langsung padamu, ini soal harga diri, teman. waktu itu saat teman-teman mengejekmu sangat kampungan seharusnya aku membelamu tapi aku malah menambahkannya dengan mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. itu g benar tapi aku terlalu pengecut untuk membantah, maaf ya.
Shin, sekarang pasti kau marah besar dan mungkin kau mau memukulku, tak apa aku terima. jadi temanmu selama 2 tahun ini aku sungguh bersyukur, serius!
Shin, sekarang aku mulai berfikir untuk kuliah dan mulai bermimpi untuk menjadi fotografer, sepertinya aku punya bakat, menurutmu benar g? hehe...
Shin, serius... aku minta maaf. Kalau nanti kau sudah ikhlas memaafkanku beritahu aku ya, pake sms (artinya kau harus beli hp dulu hehe..) sorry bercanda.
oiya, kau pernah tanya kenapa aku mau jadi temanmu kan? alasan sebenarnya banyak, akan ku sebut satu persatu:
1. kau anak baik (silahkan ge-er) artinya kau tak suka macam-macam dan aneh-aneh karena aku sudah cukup aneh jadi aku harus cari teman yang normal.
2. kau patuh pada ibumu, itu buatku sadar untuk sedikit lebih baik sama ibuku, kasihan ibuku ceramah terus tiap hari :D
3. kau rela tugas-tugasmu dicontek, meski jawabannya banyak yang salah hahaha..
4. kau rajin ==> supaya aku ketularan
5. kau rajin sholat ==> supaya aku juga cepat tobat
6. kau .... apa lagi ya? kalau ku tulis semua kau bisa ge er setengah mati hehehe..
sudahlah ini saja beberapa alasanku, kelak aku tambah lagi ceritanya.
Shin, serius.. maaf ya"
(diakhiri dengan gambar acungan jari telunjuk dan jari tengah)
Aku terdiam lama. Melorot terduduk bersandar dibawah jendela, pandanganku terasa kabur melihat surat Kay ditanganku. Tidak tahu bagaimana menalar perasaanku sekarang. Di dalam sini -hatiku seperti disiram air es- mungkin sudah terendam.
Aku tak pernah merasa sesedih ini sebelumnya dan untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menangis.
Jumat, 04 Juli 2014
Tentang Ibu
Ibuku perempuan
sederhana yang apa adanya. Penampilannya biasa saja, bahkan cenderung
tak suka bergaya. Kebiasaan yang kuhapal adalah dia suka menyapa jika
bertemu orang-orang yang dikenalnya dengan senyum lebar disertai
gurauan. Tubuhnya yang gemuk membuatku nyaman tidur sambil memeluknya
meski tak sampai setengah jam kulepas, sesak napas :P.
Kami suka
bermanja padanya, meski sudah dewasa kadang-kadang masih suka tidur
dipangkuannya meski ibu tetap membiarkan diiringi keluhan bahwa kami
terlalu berat untuk perlakukan seperti anak-anak, keluhan yang tentu
tak digubris, dan semakin menyenangkan bermanja sambil mendengar
omelannya yang tak sungguh-sungguh itu. Dia lebih suka menyibukkan
dirinya dengan bekerja keras, sejak lajang ibuku sudah merantau jauh
dari tanah kelahirannya. Budaya minang yang membiasakan laki-laki
merantau dipakai pula oleh ibuku, beliau lahir dari salah satu kota
di sumatra barat yang mayoritas profesi mereka adalah berdagang dan
berjualan makanan. Ibu yang sudah yatim sejak kecil terdidik dengan
baik oleh nenek, perempuan yang sama hebatnya; mampu membiayai
anaknya, paling rendah tamatan sekolah tinggi. Ibuku saat bangga pada
nenek, meski berulang-ulang menceritakan kisah yang sama airmatanya
kerap berlinang bila mengenang nenek. Merasakan beberapa penyesalan
tak terucapkan karena pernah membuat nenek terluka oleh tindakan
nakal kanak-kanaknya. Beliau tetap mengenang kata-kata terakhir nenek
saat anak-anaknya memohon maaf jika hati nenek tersakiti “Ambo
(saya) tak pernah berkecil hati sama anak-anak, tak ada anak Ambo
yang salah” sedih sungguh mengenang itu membuat ibu merasa
rindunya tak terbilang pada nenek, meski telah bertahun-tahun sejak
sepeninggalnya.
Ibuku sayang adalah
pekerja keras sejak muda, ibu sering bilang “mama ini tidak pintar,
tapi rajin” kata-kata yang diikuti dengan senyum lebar, bersyukur
untuk kelebihannya dan membuatku juga tersenyum bangga padanya. Ibuku
sayang, berapa banyak waktu sudah terkorbankan dan jangan ditanya
lagi perjuangannya, lebih dari cukup... jika sekali waktu dia kecewa
pada kami dia seringkali mengungkapkannya dalam doa-doa berharap
anaknya terlindung dari murka Allah dan diberi kelapangan hati untuk
memaafkan. Satu keahlian lainnya, beliau pandai benar berhitung,
beritahukan padanya modal barang maka dengan cepat dia bisa
memberikan pedoman harga jual dengan sekian persen
keuntungan-benar-benar pedagang sejati- :p. Yah...begitulah ibuku,
memang tak sempurna tapi dia berusaha mempersiapkan rencana-rencana
kehidupan yang terbaik bagi kami bahkan untuk modal hidup sekalipun.
Ibu seringkali memberi nasehat yang sama “jadi perempuan itu harus
bijaksana” aku tahu maksudnya, mampukan diri untuk mengambil jalan
yang menenangkan semua orang karena menyenangkan semua orang mungkin
hal yang mustahil jadi bijaksanalah dalam menentukan langkah. Aku
berusaha memahaminya, jelas tidak mudah membagi perhatian pada kami
bertiga, anak-anaknya. Ibu sosok yang
gampang iba pada orang lain, sehingga ada yang berkata ibuku mudah
dimanfaatkan orang karena gampangnya dia memberi bantuan jika
dilihat/ didengarnya cerita-cerita menyedihkan tentang kehidupan
orang lain. Dengan hewan pun begitu, kami bahkan pernah memiliki 7
ekor kucing dirumah..setiap yang datang layak mendapat makan dan
perlindungan, sehingga sempat kubuat gurauan dengan kakak laki-lakiku
“kita buat saja tulisan: semua kucing terlantar dipelihara di toko
Simpang Tiga” :p merepotkan sebenarnya karena tak semua anggota
keluarga suka tapi ibu bilang “sayangilah makhluk Allah, dibunuhpun
mereka tak akan melawan..apa iya kita setega itu?”
Darinya aku belajar
kelembutan hati dan ketulusan memberi, belajar menerima dengan
kesabaran dan berjuang dengan ketegaran. Ibu bilang dia tidak tahu
keahliannya apa tapi dia bisa mengerjakan apa saja, yang penting mau
belajar. Pernyataan yang benar adanya. Ibuku bisa berdagang,
berkebun, menjahit, menyulam, memasak -meski ini bukan bidang yang
menarik perhatiannya- berdasarkan semua itu bisa kusimpulkan bahwa
ibuku serba bisa, mungkin itulah keahliannya. Setelah dua kakakku
berkeluarga pun ibu masih turut andil “mempertanyakan” kehidupan
mereka, bertanya dalam artian yang sesungguhnya, cukupkah kebutuhan
sehari-hari, belajarlah menabung, hematlah dalam berbelanja tapi
jangan sampai jadi orang pelit, belajarlah berbagi pada saudara.
Semuanya..aku tahu ibu ingin semuanya baik-baik saja. Dan semua
perhatian itu adalah bentuk cinta yang tak terkira.
Rabu, 04 Juni 2014
Whisper
Jangan berbalik langkah, dengarkan baik-baik bisikannya, kenali dengan seksama musuh sejatimu itu, karena mengenali musuhmu dan mempelajari cara kerjanya akan membuatmu waspada. Terkadang kita merasa melakukan hal yang baik tapi pada kenyataannya itu salah satu cara syetan menggelincirkan kita dari kebenaran, jangan anggap enteng sekecil apapun dosa karena seringkali kita terlalaikan oleh sesuatu yang kita anggap remeh.
"terkadang kita terpeleset hanya karena kerikil kecil"
kelihatan remeh bukan? jangan jadikan kesalahan yang sama sebagai dosa berkelanjutan.
Bisa jadi saat engkau sudah berhijab sempurna, syetan berbisik, "kau tidak cukup baik, hijabmu terlalu sempurna untuk hatimu yang penuh dosa"
bisikan-bisikan itu membuatmu merasa malu bertahan pada kebaikan. membuatmu merasa dirimu buruk -tidak percaya diri pada kebenaran, seolah-olah kau merasa dirimu munafik- padahal sejatinya, syetan ingin menggelincirkanmu lebih dalam. Melepaskanmu dari kewajiban berhijab dan memperburuk akhlakmu.
Kenapa tidak dibalik saja, tetap pertahankan hijab syar'i mu dan fokuskan perbaikan pada hati dan akhlakmu.
Di lain keadaan syetan berbisik: "kau sudah menjadi orang baik beberapa waktu belakangan ini, hal-hal yang wajib sudah kau penuhi jadi jangan terlalu kaku pada dirimu, bersenang-senanglah sedikit"
di saat itulah syetan menjerumuskan kita pada kelalaian :merasa terpuaskan dengan amal soleh yang sudah dilakukan, merasa cukup padahal belum tentu amal kita diterima, menyebabkan riya dengan amalan kita, bisa menimbulkan ujub dsb.
Jika kita memahami diri kita dengan seksama, kita akan merasakan setiap bisikan-bisikan yang selalu bersedia "berkomentar" untuk segala hal yang kita lakukan. Melebihi musuh kasat mata yang selalu mengomentari kita.
Kenapa kita kurang beristighfar ketika hati kita tergoyah oleh bisikan syetan yang tak henti tak kenal lelah, tapi pada orang yang membenci kita kita bersedia menumpahkan segala ketidakpuasan melalui kata-kata atau tindakan balasan.
Padahal musuh nyata itu dekat dan setiap detik berkenan menemani kita mengarungi hari-hari dengan bujuk rayu untuk menjauhkan diri kita dari mengingat Allah.
"terkadang kita terpeleset hanya karena kerikil kecil"
kelihatan remeh bukan? jangan jadikan kesalahan yang sama sebagai dosa berkelanjutan.
Bisa jadi saat engkau sudah berhijab sempurna, syetan berbisik, "kau tidak cukup baik, hijabmu terlalu sempurna untuk hatimu yang penuh dosa"
bisikan-bisikan itu membuatmu merasa malu bertahan pada kebaikan. membuatmu merasa dirimu buruk -tidak percaya diri pada kebenaran, seolah-olah kau merasa dirimu munafik- padahal sejatinya, syetan ingin menggelincirkanmu lebih dalam. Melepaskanmu dari kewajiban berhijab dan memperburuk akhlakmu.
Kenapa tidak dibalik saja, tetap pertahankan hijab syar'i mu dan fokuskan perbaikan pada hati dan akhlakmu.
Di lain keadaan syetan berbisik: "kau sudah menjadi orang baik beberapa waktu belakangan ini, hal-hal yang wajib sudah kau penuhi jadi jangan terlalu kaku pada dirimu, bersenang-senanglah sedikit"
di saat itulah syetan menjerumuskan kita pada kelalaian :merasa terpuaskan dengan amal soleh yang sudah dilakukan, merasa cukup padahal belum tentu amal kita diterima, menyebabkan riya dengan amalan kita, bisa menimbulkan ujub dsb.
Jika kita memahami diri kita dengan seksama, kita akan merasakan setiap bisikan-bisikan yang selalu bersedia "berkomentar" untuk segala hal yang kita lakukan. Melebihi musuh kasat mata yang selalu mengomentari kita.
Kenapa kita kurang beristighfar ketika hati kita tergoyah oleh bisikan syetan yang tak henti tak kenal lelah, tapi pada orang yang membenci kita kita bersedia menumpahkan segala ketidakpuasan melalui kata-kata atau tindakan balasan.
Padahal musuh nyata itu dekat dan setiap detik berkenan menemani kita mengarungi hari-hari dengan bujuk rayu untuk menjauhkan diri kita dari mengingat Allah.
Senin, 02 Juni 2014
Misery?
Ketika Iman tidak memberikan efek pada akhlakmu, what's going on? there is something wrong with u..
Ketika kita ditimpa musibah, sesuatu yang menyedihkan perasaan, menyakitkan... kita hanya punya dua pilihan: menjadikan musibah itu jalan untuk semakin mendekatkan diri pada Allah swt atau menjauh dariNya. Padahal segala hal tentang kesedihan ataupun kebahagiaan dua-duanya adalah ujian. Kebahagiaan itu ujian, kesedihan itu ujian. Seluruh kehidupan ini ujian maka kelulusan akan kita raih nanti di hari perhitungan, apakah kita layak menyandang gelar ahli surga atau ahli neraka, itulah hari pengadilan.
Dunia adalah ladang penyemaian bibit-bibit kebaikan dan menuainya nanti di akhirat ditentukan apakah bibit-bibit kebaikan kita ikhlas sehingga berbuah pahala atau rusak karena "hama-hama" riya dsb
Fudhail bin Iyadh berkata:
“Meninggalkan amal karena orang lain adalah riya, beramal karena orang lain adalah syirik, dan ikhlash adalah apabila Allah menyelamatkanmu dari keduanya.” (Syu’abul Iman, Al-Baihaqi)
Janganlah kita menyandarkan ketaatan pada kekuatan diri sendiri, melainkan karena rahmat Allah lah kita diberi kekuatan untuk menjadi taat, dan untuk meraih rahmatNya adalah dengan berusaha sekuat tenaga melakukan apa yang diperintahkanNya, melintasi batas suka dan tidak suka dan yakin bahwa Allah tak kan pernah menyia-nyiakan amal kita.
Dan memohonlah pada pemilik hati, pencipta segala makhluk, agar kita
dilindungi dari godaan syetan yang terkutuk.
Memohon hati dilimpahi keikhlasan dalam ketaatan... Aamiin ya Robbal'alamin
Ketika kita ditimpa musibah, sesuatu yang menyedihkan perasaan, menyakitkan... kita hanya punya dua pilihan: menjadikan musibah itu jalan untuk semakin mendekatkan diri pada Allah swt atau menjauh dariNya. Padahal segala hal tentang kesedihan ataupun kebahagiaan dua-duanya adalah ujian. Kebahagiaan itu ujian, kesedihan itu ujian. Seluruh kehidupan ini ujian maka kelulusan akan kita raih nanti di hari perhitungan, apakah kita layak menyandang gelar ahli surga atau ahli neraka, itulah hari pengadilan.
Dunia adalah ladang penyemaian bibit-bibit kebaikan dan menuainya nanti di akhirat ditentukan apakah bibit-bibit kebaikan kita ikhlas sehingga berbuah pahala atau rusak karena "hama-hama" riya dsb
Fudhail bin Iyadh berkata:
“Meninggalkan amal karena orang lain adalah riya, beramal karena orang lain adalah syirik, dan ikhlash adalah apabila Allah menyelamatkanmu dari keduanya.” (Syu’abul Iman, Al-Baihaqi)
Janganlah kita menyandarkan ketaatan pada kekuatan diri sendiri, melainkan karena rahmat Allah lah kita diberi kekuatan untuk menjadi taat, dan untuk meraih rahmatNya adalah dengan berusaha sekuat tenaga melakukan apa yang diperintahkanNya, melintasi batas suka dan tidak suka dan yakin bahwa Allah tak kan pernah menyia-nyiakan amal kita.
Dan memohonlah pada pemilik hati, pencipta segala makhluk, agar kita
dilindungi dari godaan syetan yang terkutuk.
Memohon hati dilimpahi keikhlasan dalam ketaatan... Aamiin ya Robbal'alamin
Minggu, 01 Juni 2014
Shalawat Nariyah
Oleh : Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc
Di surau sana terdengar lantunan shalawat..
Suaranya merdu dan nadanya sendu..
Ushollii sholaatan kaamilatan..
Wa usholli salaaman taamman..
'Alaa sayyidina Muhammad..
Alladzii tanhallu bil 'uqodu..
Wa tanfariju bihil kurobu..
Wa tuqdlo bihil hawaiju..
Wa tunaalu bihir Raghaibu..
Hatiku miris..
Lisanku berucap laa ilahaa illallah..
Kesyirikan apa ini..
Katanya Nabi Muhammad bisa memutuskan semua ikatan..
Bisa menghilangkan kesusahan..
Bisa memenuhi kebutuhan..
Dengan beliau bisa meraih yang kita inginkan..
Maha suci Allah..
Tak berhak makhluk disifati dengan sifat ilah..
Setinggi apapun derajatnya..
Seakan firman Allah telah hilang..
قل لا أملك لنفسي نفعا ولا ضرإ إلا ما شاء الله
"Katakan, aku tidak dapat memiliki untuk diriku manfaat dan mudlarat kecuali apa yang Allah kehendaki." (Al A'raf: 188).
Nabi atau wali..
Manusia biasa yang tak dapat memberi manfaat dan mudlarat..
Kita meyakini akan ketinggian derajat mereka..
Kita pun mencintai mereka dengan sepenuh hati..
Namun bukan cinta yang berlebihan..
Dengan menyamakan mereka dengan pencipta alam..
Laa ilaaha illallah..
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan..
لا تطروني كما أطرت النصارى عيسى بن مريم
"Janganlah berlebihan memujiku..
Seperti kaum Nashrani memuji Isa bin Maryam."
Suaranya merdu dan nadanya sendu..
Ushollii sholaatan kaamilatan..
Wa usholli salaaman taamman..
'Alaa sayyidina Muhammad..
Alladzii tanhallu bil 'uqodu..
Wa tanfariju bihil kurobu..
Wa tuqdlo bihil hawaiju..
Wa tunaalu bihir Raghaibu..
Hatiku miris..
Lisanku berucap laa ilahaa illallah..
Kesyirikan apa ini..
Katanya Nabi Muhammad bisa memutuskan semua ikatan..
Bisa menghilangkan kesusahan..
Bisa memenuhi kebutuhan..
Dengan beliau bisa meraih yang kita inginkan..
Maha suci Allah..
Tak berhak makhluk disifati dengan sifat ilah..
Setinggi apapun derajatnya..
Seakan firman Allah telah hilang..
قل لا أملك لنفسي نفعا ولا ضرإ إلا ما شاء الله
"Katakan, aku tidak dapat memiliki untuk diriku manfaat dan mudlarat kecuali apa yang Allah kehendaki." (Al A'raf: 188).
Nabi atau wali..
Manusia biasa yang tak dapat memberi manfaat dan mudlarat..
Kita meyakini akan ketinggian derajat mereka..
Kita pun mencintai mereka dengan sepenuh hati..
Namun bukan cinta yang berlebihan..
Dengan menyamakan mereka dengan pencipta alam..
Laa ilaaha illallah..
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan..
لا تطروني كما أطرت النصارى عيسى بن مريم
"Janganlah berlebihan memujiku..
Seperti kaum Nashrani memuji Isa bin Maryam."
Sabtu, 17 Mei 2014
Maulid oh Maulid
Oleh : Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc
Katanya sebagai rasa cinta kita kepada Rasulullah..
Padahal hakikat cinta adalah ittiba'..
Cobalah renungkan firman Allah..
قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني
"Katakan, "Jika kalian mencinta Allah, maka ikutilah aku (Rasulullah).. (Ali Imron: 31).
Ittiba' adalah mengikuti jejak kaki Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam..
Bukan mendahuluinya..
Tanyakanlah pada diri kita..
Mampukah Rasulullah merayakan kelahirannya?..
Bukankah para shahabat amat mencintainya?..
Lalu mengapa Rasulullah tidak memerintahkan tidak pula mencontohkan..
Padahal beliau mampu dan pendorong cinta amat kuat..
Tanyakan pada diri kita..
Apakah kita lebih tahu kepada kebaikan..
Ataukah Rasulullah dan generasi yang diutamakan..
Apakah kita lebih cinta kepada Rasulullah..
Ataukah para shahabat yang diridlai oleh Allah..
Bila anda berkata, "Ini hanyalah sarana..
Kita hanya berkata, "Sarana oh sarana..
Seakan engkau menghalalkan segala cara..
Bila itu memang sarana menuju cinta..
Tentu para shahabat, tabi'in dan imam yang empat telah berlomba..
Padahal Rabbuna telah mengabarkan..
اليوم أكملت لكم دينكم
"Pada hari ini aku telah sempurnakan agamamu.." (Al Maidah: 3).
Kabarkan kepadaku..
Apakah islam telah sempurna tanpa perayaan maulid?..
Bila anda berkata, "Ya..
Buat apa kita disibukkan dengan sesuatu yang bukan agama..
Bila anda menjawab, "Tidak..
Sungguh anda telah mengingkari firman pencipta Allam..
Ya Allah berikan petunjuk kepada kami dan mereka.. Amiin
Minggu, 11 Mei 2014
Sabar
Bismillahirrahmanirrahim...
Berbicara tentang keinginan maka banyak sekali hal yang akan disampaikan, dari sesuatu yang bisa dilakukan sampai hal yang mustahil. Begitu panjangnya angan-angan sehingga mendorong manusia melakukan segala hal agar tercapai segala keinginan. Maka berusahalah jangan sekedar berandai-andai, tapi bercita-citalah untuk mencapai apa yang diinginkan dengan segenap niat dan ikhtiar terbaik untuk mewujudkannya, dan sederhanakan keinginan.
Seringkali berandai-andai hanya memanjakan angan pada sesuatu secara berlebihan, nafsu menikmatinya dan syetan membisikkannya dengan kenikmatan semu. Buatlah rencana yang tepat, persiapkan diri, dan ukur kemampuan dengan mempertimbangkan resiko yang ada sehingga diri siap dengan segala ketidakpastian yang akan terjadi di masa depan, siap jika takdir Allah tidak sesuai dengan harapan dan kerja keras.
terkadang kita harus menerima kenyataan yang mengecewakan namun imbangi kepedihan itu dengan kesadaran dan kesabaran. kekecewaan diharapkan tidak berdampak berlebihan sehingga membunuh semangat berjuang, pun saat kesedihan merenggut kesabaran tak perlu berakhir dengan matinya harapan, cukup tundukan hati sejenak untuk merenungi takdir sebagai tindakan yang lumrah bahwa diri adalah manusia biasa yang bisa kecewa saat godam nyata tak sesuai asa,bahwa setiap hati kita bisa terluka saat kesedihan menghantam jiwa, hanya saja..cukup sejenak.
Pada saat sesak bisa sedikit berkurang, saat itu berilah ruang hati untuk menghirup udara kesabaran yang menyejukkan sehingga terpompa kembali semangat untuk berjuang.
Never give up until you back to the Lord: Allah subhana wa ta'ala
Berbicara tentang keinginan maka banyak sekali hal yang akan disampaikan, dari sesuatu yang bisa dilakukan sampai hal yang mustahil. Begitu panjangnya angan-angan sehingga mendorong manusia melakukan segala hal agar tercapai segala keinginan. Maka berusahalah jangan sekedar berandai-andai, tapi bercita-citalah untuk mencapai apa yang diinginkan dengan segenap niat dan ikhtiar terbaik untuk mewujudkannya, dan sederhanakan keinginan.
Seringkali berandai-andai hanya memanjakan angan pada sesuatu secara berlebihan, nafsu menikmatinya dan syetan membisikkannya dengan kenikmatan semu. Buatlah rencana yang tepat, persiapkan diri, dan ukur kemampuan dengan mempertimbangkan resiko yang ada sehingga diri siap dengan segala ketidakpastian yang akan terjadi di masa depan, siap jika takdir Allah tidak sesuai dengan harapan dan kerja keras.
terkadang kita harus menerima kenyataan yang mengecewakan namun imbangi kepedihan itu dengan kesadaran dan kesabaran. kekecewaan diharapkan tidak berdampak berlebihan sehingga membunuh semangat berjuang, pun saat kesedihan merenggut kesabaran tak perlu berakhir dengan matinya harapan, cukup tundukan hati sejenak untuk merenungi takdir sebagai tindakan yang lumrah bahwa diri adalah manusia biasa yang bisa kecewa saat godam nyata tak sesuai asa,bahwa setiap hati kita bisa terluka saat kesedihan menghantam jiwa, hanya saja..cukup sejenak.
Pada saat sesak bisa sedikit berkurang, saat itu berilah ruang hati untuk menghirup udara kesabaran yang menyejukkan sehingga terpompa kembali semangat untuk berjuang.
Never give up until you back to the Lord: Allah subhana wa ta'ala
Sabtu, 10 Mei 2014
Destiny
Kita tak bisa menerima dan berhenti begitu saja
Pada kenyataan yang melingkupi hidup
Benar, menerima dan pasrah pada ketetapanNya adalah bagian keimanan
Namun berusaha menjadi lebih baik adalah keharusan
Bukan menjadikan ucapan ''sudah begini takdir saya"; sebagai kekalahan
tapi bentuk tawakal diri bahwa pengetahuan Ilahi meliputi segala sesuatu
pada yang tampak dan tersembunyi
pada apa yang diniatkan dan dilakukan
pada apa yang diangan-angankan hati
bahkan yang digumamkan lisan
Allah tahu segalanya.
Tak bisa kita berpaling dariNya
Tuhan dengan Pengetahuan dan KebijaksanaanNya
mengajarkan kita tentang keadilan pada apa yang kita terima
Mengolah rasa pada apa-apa yang dicintai dan dibenci
Menjadi hasil terbaik dan sesuai dengan rencanaNya
Bukankah kita hidup untuk menyesuaikan diri dengan kehendak Sang Pencipta
Jika ketaatan dan bakti pada seorang ibu disebut kewajaran
karena kerelaan Bunda mengorbankan segalanya demi anak tercinta
Maka, ketaatan pada perintah Ilahi adalah kewajaran yang sangat normal dilaksanakan
karena Dia yang menciptakan kita
Mematikan kita
Lalu menghidupkan kita lagi untuk di adili
Tiada yang mustahil bagiNya
Pada kenyataan yang melingkupi hidup
Benar, menerima dan pasrah pada ketetapanNya adalah bagian keimanan
Namun berusaha menjadi lebih baik adalah keharusan
Bukan menjadikan ucapan ''sudah begini takdir saya"; sebagai kekalahan
tapi bentuk tawakal diri bahwa pengetahuan Ilahi meliputi segala sesuatu
pada yang tampak dan tersembunyi
pada apa yang diniatkan dan dilakukan
pada apa yang diangan-angankan hati
bahkan yang digumamkan lisan
Allah tahu segalanya.
Tak bisa kita berpaling dariNya
Tuhan dengan Pengetahuan dan KebijaksanaanNya
mengajarkan kita tentang keadilan pada apa yang kita terima
Mengolah rasa pada apa-apa yang dicintai dan dibenci
Menjadi hasil terbaik dan sesuai dengan rencanaNya
Bukankah kita hidup untuk menyesuaikan diri dengan kehendak Sang Pencipta
Jika ketaatan dan bakti pada seorang ibu disebut kewajaran
karena kerelaan Bunda mengorbankan segalanya demi anak tercinta
Maka, ketaatan pada perintah Ilahi adalah kewajaran yang sangat normal dilaksanakan
karena Dia yang menciptakan kita
Mematikan kita
Lalu menghidupkan kita lagi untuk di adili
Tiada yang mustahil bagiNya
Kamis, 10 April 2014
6 Kekuatan Dahsyat dalam Diri Manusia
1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams)
Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus
memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani
memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi
kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai.
Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.
2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)
Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.
2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)
Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu termasuk masa depan,
impian, sasaran atau hal-hal lain seperti kekuatan dan kelemahan dalam
diri, peluang di sekitar kita, sehingga lebih jelas dan mengambil
langkah untuk mencapainya.
Seperti
sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas,
kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita
dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk
mewujudkannya.
3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)
3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)
Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita
adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf
Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan.
Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan
terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak
prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita.
Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh.
Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan
mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam
kehidupan ini.
4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)
Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan
penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk
menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan
kegagalan.
Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi
kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri
merupakan unsur atau bahan yang utama dalam mencapai keberhasilan atau
kehidupan yang berkelimpahan.
5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)
Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan
belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan
kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia
yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan
senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan
taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.
6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)
6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)
Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah.
Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara
mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik
bagi kehidupan kita.
Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan
intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap
kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh
dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.
Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan
yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya.
Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan
keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa
lalu dan saat ini.
Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of
Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan
adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi
yang terjadi pada kita.
http://rajuhilmansyah.blogspot.com/2012/06/6-kekuatan-dahsyat-dalam-diri-manusia.html
http://rajuhilmansyah.blogspot.com/2012/06/6-kekuatan-dahsyat-dalam-diri-manusia.html
Minggu, 06 April 2014
Menjaga Lisan
Diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga dan menjauhkannya dari neraka, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang rukun iman dan beberapa pintu-pintu kebaikan, kemudian berkata kepadanya: “Maukah kujelaskan kepadamu tentang hal yang menjaga itu semua?”
kemudian beliau memegang lisannya dan berkata: “Jagalah ini” maka aku (Mu’adz) tanyakan: “Wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa dengan sebab perkataan kita?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Semoga ibumu kehilanganmu! (sebuah ungkapan agar perkataan selanjutnya diperhatikan). Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.”
(HR. At-Tirmidzi)
Bahaya laten yang bisa saja dihadapi oleh seorang hamba dalam kehidupan dunia bersumber dari lisannya, untuk itulah, para ulama mengatakan bahwa sembilan dari sepuluh dosa adalah berasal dari dosa dosa lisan.
Rasul pun setiap kali mengingatkan seorang hamba yang melakukan dosa, agar berhati hati dengan lisannya, karena sesungguhnya lisan itu yang paling cepat melakukan dosa dan kekeliruan.
Lisan berbicara tanpa perhitungan dan kata-kata yang keluar dari anda tanpa disadari, seperti bergunjing, membuka aib, mengadu domba, menghina serta mengeluarkan kata-kata kotor dan kata-kata batil yang dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka selama 70 tahun.
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka katakanlah perkataan yang baik atau jika tidak maka diamlah.”(Muttafaqun ‘alaihi)
“Barangsiapa yang mampu menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan) aku akan menjamin baginya surga.” (HR. Bukhari)
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)
kemudian beliau memegang lisannya dan berkata: “Jagalah ini” maka aku (Mu’adz) tanyakan: “Wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa dengan sebab perkataan kita?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Semoga ibumu kehilanganmu! (sebuah ungkapan agar perkataan selanjutnya diperhatikan). Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.”
(HR. At-Tirmidzi)
Bahaya laten yang bisa saja dihadapi oleh seorang hamba dalam kehidupan dunia bersumber dari lisannya, untuk itulah, para ulama mengatakan bahwa sembilan dari sepuluh dosa adalah berasal dari dosa dosa lisan.
Rasul pun setiap kali mengingatkan seorang hamba yang melakukan dosa, agar berhati hati dengan lisannya, karena sesungguhnya lisan itu yang paling cepat melakukan dosa dan kekeliruan.
Lisan berbicara tanpa perhitungan dan kata-kata yang keluar dari anda tanpa disadari, seperti bergunjing, membuka aib, mengadu domba, menghina serta mengeluarkan kata-kata kotor dan kata-kata batil yang dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka selama 70 tahun.
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka katakanlah perkataan yang baik atau jika tidak maka diamlah.”(Muttafaqun ‘alaihi)
“Barangsiapa yang mampu menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan) aku akan menjamin baginya surga.” (HR. Bukhari)
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)
Jumat, 04 April 2014
Blinded by Grief
melangkah pelan
merasakan perlahan
memperhatikan ucapan.
mengusahakan senyum terkembang
berusaha mengerti.
terakhir kali aku melihat bintang berkilau di matamu
dan aku terlupa kapan cahayanya meredup.
apa kamu ragu?
menjangkau rindu mencapai waktu pertemuan
atau kamu kehilangan pegangan?...
waktunya menghentak harap dengan detak rindu yang lebih kencang.
kapan kamu ingat terakhir kali menatap wajah di cermin?
mengoreksi salah yang dikecap raga dari kelalaian alpa ataupun sengaja
melihat ke dinding kamar yang telah kusam sebab jejak debu yang tertinggal.
kamu tergelincir lagi.
salahkah kaki yang tak hati-hati?
atau memang jalan yang tak mulus untuk dilalui?
berhenti mengeluh
istirahatkan hati sejenak
atur tenaga, pompa semangat, kembali bergerak
dan pahami,
semua yang dipinjam akan kembali pada pemiliknya.
lalu kenapa berduka?
semua nikmat mampir sebentar
sekerlip mata,
maka...jangan terluka oleh dunia.
merasakan perlahan
memperhatikan ucapan.
mengusahakan senyum terkembang
berusaha mengerti.
terakhir kali aku melihat bintang berkilau di matamu
dan aku terlupa kapan cahayanya meredup.
apa kamu ragu?
menjangkau rindu mencapai waktu pertemuan
atau kamu kehilangan pegangan?...
waktunya menghentak harap dengan detak rindu yang lebih kencang.
kapan kamu ingat terakhir kali menatap wajah di cermin?
mengoreksi salah yang dikecap raga dari kelalaian alpa ataupun sengaja
melihat ke dinding kamar yang telah kusam sebab jejak debu yang tertinggal.
kamu tergelincir lagi.
salahkah kaki yang tak hati-hati?
atau memang jalan yang tak mulus untuk dilalui?
berhenti mengeluh
istirahatkan hati sejenak
atur tenaga, pompa semangat, kembali bergerak
dan pahami,
semua yang dipinjam akan kembali pada pemiliknya.
lalu kenapa berduka?
semua nikmat mampir sebentar
sekerlip mata,
maka...jangan terluka oleh dunia.
Kamis, 03 April 2014
Membeningkan Sunyi
Untaian kata-kata itu sudah lama terdiam, tak terdengar kicaunya seperti rindu yang tak berhak dirasakan. Bagaimana pula ungkapan ini?
Menoleh ke belakang, perjalanan hidup sudah terlalu panjang terlewati, yang belum diketahui hanya ujungnya, akhir dari semua ini. Menapak waktu banyak rasa yang terbias dari kehidupan yang biasa. Kehidupan yang tenang, lempeng namun beriak tak terlihat ibarat sungai yang tenang namun di bawahnya memiliki gejolak arus yang mampu menghanyutkan. Begitulah... setiap hati melalui perjalanan panjangnya. Sesekali bosan menghampiri, dan tak perlu dusta untuk mengatakan "aku baik-baik saja" karena saat kesulitan datang, menenangkan diri dengan sunyi lebih bermakna daripada terlalu banyak suara dan terlalu banyak cerita lalu menjadi terlalu banyak duka yang bisa menyisakan sesal jika kata terlanjur terlontar.
Menyusuri celah hati, terkadang manusia bisa tak mengenali dirinya sendiri kecuali sedikit pemahaman atas apa-apa yang telah Allah berikan dari anugerahNya yang luar biasa tak terhingga. Sungguh sangat sombong jika kita tak tahu bersyukur.
Kehidupan biasa nan sederhana mampu membuat kita merangkai keinginan, mencipta mimpi, sampai pada titik dimana kita tak ingin melangkah lebih jauh lagi. Jenuh.
Terkadang saat kesulitan menerpa, akankah kita menyerah begitu saja? tidak, berputus asa bukanlah sikap yang Allah suka, haram jadinya.
Jika hidup terlalu melelahkan, ciptakanlah jeda dan biarkan hatimu menyibukkan diri dengan mencintaiNya saja. Meski terkadang disela-sela sunyi itu ada rindu yang rajin menelisik qalbu, mencipta sedih meski setitik.
Tapi tak apa, toh sepanjang perjalanan waktu sesudahnya, kita akan kembali baik-baik saja, sejenak lupa, sejenak tertawa, hanya sekali waktu mengingat sedih yang pernah menyapa, dan sunyi.
kehidupan kita adalah sebuah perjalanan panjang yang belum bertemu akhir. setiap orang tentu tak ingin akhir yang sia-sia, menginginkan akhir terbaik.
Jika catatan ini adalah sebuah ke"galau"an tanpa makna, maafkan saja...
Mata bisa pedih karena banyak membaca, tangan bisa lelah karena bekerja lalu bagaimana hati tak bisa lelah karena banyak rasa yang ditanggungnya?
Maafkan hamba ya Allah... mengeluh itu tak membawa apa-apa, engkau melihat apa yang tampak dan tersembunyi, maka ampuni hamba, sepanjang perjalanan hidup ini. Aamiin...
Menoleh ke belakang, perjalanan hidup sudah terlalu panjang terlewati, yang belum diketahui hanya ujungnya, akhir dari semua ini. Menapak waktu banyak rasa yang terbias dari kehidupan yang biasa. Kehidupan yang tenang, lempeng namun beriak tak terlihat ibarat sungai yang tenang namun di bawahnya memiliki gejolak arus yang mampu menghanyutkan. Begitulah... setiap hati melalui perjalanan panjangnya. Sesekali bosan menghampiri, dan tak perlu dusta untuk mengatakan "aku baik-baik saja" karena saat kesulitan datang, menenangkan diri dengan sunyi lebih bermakna daripada terlalu banyak suara dan terlalu banyak cerita lalu menjadi terlalu banyak duka yang bisa menyisakan sesal jika kata terlanjur terlontar.
Menyusuri celah hati, terkadang manusia bisa tak mengenali dirinya sendiri kecuali sedikit pemahaman atas apa-apa yang telah Allah berikan dari anugerahNya yang luar biasa tak terhingga. Sungguh sangat sombong jika kita tak tahu bersyukur.
Kehidupan biasa nan sederhana mampu membuat kita merangkai keinginan, mencipta mimpi, sampai pada titik dimana kita tak ingin melangkah lebih jauh lagi. Jenuh.
Terkadang saat kesulitan menerpa, akankah kita menyerah begitu saja? tidak, berputus asa bukanlah sikap yang Allah suka, haram jadinya.
Jika hidup terlalu melelahkan, ciptakanlah jeda dan biarkan hatimu menyibukkan diri dengan mencintaiNya saja. Meski terkadang disela-sela sunyi itu ada rindu yang rajin menelisik qalbu, mencipta sedih meski setitik.
Tapi tak apa, toh sepanjang perjalanan waktu sesudahnya, kita akan kembali baik-baik saja, sejenak lupa, sejenak tertawa, hanya sekali waktu mengingat sedih yang pernah menyapa, dan sunyi.
kehidupan kita adalah sebuah perjalanan panjang yang belum bertemu akhir. setiap orang tentu tak ingin akhir yang sia-sia, menginginkan akhir terbaik.
Jika catatan ini adalah sebuah ke"galau"an tanpa makna, maafkan saja...
Mata bisa pedih karena banyak membaca, tangan bisa lelah karena bekerja lalu bagaimana hati tak bisa lelah karena banyak rasa yang ditanggungnya?
Maafkan hamba ya Allah... mengeluh itu tak membawa apa-apa, engkau melihat apa yang tampak dan tersembunyi, maka ampuni hamba, sepanjang perjalanan hidup ini. Aamiin...
Rabu, 02 April 2014
Hidup sepenuh hati
"Jika anda terbangun hari di pagi hari, maka janganlah lagi anda menanti sore segera menjelang. Hari ini Anda akan hidup, hanya hari ini. Tidak ada hari kemarin yang telah pergi bersama suka dukanya. Tidak ada hari esok yang sampai saat ini belum kunjung datang. Matahari hari inilah yang kini menaungi anda. Hari ini adalah hari anda , HANYA HARI INI. Usia anda hanya satu hari ini. Tumbuhkan semangat hidup dalam jiwa anda hanya untuk hari ini. Berfikirlah bahwa Anda lahir hari ini dan mati hari ini".
Untuk satu hari ini saja, curahkan konsentrasi , perhatian, prestasi terbaik , kerja keras dan kesungguhan anda. Hanya untuk hari ini saja anda harus siap melaksanakan shalat dengan khusyu, bacaan Al Qur’an, zikir dengan penuh kehadiran hati.
(Aidh Al Qarni)
Modus "CODE" On!
Beberapa waktu yang lalu saya pernah membaca tentang sistem "code" yang sering dilakukan wanita. Pembicaraan yang tidak langsung ke tujuan sering menjadi bahasa keseharian wanita saat lagi nggak mood dengan berbagai hal dan enggan untuk menyampaikan secara lisan, pun ketika menyampaikan menggunakan bahasa rumit bin complicated. How can? ini juga menjadi pertanyaan tersendiri bagi diri saya. dan sistem peng"code"an ini tak selalu terjadi setiap waktu kok! biasanya wanita memakai sistem ini ketika sedang marah, kesal, atau saat mau tapi malu :P
wanita terkadang membingungkan -pengakuan pria-, ketika mereka pada level terendah dalam pengendalian emosi, mereka semakin sulit untuk dimengerti. ditanya salah, didiamkan juga salah, sehingga membuat yang menghadapi jadi serba salah..maunya apa?!
Ketika pria mengcomplain wanita kenapa begitu rumit untuk menjelaskan hal yang sederhana, bisa saja wanita ngeles dan mengatakan: "itulah seninya wanita" kalau semua orang bersikap terbuka dan straightforward tentu hidup akan datar-datar saja. Sebenarnya tidak ada masalah berarti dengan sistem kode wanita asalkan dosisnya tepat sasaran, jangan berlebihan sehingga membuat pusing sekeliling kita.
Intinya: SEDERHANAKAN!
#ada yang bingung contoh "code-code"nya? perhatikan saja perilaku wanita.
wanita terkadang membingungkan -pengakuan pria-, ketika mereka pada level terendah dalam pengendalian emosi, mereka semakin sulit untuk dimengerti. ditanya salah, didiamkan juga salah, sehingga membuat yang menghadapi jadi serba salah..maunya apa?!
Ketika pria mengcomplain wanita kenapa begitu rumit untuk menjelaskan hal yang sederhana, bisa saja wanita ngeles dan mengatakan: "itulah seninya wanita" kalau semua orang bersikap terbuka dan straightforward tentu hidup akan datar-datar saja. Sebenarnya tidak ada masalah berarti dengan sistem kode wanita asalkan dosisnya tepat sasaran, jangan berlebihan sehingga membuat pusing sekeliling kita.
Intinya: SEDERHANAKAN!
#ada yang bingung contoh "code-code"nya? perhatikan saja perilaku wanita.
Selasa, 01 April 2014
Modesty
if being beautiful in the eyes of the creator means being ugly in the eyes of all creation. it worth....
Jika menjadi cantik di mata Sang Pencipta berarti menjadi jelek di mata semua ciptaanNya maka itu lebih bernilai dari pada cantik dalam pandangan makhluk tapi hina dalam pandanganNya.
”Al Haya’u minal Iman” (malu itu sebagian dari iman)
Jika menjadi cantik di mata Sang Pencipta berarti menjadi jelek di mata semua ciptaanNya maka itu lebih bernilai dari pada cantik dalam pandangan makhluk tapi hina dalam pandanganNya.
”Al Haya’u minal Iman” (malu itu sebagian dari iman)
Minggu, 09 Maret 2014
Don't underestimate others!
Sometime people can be so selfish. think that he/she is the most important person, so their opinion should be heard just because they have mount of knowledge.
Outside you look righteous, outside you look so religious but inside -in your heart- you have big ego problem, you don't accept advice from others because in your mind, you think that:
"who are you?"
"how can you say something like that to ME?"
"do you know who AM I?"
you just think that people beside yourself is nothing, they don't know anything. You must correct yourself before you offended by others opinion.
Don't make your heart become hard.
#inspirasi
Sabtu, 08 Maret 2014
Jumat, 07 Maret 2014
Don't Judge a Book by it's Cover
Islam memang tdk mengajarkan hubungan lawan jenis sebelum pernikahan
(baca: pacaran),
meski dengan alasan penjajakan dan ingin mengenal calon lebih jauh...
Akan tetapi, bukan berarti bahwa seseorang itu menggampangkan dalam masalah memilih jodoh tsb.
Jangan hanya percaya kepada "mak comblang" (atau "pak comblang") saja, tapi perlu juga second opinion.
Karena ketika nantinya setelah menikah ternyata pasangan kita tidak seperti yang dijelaskan oleh "mak comblang", maka yang bisa mereka lakukan hanyalah, "Afwan akhi... Afwan ukhti...".
Sedangkan kita sudah terlanjur menikah dengannya.
Jangan pula menilai sekedar dari penampilan semata.
(Bagi akhwat) liat jenggot ikhwannya yang tebal langsung terpesona...
(Bagi ikhwan) liat jilbab gede akhwatnya yang melambai-lambai langsung "klepek-klepek"...
Akan tetapi, cari tahu lebih banyak tentang kepribadian dan karakter calon.
Pertimbangkan pula masukan dari orang tua, karena mereka jauh lebih berpengalaman dan sudah banyak makan asam garam dalam masalah ini.
Biasanya, seorang ibu juga memiliki firasat yang kuat terhadap anaknya.
Dan jangan lupakan juga "senjata ampuh" kita sebagai seorang muslim, yaitu DOA.
Berdoalah kpd Allah dengan doa istikharah, karena di dalamnya terkandung kemaslahatan yang besar, baik terkait kebaikan kita di dunia dan juga di akhirat.
Wallahua'lam.
# Faidah tanya jawab kajian Ust. Nuzul Dzikri, Lc.
via Ummu Firdaus Abdurrahman
(baca: pacaran),
meski dengan alasan penjajakan dan ingin mengenal calon lebih jauh...
Akan tetapi, bukan berarti bahwa seseorang itu menggampangkan dalam masalah memilih jodoh tsb.
Jangan hanya percaya kepada "mak comblang" (atau "pak comblang") saja, tapi perlu juga second opinion.
Karena ketika nantinya setelah menikah ternyata pasangan kita tidak seperti yang dijelaskan oleh "mak comblang", maka yang bisa mereka lakukan hanyalah, "Afwan akhi... Afwan ukhti...".
Sedangkan kita sudah terlanjur menikah dengannya.
Jangan pula menilai sekedar dari penampilan semata.
(Bagi akhwat) liat jenggot ikhwannya yang tebal langsung terpesona...
(Bagi ikhwan) liat jilbab gede akhwatnya yang melambai-lambai langsung "klepek-klepek"...
Akan tetapi, cari tahu lebih banyak tentang kepribadian dan karakter calon.
Pertimbangkan pula masukan dari orang tua, karena mereka jauh lebih berpengalaman dan sudah banyak makan asam garam dalam masalah ini.
Biasanya, seorang ibu juga memiliki firasat yang kuat terhadap anaknya.
Dan jangan lupakan juga "senjata ampuh" kita sebagai seorang muslim, yaitu DOA.
Berdoalah kpd Allah dengan doa istikharah, karena di dalamnya terkandung kemaslahatan yang besar, baik terkait kebaikan kita di dunia dan juga di akhirat.
Wallahua'lam.
# Faidah tanya jawab kajian Ust. Nuzul Dzikri, Lc.
via Ummu Firdaus Abdurrahman
Senin, 17 Februari 2014
Doa
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melakukan shalat di tengah malam, beliau membaca doa iftitah:
“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan
bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji,
Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana.
Hanya milikMu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa
saja yang ada di sana. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu
benar, pertemuan dengan-Mu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, dan
kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah diri, hanya
kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu
aku bertaubat, hanya dengan petunjuk-Mu aku berdebat, hanya kepada-Mu
aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah aku atas dosaku yang telah
lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun yang
kulakukan terang-terangan. Engkau yang paling awal dan yang paling
akhir. Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.”
(HR. Ahmad 2710, Muslim 769, Ibn Majah 1355).
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ
وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ
السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ،
وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ،
وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،
اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ
تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ
حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا
أَخَّرْتُ، وَمَا
أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ،
أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
(HR. Ahmad 2710, Muslim 769, Ibn Majah 1355).
Jumat, 07 Februari 2014
Lower Ur Gaze (again)
Kalau dalam mencari pasangan hidup, standart kita adalah yang sreg di hati maka kita gak akan pernah punya pasangan
karena ketika menemukan yang sreg besok-besok bisa jadi ada lagi yang sreg juga dihati, bahkan bisa jadi lebih sreg
maka itu, diantara lautan calon pasangan hidup kita, pilih satu dan jadikan ia yang paling spesial diantara yang lain
dan
Rasulullah Sallallahu Alaihi wassallam telah menjelaskan cara memilih
pasangan hidup, maka ikutilah petunjuk beliau yang tertunjuk
Pilih satu, kemudian TUNDUKAN PANDANGANmu hanya untuknya.
Maka dunia akan menjadi milikmu berdua
Tapi ketika kita tidak menundukan pandangan hanya untuknya, maka syaitan akan menjadikan orang lain lebih baik darinya
kalau sudah begitu, maka celakalah karena dunia akan terasa sempit,
akan terbesit kenapa pilih yang ini, inilah talbis iblis
akan terbesit kenapa pilih yang ini, inilah talbis iblis
Bagi kalian yang sendiri (juga untuk pribadi saya), pilihlah satu lalu maju jangan ragu, kuatkan hatimu,
jadikan dia yang teristimewa untukmu
Dan bagimu yang berdua, genggam terus tangannya, songsong hari tua, terus BERTAQWA
ketika kamu jemu dengan sifatnya, ingatlah! bisa jadi baginya kamu lebih menjemukan, tapi ia tetap memilih bersamamu
semoga bisa bahagia bersama disurga...... Aamiin
Wallahu'alam
#Copas.. it's very true
Langganan:
Komentar (Atom)




