Islam memang tdk mengajarkan hubungan lawan jenis sebelum pernikahan
(baca: pacaran),
meski dengan alasan penjajakan dan ingin mengenal calon lebih jauh...
Akan tetapi, bukan berarti bahwa seseorang itu menggampangkan dalam masalah memilih jodoh tsb.
Jangan hanya percaya kepada "mak comblang" (atau "pak comblang") saja, tapi perlu juga second opinion.
Karena ketika nantinya setelah menikah ternyata pasangan kita tidak
seperti yang dijelaskan oleh "mak comblang", maka yang bisa mereka
lakukan hanyalah, "Afwan akhi... Afwan ukhti...".
Sedangkan kita sudah terlanjur menikah dengannya.
Jangan pula menilai sekedar dari penampilan semata.
(Bagi akhwat) liat jenggot ikhwannya yang tebal langsung terpesona...
(Bagi ikhwan) liat jilbab gede akhwatnya yang melambai-lambai langsung "klepek-klepek"...
Akan tetapi, cari tahu lebih banyak tentang kepribadian dan karakter calon.
Pertimbangkan pula masukan dari orang tua, karena mereka jauh lebih
berpengalaman dan sudah banyak makan asam garam dalam masalah ini.
Biasanya, seorang ibu juga memiliki firasat yang kuat terhadap anaknya.
Dan jangan lupakan juga "senjata ampuh" kita sebagai seorang muslim, yaitu DOA.
Berdoalah kpd Allah dengan doa istikharah, karena di dalamnya
terkandung kemaslahatan yang besar, baik terkait kebaikan kita di dunia
dan juga di akhirat.
Wallahua'lam.
# Faidah tanya jawab kajian Ust. Nuzul Dzikri, Lc.
via Ummu Firdaus Abdurrahman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar