Ketika Iman tidak memberikan efek pada akhlakmu, what's going on? there is something wrong with u..
Ketika
kita ditimpa musibah, sesuatu yang menyedihkan perasaan, menyakitkan...
kita hanya punya dua pilihan: menjadikan musibah itu jalan untuk
semakin mendekatkan diri pada Allah swt atau menjauh dariNya. Padahal
segala hal tentang kesedihan ataupun kebahagiaan dua-duanya adalah ujian. Kebahagiaan itu ujian, kesedihan itu ujian. Seluruh kehidupan ini ujian
maka kelulusan akan kita raih nanti di hari perhitungan, apakah kita
layak menyandang gelar ahli surga atau ahli neraka, itulah hari
pengadilan.
Dunia adalah ladang penyemaian bibit-bibit kebaikan dan menuainya
nanti di akhirat ditentukan apakah bibit-bibit kebaikan kita ikhlas sehingga
berbuah pahala atau rusak karena "hama-hama" riya dsb
Fudhail bin Iyadh berkata:
“Meninggalkan amal karena orang lain adalah riya, beramal karena
orang lain adalah syirik, dan ikhlash adalah apabila Allah
menyelamatkanmu dari keduanya.” (Syu’abul Iman, Al-Baihaqi)
Janganlah kita menyandarkan ketaatan pada kekuatan diri sendiri, melainkan karena rahmat
Allah lah kita diberi kekuatan untuk menjadi taat, dan untuk meraih
rahmatNya adalah dengan berusaha sekuat tenaga melakukan apa yang
diperintahkanNya, melintasi batas suka dan tidak suka dan yakin bahwa Allah tak kan pernah menyia-nyiakan amal kita.
Dan memohonlah pada pemilik hati, pencipta segala makhluk, agar kita
dilindungi dari godaan syetan yang terkutuk.
Memohon hati dilimpahi keikhlasan dalam ketaatan... Aamiin ya Robbal'alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar