Berbicara memang mudah jadi celah syetan
Mulanya biasa saja tapi lama-lama bisa bikin "panas" telinga
Apalagi jika pembicaraan bercabang karena perbedaan.
Masalahnya bukan berbeda topik pembicaraan
Seringkali karena salah cara penyampaian.
Ada yang "bertaring", "bertanduk" bahkan bisa tersebut nama-nama hewan
Membuat yang mendengar seperti bertandang ke kebun binatang :)
Jadi perlulah sekali waktu kita sekolah "etika berbahasa"
Supaya kita tahu memilah kata,
Agar manfaat di telinga, sejuk di dada
Karena jika tubuh kita diadili maka lisan yang paling utama terpenjara
Sebab tajamnya bisa membunuh lawan
Namun santunnya mampu menyebarkan kebaikan
Tentu, yang bicara ini bukanlah sang penyabar nan baik hati :p
Hanya penulis sederhana yang mengungkap realita
Ketika kita tidak pada posisi "penyerang" atau "bertahan"
Mudah kita menilai yang sedang berseberangan bersikap "berlebihan".
Kenapa pembicaraan kebaikan sering salah penyampaian?
Tidak bisakah kita belajar dari para "gossiper" ?
Setia bergosip sambung-menyambung menjadi satu kesatuan
Berbeda menjadi kenikmatan,
Keliru penyampaian menjadi candaan.
Seringnya kita lupa
Pembicaraan baik itu syetan tidak suka
Berbisik di hati dan telinga untuk mencela
ah... jangan perpanjang keliru yang ada
Jika tak sabar hati saat ini, bolehlah kita bicara lagi esok hari
Jangan sampai benci di simpan hari ini untuk di sambung lain hari
#jaga hati jaga lisan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar