Kamis, 03 Oktober 2013

KEBAIKAN, MENURUT SIAPA..??

~KEBAIKAN, MENURUT SIAPA.. ?~
Penulis : Ummu George/Susi A.Adam, Bsd.
Muroja’ah : Ust. M.Abduh Tuasikal.

“Berapa banyak orang yang menginginkan KEBAIKAN tapi mereka tidak mendapatkan kebaikan itu, KARENA mereka menempuhnya dengan cara-cara/jalan-jalan yg bertentangan/menyelisihi dengan cara-cara/jalan-jalan yg telah Allah Perintahkan dan yg  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam contohkan, melainkan yang mereka dapatkan hanyalah kesia-siaan bahkan dosa” .Wal iyadzubillah, Nauzubillah..

Begitu banyak orang yang menginginkan KEBAIKAN tapi tidak mereka dapatkan.

Untuk itu perlu diketahui bahwa SYARAT DITERIMANYA AMAL IBADAH (yang Baik dan Benar) adalah :
1. Ada perintah dari Allah / Niat beribadah hanya karena Allah semata.
2. Meneladani/mencontoh (Ittiba’) kepada Rasulullah Shalllahu ‘alaihi wasallam.
Maka jika tidak ada perintah dari Allah dan tidak meneladani/mencontoh tata cara yg Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lakukan (seperti dengan membuat-buat tata cara ibadah sendiri/kreatif atau mencontoh kepada selain yang dicontohkan Rasulullah) maka akan tertolak amal ibadahnya. (Bid’ah)
Seperti yang Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan,
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)

Maka tidak perlu kreatif dalam urusan beribadah, karena agama ini sudah Sempurna. Semua sudah dijelaskan dengan terang, jelas, terperinci.
~Baca firman Allah yang artinya:
“Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa berpaling(dr ketaatan itu), mk (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka”. (Qs an -nisa’4:80)

~Allah Berfirman yang artinya:
“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang Mukmin dan perempuan yang Mukmin, Apabila ALLAH dan RASULNYA telah MENETAPKAN SUATU KETETAPAN, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan Barangsiapa MENDURHAKAI ALLAH dan RASULNYA, maka sungguh, dia telah TERSESAT dengan kesesatan yang Nyata” ( Qs al Ahzab 33: 36).

~Berilmu sebelum beramal, jika tidak ingin amalnya jadi “Fatamorgana”~
Allah berfirman yang artinya :
“Katakanlah, “Apakah akan Kami beritahuakan kepadamu tentang orang-orang yang paling rugi perbuatannya ? “
“Yaitu orang-orang yang SIA-SIA PERBUATANNYA dalam kehidupan dunia SEDANG MEREKA MENGIRA MEREKA TELAH MENGERJAKAN PEKERJAAN YANG BAIK”
(Qs al Kahfi 18: 103-104).

Mereka beramal bukan dengan amalan (usaha) yang diperintahkan Allah, sedangkan dlm persangkaan mereka bahwa amalan (perbuatan) mereka adalah sebagai orang yang menjalankan Ketaatan kpd Allah.
Mereka mengira perbuatan mereka memperoleh Ridho Allah. Padahal sia-sia (fatamorgana).
Maka berilmulah sebelum beramal, agar tidak sia-sia dan tertolak amal.

Fahamilah “Kaidah” yang agung ini
لو كان خيرا لسبقون اليه
“Lau Kaana Khairan Lasabaquuna ilaihi”
SEANDAINYA PERBUATAN ITU BAIK, MAKA RASULULLAH, PARA SAHABAT, TABI’IN DAN TABIUT TABI’IN PASTI MEREKA LEBIH DAHULU MENGAMALKANNYA DARIPADA KITA.
Karena mereka paling tahu tentang nilai sebuah kebaikan daripada kita yang hidup di jaman sekarang ini.
Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu Allah beri Hidayah Taufik-Nya dan Istiqomah dalam menjalan segala Perintah dan Larangan-Nya, serta dengan selalu Meneladani
Rasulullah صلى الله عليه وسلم
InsyaAllah. آمِيْنَ
Wallahu Ta’ala a’lam.

Sumber: www.susiamelia.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar