Setelah mengubek-ubek beberapa file catatan lama. akhirnya kutemukan sebuah surat "cinta" yang nyaris terlupakan karena tak tersampaikan, sejujurnya aku juga tak berniat untuk menyampaikan, karena aku bisa membayangkan bagaimana senyum jahilmu mengembang dan kepalamu penuh pertanyaan menggelikan dan engkau akan bilang "apa!!....Lina bilang cinta to Me!?") :p..
No...don't dream too high Masbro, I'll never tell u in the real life! :P
Aku hanya ingin me"museum"kan surat ini serta mengenang rasa saat aku menulisnya :)
No...don't dream too high Masbro, I'll never tell u in the real life! :P
Aku hanya ingin me"museum"kan surat ini serta mengenang rasa saat aku menulisnya :)
Menjelang pernikahan...
Kakanda tercinta,
Tak terasa penghujung waktu hampir tiba. Dimana ini saatnya kau akan memiliki dan dimiliki seseorang. Tempat berbagi, separuh jiwa tuk melengkapi separuh agama.
Kadang-kadang tergelitik tanya, bagaimana rasanya? Saat masa itu akan tiba. Mungkin semua rasa akan berbaur jadi satu. Mungkin juga terbesit sedikit ragu tentang masa depan, kondisi finansial, atau paling tidak kecocokan antara kalian berdua. Tapi aku hanya ingin menatapnya dengan tenang, seperti caramu melihat masa depan. Jangan ragu tuk melangkah karena aku yakin kau punya jalan dan arah yang ingin kau tuju sendiri, tak perduli begitu banyak saran dan nasihat. Anggap itu sebagai tabungan perhatian dari orang-orang yang menyayangimu.
Tak terasa penghujung waktu hampir tiba. Dimana ini saatnya kau akan memiliki dan dimiliki seseorang. Tempat berbagi, separuh jiwa tuk melengkapi separuh agama.
Kadang-kadang tergelitik tanya, bagaimana rasanya? Saat masa itu akan tiba. Mungkin semua rasa akan berbaur jadi satu. Mungkin juga terbesit sedikit ragu tentang masa depan, kondisi finansial, atau paling tidak kecocokan antara kalian berdua. Tapi aku hanya ingin menatapnya dengan tenang, seperti caramu melihat masa depan. Jangan ragu tuk melangkah karena aku yakin kau punya jalan dan arah yang ingin kau tuju sendiri, tak perduli begitu banyak saran dan nasihat. Anggap itu sebagai tabungan perhatian dari orang-orang yang menyayangimu.
Menjelang masa-masa perpisahan, mengapa aku
menyimpulkan demikian? Karena aku tahu kita sudah dewasa dan akan memilih jalan yang
berbeda, tapi setidaknya kita tak perlu saling membuang pandang atau tersimpan
ketidaksenangan di dalam hati karena ketidakpuasan diri.
Kelak mungkin kita masih bisa menertawakan hal-hal lucu dan menggelikan dari masa lalu.
Orang suci
Menjaga kesuciannya dengan pernikahan,
Dan Menjaga pernikahannya dengan kesucian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar