Senin, 23 Desember 2013

Diamku Bukan Berarti Cinta

Mereka katakan,
"Cintailah dia dalam diam"
Pada orang yang kau simpatik akan keilmuannya, dan segalanya.
Lalu mereka biarkan dirimu bersyair dengan khayalan,
mengajakmu berfantasi dalam tawa kosong dan tangisan.

Hey, kawan!
Itukah dirimu?
Yang berkamuflase dengan cinta khayalan?
Saat kau yakin pacaran itu haram sebelum menikah,
lalu kau putuskan mencintainya dalam diam.

Aduhai, apa bedanya?!
Kau sama-sama meracuni hatimu dengan cinta yang tak halal.
Apakah kau juga yakin dialah orang yang akan Allah takdirkan untukmu?

Jadilah mereka yang memilih acuh meski mampu mencintai seseorang dalam diam.

Mereka katakan, "Bukankah belum tentu dia yang menjadi pasanganku?

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:

"Cinta adalah yang menggerakkan orang yang mencintai untuk mencari yang dicintainya."

(Ighatsatul Lahfan Min Mashayidisy Syaitan, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, edisi Indonesia: Menyelamatkan Hati Dari Tipu Daya Setan, penerbit Al-Qowam, Solo)

Beliau rahimahullah juga berkata:

"Tidak ada yang boleh diinginkan dan dicintai karena dzatnya kecuali Allah."

(Fawaidul Fawaid, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam Asy-Syafi'i Jakarta)

#copas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar