Jumat, 27 Desember 2013

Berbalaskah rasa?

Terkadang, kebaikan mampu melambungkan angan-angan
pada hati yang tengah di puncak harapan.
maka, sampaikanlah dengan terang perihal: "penolakan" atau "penerimaan"
sehingga tak ada hati yang terhempas oleh kenyataan
bahwa mimpinya tak bertuan.

Jangan jadikan harapan seseorang sebagai ladangmu
menabur mimpi-mimpi semu
lalu membuatnya menuai rindu

sehingga larut dalam rasa yang tak tentu.

Jika kau katakan "itu hatinya, salahnya berharap banyak"
sudahkah hatimu seputih salju?
atau sebening telaga rindu?
sehingga mampu menghapus dahaga cinta

jika benar salahnya karena memperpanjang rasa
bukankah salahmu juga menabur asa

Dan engkau wahai pemilik hati
janganlah banyak bermimpi
menyiksa hati merusak diri
biarkan waktu menjadi saksi

pada siapa hati berhak bertemu janji

Jangan pula salahkan cinta
karena ia tak pernah salah
salahkan hati yang tak pada waktunya mengangankan
sementara tak ada semangat untuk memperjuangkan

salahkan tindakan yang tak pada tempatnya berbuat
berani bersikap tapi tak bertanggung jawab

sedangkan kita tahu bahwa "panjang angan-angan adalah tipuan syetan"

Lambungkan saja harapmu padaNya
Allah subhana wata'ala
Sang penjawab segala pinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar