Minggu, 29 Desember 2013

Writing, I'm in Love

Bismilahirrahmanirrahim...

Saya suka menulis, entah sejak kapan saya lupa. Awal mulanya hanya pelampiasan perasaan untuk mengungkapkan hal-hal yang sulit untuk dikatakan karena dulu saya termasuk orang yang sulit mengkomunikasikan keinginan aka pendiam :P. 

Semakin lama saya bisa merasakan nikmatnya menulis, sebagai pelepas kebosanan dan terkadang saat jenuh melanda saya membaca kembali tulisan lama sehingga bisa menciptakan suasana berbeda. Membaca kembali apa yang sudah ditulis mengingatkan diri akan "rasa" saat menuliskannya, saat bahagia, sedih, atau bersemangat. Hal itu seperti membuka lembaran kenangan rasa. :)

Saya tidak punya gaya penulisan tertentu, tergantung mood saja, dan lagi saya tidak pernah belajar sistematika penulisan yang baik, saya otodidaker :P. Saya juga belum menemukan style baku sebagai trend made saya sendiri :). Tapi yang saya pahami dari diri adalah bahwa saya termasuk tipe bunglon, artinya saya mampu mengcopas gaya penulisan seseorang jika menurut saya menarik dan mampu memunculkan mood/ide. Saya tidak punya/belum menemukan kelebihan istimewa dalam diri saya kecuali yang sudah saya ketahui: I'm a copas style. :)

Terkadang ide tulisan bisa muncul begitu saja, tanpa diduga bisa tercetus ide-ide untuk menulis saat bekerja, menyapu, mencuci, bahkan di kamar mandi :P. Sungguh menakjubkannya otak manusia, tak pernah berhenti untuk berfikir. Jadi menulis bagi saya adalah bahasa hati, tidak bisa dipaksakan meski sudah direncanakan. Seperti rencana saya di bulan Desember ini bahwa saya akan memecahkan rekor saya sendiri dengan mencipta 1 tulisan setiap hari. kenyataannya saya hanya berhasil sebanyak ini dan it's a long journey from the master plan :P. Seperti yang sudah saya bilang, mood tak bisa dipaksakan. 


Menulis bagi saya adalah hobi. Hingga kini belum terpikir untuk menjadikan hobi ini sebagai karir, di samping faktor minusnya derajat kepe-dean saya, minus kualitas tulisan dan pengalaman, saya juga tidak mau menjadikan hobi saya ini menjadi tekanan karena harus mengejar deadline. (halah gayanya..) :D

Seriously, faktor utama dan terpenting kenapa menulis masih menjadi hobi adalah: pertanggungjawaban saya atas apa yang saya tulis. Bukan dihadapan manusia saja; karena pro dan kontra itu adalah keadaan yang tak terbantahkan adanya. Tapi pertanggungjawaban tertinggi itu pada Allah subhana wa ta'ala, karena  saya sadar betul masih sedikit sekali tulisan saya yang bisa memberi manfaat, saya khawatir tulisan saya lebih menonjolkan mudharat dibandingkan manfaat, ditambah lagi, bagi saya tulisan adalah lisan kedua. Berapa banyak tulisan yang mampu menyeret opini dan pemikiran orang pada apa yang diinginkan oleh si penulis/golongan tertentu -bagus jika memahami tulisan yang bermanfaat dan memiliki tanggung jawab moral- namun akan jadi bencana jika tulisan itu bertolak belakang dari kebenaran.

Itulah hebatnya Islam, menisbahkan segala perbuatan pada "senang-tidak"nya Allah
subhana wa ta'ala atas setiap tindakan kita, karena tanpa itu kita akan kehilangan arah dan tersesat pada pemikiran manusia yang terus berkembang, tentu akan membunuh "kepribadian" kita jika tanpa filter.

Back to me,  I like writing so I'll keep move on, saya tidak ingin pesimis dan akan terus menulis, paling tidak jika saya sudah tiada akan ada kenangan yang bisa saya tinggalkan bagi keluarga dan teman-teman. Saya memiliki harapan semoga kelak ada yang terinspirasi dengan apa yang saya tulis, bukan apa-apa, saya berharap tulisan saya mampu menjadi amal jariyah kelak meski hanya dengan satu kalimat yang dinilai baik dan manfaat.
InsyaAllah..

Jumat, 27 Desember 2013

Berbalaskah rasa?

Terkadang, kebaikan mampu melambungkan angan-angan
pada hati yang tengah di puncak harapan.
maka, sampaikanlah dengan terang perihal: "penolakan" atau "penerimaan"
sehingga tak ada hati yang terhempas oleh kenyataan
bahwa mimpinya tak bertuan.

Jangan jadikan harapan seseorang sebagai ladangmu
menabur mimpi-mimpi semu
lalu membuatnya menuai rindu

sehingga larut dalam rasa yang tak tentu.

Jika kau katakan "itu hatinya, salahnya berharap banyak"
sudahkah hatimu seputih salju?
atau sebening telaga rindu?
sehingga mampu menghapus dahaga cinta

jika benar salahnya karena memperpanjang rasa
bukankah salahmu juga menabur asa

Dan engkau wahai pemilik hati
janganlah banyak bermimpi
menyiksa hati merusak diri
biarkan waktu menjadi saksi

pada siapa hati berhak bertemu janji

Jangan pula salahkan cinta
karena ia tak pernah salah
salahkan hati yang tak pada waktunya mengangankan
sementara tak ada semangat untuk memperjuangkan

salahkan tindakan yang tak pada tempatnya berbuat
berani bersikap tapi tak bertanggung jawab

sedangkan kita tahu bahwa "panjang angan-angan adalah tipuan syetan"

Lambungkan saja harapmu padaNya
Allah subhana wata'ala
Sang penjawab segala pinta

Senin, 23 Desember 2013

Diamku Bukan Berarti Cinta

Mereka katakan,
"Cintailah dia dalam diam"
Pada orang yang kau simpatik akan keilmuannya, dan segalanya.
Lalu mereka biarkan dirimu bersyair dengan khayalan,
mengajakmu berfantasi dalam tawa kosong dan tangisan.

Hey, kawan!
Itukah dirimu?
Yang berkamuflase dengan cinta khayalan?
Saat kau yakin pacaran itu haram sebelum menikah,
lalu kau putuskan mencintainya dalam diam.

Aduhai, apa bedanya?!
Kau sama-sama meracuni hatimu dengan cinta yang tak halal.
Apakah kau juga yakin dialah orang yang akan Allah takdirkan untukmu?

Jadilah mereka yang memilih acuh meski mampu mencintai seseorang dalam diam.

Mereka katakan, "Bukankah belum tentu dia yang menjadi pasanganku?

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:

"Cinta adalah yang menggerakkan orang yang mencintai untuk mencari yang dicintainya."

(Ighatsatul Lahfan Min Mashayidisy Syaitan, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, edisi Indonesia: Menyelamatkan Hati Dari Tipu Daya Setan, penerbit Al-Qowam, Solo)

Beliau rahimahullah juga berkata:

"Tidak ada yang boleh diinginkan dan dicintai karena dzatnya kecuali Allah."

(Fawaidul Fawaid, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam Asy-Syafi'i Jakarta)

#copas

Jumat, 20 Desember 2013

Strong Heart (maybe?)

I see the sunrise. Know it's time for me to pack up all the past and find what truly lasts.

If everything has been written down, so why worry?
If life is ever changing, so why worry?

For all I know, I've come this far not knowing why.
So, would it be nice to sit back in silence?

I'm thankful for this moment cause I know that you GROW A DAY OLDER and see how this sentimental heart can be.

I'm thankful for this moment cause I know that I grow a day older to understand what has happening.

If everything has been written down, so why worry?

Blessing, healthy, happiness for you and prosperity with you always.


#copas

Kamis, 19 Desember 2013

Keajaiban Waktu

Waktu memberi banyak pelajaran
tentang bahagia yang terlewati
kesedihan yang telah berlalu
atau cinta dikuncup rindu

Lingkaran waktu mempertemukan banyak kemungkinan
banyak kisah yang terbagi
banyak hati yang asing saling mengenali
sebagian bertemu dalam pemahaman
sebagian lain sekedar singgah lewat perkenalan

Waktu tak meleburkan semua hal
ada kumpulan kenangan yang mencipta rindu
dari bayangan masa lalu
ada penderitaan menjadi pembelajaran
atau harapan yang mengembunkan angan-angan

Masa mempertemukan setiap jiwa dalam kuasa takdirNya
melalui pilihan dari setiap detik yang ditawarkan
menjadi kesempatan atau kehilangan
bergiliran
hingga waktu memutus segala harapan
menghadapNya 
segalanya berpulang

Bidadari Tanpa Sayap

Dia mungkin sederhana
berpenampilan biasa
berbicara dengan gaya biasa
dengan aktivitas yang biasa

Dia mungkin tak mengenal banyak hal
ketakpahaman dihadapi dengan ketenangan
kesulitan dihadapi dengan kesabaran
airmata tersimpan dibalik senyuman

Dia mungkin tersembunyi
seperti mutiara di dasar lautan
tak kenal kilau pesona ketenaran
tak mampu lambungkan diri seperti bintang-bintang
hanya berlindung dibalik genggam sang Tiram

Butuh kesabaran menggapainya
butuh perjuangan mengindahkannya
butuh keindahan hati untuk menilainya

Sang bidadari tanpa sayap
tak terbang kemana pun
hanya menggenggam cahaya iman di hati
sembari memperindah akhlak diri
meski dunia tak mengenali

Kamis, 12 Desember 2013

Moment to remember


Do you know? The speed at which cherry blossoms fall… 5 centimeters per second. At what speed must I live... to be able to see you again?  
~Tono Tamaki~