Kembali lagi!
Ada rasa yang tiba-tiba singgah tanpa permisi. Siapa yang tahu coba? kapan dia datang dan kapan dia bisa menghilang? sebuah perasaan yang sangat menyenangkan tapi juga membingungkan. Rasa yang membuat fikiran berputar dan logika menjelma menjadi si "dungu". Tidak perlu banyak bicara lagi tentang satu masalah ini, cukup tahu saja dan nikmati! karena tidak ada yang tahu kapan ia berubah haluan menjadi rasa sakit yang menyakitkan.
Jika bicara tentang cinta (memang tidak ada bosannya) pasti tidak akan lepas dari objeknya. Lengkap dengan semua kriteria dan syarat-syarat yang harus dipenuhi, kurang 1 saja terasa ada yang tidak sempurna dan biasanya sulit menerima cinta dengan segala ke"cacat"annya. Cinta yang terlalu sempurna. Entah manusia yang sesempurna apa yang layak untuk cinta yang penuh syarat rukunnya.
Aku juga bertanya pada diri sendiri, seberapa sempurna cinta yang ingin kumiliki nanti? saat itu juga aku tertawa, dan menyadari bahwa banyak hal yang harus diperbaiki, belajar bagaimana membagi waktu yang tepat untuk mandiri dan memanjakan diri. Berbagi kapan menjadi diri sendiri dan saat menyesuaikan diri. Terlalu banyak hal yang harus dipenuhi. Untuk sebuah cinta yang sempurna ternyata cukup sederhana.. meskipun belum menemukan rumusnya, cukup temukan objek yang memiliki prinsip yang sama, hati yang siap menerima, dan bersedia memenuhinya dengan rasa syukur penerimaan. Maka, jalani saja..dengan segala konsekuensinya, dengan segala hingar-bingar bahagia atau carut-marut luka, rasakan dan jalani saja.. karena waktu bisa memutus episodenya kapan saja.
Berhenti menikmati, mengambil jeda, dan menghabiskan waktu menyia-nyiakannya adalah tindakan yang terlalu sia-sia.
Cerita tentang cinta sudah usai, bukan berarti rasanya pun terhenti, hanya episode hidup tak harus melulu tentang cinta karena hidup tak cukup hanya cinta. that's it.
Malam mulai turun merayap, senyap dan merambat gelap.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar