Kamis, 10 April 2014

6 Kekuatan Dahsyat dalam Diri Manusia

1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams) 

Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. 

Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.

2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus) 

Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti kekuatan dan kelemahan dalam diri, peluang di sekitar kita, sehingga lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. 

Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline) 

Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. 

Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. 

Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival) 

Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. 

Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning) 

Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind) 

Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. 

Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi. 

Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. 

Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. 

Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.

http://rajuhilmansyah.blogspot.com/2012/06/6-kekuatan-dahsyat-dalam-diri-manusia.html

Minggu, 06 April 2014

Menjaga Lisan

Diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga dan menjauhkannya dari neraka, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang rukun iman dan beberapa pintu-pintu kebaikan, kemudian berkata kepadanya: “Maukah kujelaskan kepadamu tentang hal yang menjaga itu semua?” 
kemudian beliau memegang lisannya dan berkata: “Jagalah ini” maka aku (Mu’adz) tanyakan: “Wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa dengan sebab perkataan kita?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Semoga ibumu kehilanganmu! (sebuah ungkapan agar perkataan selanjutnya diperhatikan). Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.” 
(HR. At-Tirmidzi)

Bahaya laten yang bisa saja dihadapi oleh seorang hamba dalam kehidupan dunia bersumber dari lisannya, untuk itulah, para ulama mengatakan bahwa sembilan dari sepuluh dosa adalah berasal dari dosa dosa lisan. 
Rasul pun setiap kali mengingatkan seorang hamba yang melakukan dosa, agar berhati hati dengan lisannya, karena sesungguhnya lisan itu yang paling cepat melakukan dosa dan kekeliruan.
Lisan berbicara tanpa perhitungan dan kata-kata yang keluar dari anda tanpa disadari, seperti bergunjing, membuka aib, mengadu domba, menghina serta mengeluarkan kata-kata kotor dan kata-kata batil yang dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka selama 70 tahun.

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka katakanlah perkataan yang baik atau jika tidak maka diamlah.”(Muttafaqun ‘alaihi)

Barangsiapa yang mampu menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan) aku akan menjamin baginya surga.” (HR. Bukhari)

 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)

Jumat, 04 April 2014

Blinded by Grief

melangkah pelan
merasakan perlahan
memperhatikan ucapan.
mengusahakan senyum terkembang
berusaha mengerti.

terakhir kali aku melihat bintang berkilau di matamu
dan aku terlupa kapan cahayanya meredup.

apa kamu ragu?
menjangkau rindu mencapai waktu pertemuan
atau kamu kehilangan pegangan?...
waktunya menghentak harap dengan detak rindu yang lebih kencang.
kapan kamu ingat terakhir kali menatap wajah di cermin?
mengoreksi salah yang dikecap raga dari kelalaian alpa ataupun sengaja
melihat ke dinding kamar yang telah kusam sebab jejak debu yang tertinggal.

kamu tergelincir lagi.
salahkah kaki yang tak hati-hati?
atau memang jalan yang tak mulus untuk dilalui?

berhenti mengeluh
istirahatkan hati sejenak
atur tenaga, pompa semangat, kembali bergerak
dan pahami,
semua yang dipinjam akan kembali pada pemiliknya.
lalu kenapa berduka?
semua nikmat mampir sebentar
sekerlip mata, 
maka...jangan terluka oleh dunia.

Kamis, 03 April 2014

Membeningkan Sunyi

Untaian kata-kata itu sudah lama terdiam, tak terdengar kicaunya seperti rindu yang tak berhak dirasakan. Bagaimana pula ungkapan ini?

Menoleh ke belakang, perjalanan hidup sudah terlalu panjang terlewati, yang belum diketahui hanya ujungnya, akhir dari semua ini. Menapak waktu banyak rasa yang terbias dari kehidupan yang biasa. Kehidupan yang tenang, lempeng namun beriak tak terlihat ibarat sungai yang tenang namun di bawahnya memiliki gejolak arus yang mampu menghanyutkan. Begitulah... setiap hati melalui perjalanan panjangnya. Sesekali bosan menghampiri, dan tak perlu dusta untuk mengatakan "aku baik-baik saja" karena saat kesulitan datang, menenangkan diri dengan sunyi lebih bermakna daripada terlalu banyak suara dan terlalu banyak cerita lalu menjadi terlalu banyak duka yang bisa menyisakan sesal jika kata terlanjur terlontar.

Menyusuri celah hati, terkadang manusia bisa tak mengenali dirinya sendiri kecuali sedikit pemahaman atas apa-apa yang telah Allah berikan dari anugerahNya yang luar biasa tak terhingga. Sungguh sangat sombong jika kita tak tahu bersyukur.

Kehidupan biasa nan sederhana mampu membuat kita merangkai keinginan, mencipta mimpi, sampai pada titik dimana kita tak ingin melangkah lebih jauh lagi. Jenuh.
Terkadang saat kesulitan menerpa, akankah kita menyerah begitu saja? tidak, berputus asa bukanlah sikap yang Allah suka, haram jadinya. 
Jika hidup terlalu melelahkan, ciptakanlah jeda dan biarkan hatimu menyibukkan diri dengan mencintaiNya saja. Meski terkadang disela-sela sunyi itu ada rindu yang rajin menelisik qalbu, mencipta sedih meski setitik.
Tapi tak apa, toh sepanjang perjalanan waktu sesudahnya, kita akan kembali baik-baik saja, sejenak lupa, sejenak tertawa, hanya sekali waktu mengingat sedih yang pernah menyapa, dan sunyi.

kehidupan kita adalah sebuah perjalanan panjang yang belum bertemu akhir. setiap orang tentu tak ingin akhir yang sia-sia, menginginkan akhir terbaik.

Jika catatan ini adalah sebuah ke"galau"an tanpa makna, maafkan saja... 
Mata bisa pedih karena banyak membaca, tangan bisa lelah karena bekerja lalu bagaimana hati tak bisa lelah karena banyak rasa yang ditanggungnya?

Maafkan hamba ya Allah... mengeluh itu tak membawa apa-apa, engkau melihat apa yang tampak dan tersembunyi, maka ampuni hamba, sepanjang perjalanan hidup ini. Aamiin...

Rabu, 02 April 2014

Hidup sepenuh hati

"Jika anda terbangun hari di pagi hari, maka janganlah lagi anda menanti sore segera menjelang. Hari ini Anda akan hidup, hanya hari ini. Tidak ada hari kemarin yang telah pergi bersama suka dukanya. Tidak ada hari esok yang sampai saat ini belum kunjung datang. Matahari hari inilah yang kini menaungi anda. Hari ini adalah hari anda , HANYA HARI INI. Usia anda hanya satu hari ini. Tumbuhkan semangat hidup dalam jiwa anda hanya untuk hari ini. Berfikirlah bahwa Anda lahir hari ini dan mati hari ini".


Dengan jalan seperti itu, hidup Anda tidak akan gagap untuk meraba antara kecemasan, kesedihan, dan duka masa lalu dengan khayalan masa depan, lengkap dengan potret suramnya yang mengerikan serta segudang problematika hidup yang siap menerkam anda.
Untuk satu hari ini saja, curahkan konsentrasi , perhatian, prestasi terbaik , kerja keras dan kesungguhan anda. Hanya untuk hari ini saja anda harus siap melaksanakan shalat dengan khusyu, bacaan Al Qur’an, zikir dengan penuh kehadiran hati.
(Aidh Al Qarni)

Modus "CODE" On!

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membaca tentang sistem "code" yang sering dilakukan wanita. Pembicaraan yang tidak langsung ke tujuan sering menjadi bahasa keseharian wanita saat lagi nggak mood dengan berbagai hal dan enggan untuk menyampaikan secara lisan, pun ketika menyampaikan menggunakan bahasa rumit bin complicated. How can? ini juga menjadi pertanyaan tersendiri bagi diri saya. dan sistem peng"code"an ini tak selalu terjadi setiap waktu kok! biasanya wanita memakai sistem ini ketika sedang marah, kesal, atau saat mau tapi malu :P

wanita terkadang membingungkan -pengakuan pria-, ketika mereka pada level terendah dalam pengendalian emosi, mereka semakin sulit untuk dimengerti. ditanya salah, didiamkan juga salah, sehingga membuat yang menghadapi jadi serba salah..maunya apa?!

Ketika pria mengcomplain wanita kenapa begitu rumit untuk menjelaskan hal yang sederhana, bisa saja wanita ngeles dan mengatakan:  "itulah seninya wanita" kalau semua orang bersikap terbuka dan straightforward tentu hidup akan datar-datar saja. Sebenarnya tidak ada masalah berarti dengan sistem kode wanita asalkan dosisnya tepat sasaran, jangan berlebihan sehingga membuat pusing sekeliling kita.

Intinya: SEDERHANAKAN!

#ada yang bingung contoh "code-code"nya? perhatikan saja perilaku wanita.

Selasa, 01 April 2014

Modesty

if being beautiful in the eyes of the creator means being ugly in the eyes of all creation. it worth....

Jika menjadi cantik di mata Sang Pencipta berarti menjadi jelek di mata semua ciptaanNya maka itu lebih bernilai dari pada cantik dalam pandangan makhluk tapi hina dalam pandanganNya.

Al Haya’u minal Iman” (malu itu sebagian dari iman)