"Pemahaman yang benar dan niat yang baik adalah dua
ni'mat yang paling besar yang Allah berikan kepada seorang hamba. Bahkan
tidak ada pemberian yang paling utama setelah ni'mat islam dari dua
ni'mat tersebut.
Dengan dua ni'mat tersebut seorang hamba akan selamat
dari jalannya kaum yang dibenci (yahudi) yang rusak niatnya, dan kaum
yang sesat (Nashara) yang rusak pemahamannya.
Ia akan termasuk orang-orang yang diberikan ni'mat yang
benar pemahamannya dan baik niatnya. Merekalah yang berada di atas jalan
yang lurus yang Allah perintahkan kita untuk selalu memohonNya agar
ditunjukki ke jalan tersebut.
Pemahaman yang benar adalah cahaya yang Allah berikan
kepada hati seorang hamba. Dengannya ia dapat membedakan antara yang
baik dan yang buruk, al haq dan kebatilan, hidayah dan kesesatan. Dan
menjadi dahsyat ketika disertai dengan niat yang lurus, mencari
kebenaran dan bertakwa kepada Allah.
Namun niat yang lurus dapat putus bila hawa nafsu
diikuti, mengutamakan dunia, mencari pujian manusia dan meninggalkan
ketakwaan."
(I'laamul muwaqqi'iin hal 66 tahqiq Raid bin Shabri bin Abi 'Alafah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar