"Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat" "Alhamdulillah 'ala kulli hal" ~Catatan dari Sudut Hati~
Jumat, 24 Desember 2010
NN 2
NN
Selasa, 21 Desember 2010
Risallah 2 hati (Part-2)
Risallah 2 hati (Part-1)
secret :
Badai seperti apa yang menghampirimu
able :
Badai apa lagi yang melandaku???
jika badai sesungguhnya telah lama tinggal dan berkecamuk dalam hatiku.
tidakkah itu sudah cukup memporakporandakan semuanya?
secret :
Berdirilah dengan tenang ketika badai telah reda, sehingga kau bisa melihat dengan jelas dan menyusun puing-puing yang tersisa. meski tak ada yang sama, paling tidak kau bisa membangun impian yang baru.
able :
Aku sendiri, hingga aku tak yakin, kadang keyakinankupun mulai runtuh, dia yang tak setia atau aku yang tak lagi percaya??
saat runtuh terkecap, apa makna semuanya?
Rasanya tak hanya ingin berdiri, bahkan aku ingin berlari meninggalkan semua puing2, dan coba memulai kembali dari awal namun serpihan-serpihan luka seolah membuiku.
secret :
Biarkan luka membuatmu dewasa dan melihat banyak warna, bahwa hidup tak hanya hitam ,putih atau jingga, tapi kelabu pun bisa tampak indahnya. Biarkan ketulusan hati menyembuhkan luka, karna dengan begitu kau belajar bahwa cinta memiliki banyak rasa, pahit, manis, asin dan menyebar aroma yang tak selalu harum.
Tersenyum itu mudah tapi kenapa cinta sering membuat patah??
able :
Sekiranya senyum itu memang mudah, namun ia sering terlalu sulit untuk dilakukan, jika pun mudah dilakukan apa tersirat makna didalamnya?
semua jadi terasa sulit saat berkompromi dengan keadaan dan saat keinginan justru tak jadi kenyataan, serta impian terlalu sukar direalisasikan, lalu apa warna hidup sebenarnya??
secret :
Warna hidup adalah pilihan, saat kau celupkan kuas kesedihan pada putihnya warna keikhlasan akan melukiskan kelembutan pada kanvas kehidupanmu, bukankah hidup adalah pilihan? saat mimpi tak seiring sejalan dengan kenyataan akankah tersingkirkan takdir bahwa duka berteman bahagia? setiap bagian hidup memiliki pasangannya sehingga ketika cinta kuat melanda maka benci menyeimbangkan kadarnya agar tak retak cawan hati yang menampungnya.
able :
Aku bahkan tak yakin untuk menentukan pilihan saat duka merampas paksa bahagia lalu luka membuat jadi tak berdaya, bukankah tak ada pilihan didalamnya??
semua terpaksa diterima pasrah yang kadang tak terkecap keikhlasan didalamnya? hingga kau bahkan tak tahu,luka mana yang harus disembuhkan dan duka apa yang harus dikubur dalam-dalam.
Semua seolah bagai sketsa yang membentuk kemauannya sendiri. Tak ada ingin didalamnya namun harus dijalankan. lalu dimana letak pilihan itu?
secret :
Pilihan itu tetap bisa kau tentukan, membiarkan hatimu mati dalam penderitaan atau bangkit meski perlahan walaupun sakitnya tak tertanggungkan. hidup akan harus terus berjalan. Berhenti artinya mati,terinjak-injak waktu dan kenangan. Tak apa jika engkau diam sejenak, menenangkan isakmu dan meneguhkan hatimu,lalu melangkahlah dalam perih itu, sahabat akan bersedia mendampingimu, merapatkan hati tuk saling menguatkan saat jalan kebahagian penuh kerikil tajam tanpa harus menghindarinya.
able :
Saat telah kutemukan kuncinya, aku tak perlu takut lagi terkurung didalamnya.
menapak dengan penuh kesadaran,meski langkah tak lagi tegap, dan dunia seolah tak bersahabat namun hidup tetap harus berjalan,meski kerikil tajam coba untuk hentikan tapi langkah tak boleh gontai,sebab jalan tak lagi sendirian.
secret :
Berteman duka kau akan sengsara,berteman cinta kau juga akan terluka dan berduka tapi kau akan mengecap nikmatanya bahagia...
I wanna be with you.....
Senandung Rasa
Minggu, 12 Desember 2010
Fog...
kabut kelabu membungkus pagi
menyamarkan pandangan dari cahaya
kabut tipis yang enggan disibakkan cahaya mentari
terlalu angkuh untuk pergi
kabut yang tetap bertahan meski senja turun
saat mentari memberikan singgasananya pada bulan
kabut yang tetap enggan untuk pergi
berkeras hati dengan diri sendiri
terlalu bangga dengan kekakuan diri
terlalu...untuk segala hal
Senin, 11 Oktober 2010
Story part-2
Kesadaran ini kenapa baru datang sekarang? Apa aku terlambat beberapa tahun? Aku merayakan kebahagiaan saat kau merasakannya, aku ingin menangkap inti masalahmu saat kau kesal pada sesuatu-tanpa aku perlu larut dalam kekesalan. Aku ingin mencintaimu dengan tulus tanpa takut tersakiti, karena meskipun cinta itu menyakitiku, aku tidak akan pernah menyesal telah melatih hatiku untuk baik pada diri sendiri-memberikan kebaikan dengan tulus- karena ini tidak tentang siapa yang dicintai tapi bagaimana mencintai, sehingga kelak aku tidak perlu membencimu, bukankah tidak suka bukan berarti harus menyakiti? Aku ingin mengingatmu dengan kenangan yang baik, menjadikan kenangan sebagai harta karun yang tak akan hilang.
Semua ini tentang bagaimana memahami (untuk orang2 tersayang, semoga selalu dekat dihati)
Minggu, 05 September 2010
Ulang Tahun
Apakah sekedar perayaan tiup lilin, nyanyian happy b'day, dan acara potong kue?
Atau jalan2 menghabiskan waktu bersama teman, menikmati acara kumpul dan makan2?
Sehingga, jadikan perayaan ini perbaikan gizi dan senang2
Ulang tahun tahun ini
Apakah sekedar mengulang tahun2 sebelumnya dan menghitung pertambahan usia
Dengan tumpukan kado2 doa yang tak akan berarti apa2 jika tak ada usaha
Atau senyum sumringah, sinar mata bahagia, lalu semua berlalu begitu saja
Tahun-tahun yang sama
Atau ada yang berbeda?
Tak bisa diucapkan selamat berbahagia
Karena tak ada yang tahu apa yang tersembunyi
Selamat ulang tahun
Selamat bagimu yang menjemputnya dengan perbaikan diri
Selamat bagimu yang bersedia merenungi lintasan waktu yang berlalu, usia yang bertambah, dan impian yang akan diraih
Selamat bagimu yang menetapkan Allah sebagai satu-satunya sandaran tempat segala harapan, doa, dan usaha tercurahkan
Maka, selamat menjemput kebahagiaan dengan cinta-Nya!
Jumat, 09 Juli 2010
Sunyi
Ada hati yang terbasuh noda kebencian
Ingin kubantu hapus secepat ia datang
Tapi nafsu membakarnya dengan prasangka
Yang tersisa, hanya hati yg porak-poranda oleh badai duka
Bagaimana kutenangkan sementara hatiku pun sama muramnya?
Akhirnya aku hanya berdiri diantara sunyi dan badai yg mereda
Berusaha memaknai segalanya sebagai pelajaran
Meski sunyi masih menyapa, tetap sama...
Jumat, 21 Mei 2010
Tentang Nurani
Itu langkahmu, tertatih perlahan-lahan menjauh
Apa yang sudah kau lakukan sehingga duka berhak singgah dihatimu?
Kemarilah, mari kita bicara
Dan tepis kabut perasangka diantara kita
Agar bening mata melihat bersih hati menilai
Jujur, pahit kebenaran itu diungkapkan
Tapi itulah pilihan
Kebenaran yang tak perduli penghormatan dan sanjungan
Atau hinaan sepanjang dia dipilihkan
Disandang dalam hati menjadi keteguhan, sandaran dan pelipur kesedihan
Memang benar telah sunyi jalan kebenaran
Saat orang telah beramai-ramai menjadikan gegap gempita malam atau hiburan
Sebagai pilihan melepas kejenuhan dan kesedihan
Lalu pulang tersandung-sandung dengan beban yang masih sama
Bahkan semakin bertambah beratnya
Itukah pilihan?
Berlari dariku karena kita sudah tak lagi sejalan dengan kebenaran
Kau abaikan aku dan biarkan aku tersuruk di ruang gelap hatimu
Membisu, tak mampu mengucap kebeningan sepatahpun
Karena telah kau bungkam Aku
Dengan minuman keras, pergaulan bebas dan kebahagiaan semu
Lalu setelah puas dosa menyergapmu, telah lelah jiwa ragamu
Kau datang padaku
Berbisik sendu dan malu-malu
Ingin kembali ke pangkuan nurani, mereguk ketenangan hati dari muara cinta-Nya yang tak bertepi
Kenapa begitu?
Hidup bukanlah permainan bongkar pasang yang selalu bisa kau sesuaikan dengan keinginan
Tak perduli kebenaran, hukum, atau segalanya
Manusia telah buta mata hati
Tak akan perduli nuraninya mati, tersia-sia
Maka menyesallah dan berduka sampai segalanya kembali berguna
Selasa, 23 Maret 2010
Memahamimu
Memahami seluk beluk perasaanmu dan apa yang tersembunyi di palung hatimu
Engkau tahu? Aku sedang berusaha meski kaku, meski ragu
Ataupun terselip malu
Tapi aku sungguh ingin memahamimu
Agar kita tak hanya saling pandang dengan senyum kelu
Atau tatapan cinta malu-malu
Agar dapat ku rengkuh bahumu, kupeluk tubuhmu
Dan kita bisa berbagi cerita tentang apa saja
Seperti halnya wanita biasa
Aku tersenyum membayangkannya
Merasa bangga dengan apa yang kuminta
Dan berujung semu dengan apa yang sudah kuupayakan
Ternyata belum apa-apa, belum cukup bermakna untuk membuatmu mengerti
Segala tanda-tanda cinta yang ku kirim
Atau aku harus mendekat padamu?
Mengetuk pintu hatimu, dan memanggil mesra namamu
Tapi mendadak aku malu, ternyata aku masih malu
Kadang aku geram pada diriku
Pasrah pada akhirnya dan ingin engkau saja yang lebih memahamiku
Harapan yang bertabur mimpi yang selalu kusemai dalam setiap doa
Aku ingin mencintaimu semampuku
Ingin kau tahu bahwa saat-saat diamku
Atau rengut masam mukaku, bukan untuk membencimu
Tapi inginku yang tak sampai padamu
Ingin kau menjadi baik dalam pengetahuan agamaku yang baru seujung kuku
Ingin kau lebih menjaga auratmu agar terjaga kehormatanmu
Ingin kau lebih santun dalam sapa mesra pada cinta orang tua
Begitu banyak inginku
Ah..aku jadi malu tapi tak akan pernah berhenti
Untuk menghadirkan banyak mimpi setiap hari
Sebelum pertanyaan itu ku ajukan padamu
Mungkin sebaiknya inginku adalah untukku dulu
Agar cinta berwujud perbuatan tiada henti
Untuk bisa memahamimu sekali lagi
Tentang Sahabat
Cinta Ayah Bunda
Sabtu, 20 Februari 2010
Pemahaman Baru
Penghormatan, menghargai, mencintai, kesopanan, keramahan, dan segala hal tersebut membentuk manusia menjadi benar2 manusiawi yang sungguh dirindukan oleh semua orang. Kadang ada keinginan mengabaikan apa yang orang2 inginkan, tapi untuk mengenal se2orang kita perlu bersinggungan dengan orang tersebut. Ada pertengkarangan, ketidakcocokan, bahkan tingginya harga diri untuk mengakui kebenaran menjadi masalah berartinya sebuah hubungan. Kadang perlu juga penegasan bahwa "Hidupku adalah milikku", aku tidak ingin ada seorangpun yang mengatur kehidupanku sehingga semua harus berjalan “sebagaimana seharusnya” menurut mereka. Padahal setiap tanggung jawab dan resiko yang akan dihadapi harus ditanggung sendiri. Pada ti2k tertentu dalam setiap kehidupan se2orang, mereka bisa merasa bosan/jenuh, tapi pada prinsip tertentu dengan tingkat keangkuhan yang tinggi be2rapa orang enggan untuk mengakuinya, dengan beranggapan mereka punya kendali besar dalam hidupnya, atau sebenarnya mereka punya kepercayaan diri yang tinggi? who knows....
Kamis, 18 Februari 2010
Hujan sore hari
Gerimis halus turun, suasana yang menyenangkan, terasa nyaman. Cuma manusia yang sibuk sendiri menghindari hujan, mungkin mengeluhkan keadaan atau bahkan menyalahkan. Tapi bagiku ini suasana yang indah, jejak2 kesejukan yang tertinggal di dedaunan, menyegarkan rumput dan melembabkan jalan2 yang berdebu. Hembusan angin lembut menggoyang pepohonan seakan mengajaknya menari menciptakan keindahan tersendiri. Bagiku ini termasuk nuansa romantis yang indah, du2k diam sambil memandang keadaan di sekitar, sekedar membaca buku atau menyesap pemandangan, menyegarkan perasaan. Atau coba rasakan melihat langit cerah di malam hari, saat bintang2 dan bulan dengan cahaya keemasaannya memberikan lukisan langit yang paling indah. Rasi bintang terbentuk, menjadi peta perjalanan bagi orang2 nun jauh di suatu tempat. Segala disekeli2ngmu terasa indah jika kau bisa melihat dari sudut yang berbeda. Kebahagiaan itu tidak selalu dengan sesuatu yang megah dan mewah, tapi dari hal2 yang sederhana dan bermakna akan memberikan nilai bahagia yang lebih mendalam. Pernah mendaki gunung? Dari atas sana kau bisa melihat seluruh alam terbentang, terlihat sangat kecil dan rapuh, tertu2p awan tebal yang menaunginya membuatmu seolah berada di tempat tertinggi, melihat seluruh kepadatan dari sudut yang tertinggi membuat segalanya menjadi sederhana, sederhana yang indah dan membahagiakan.
Cerita masa lalu
Apa yang Ku rasa saat ini mungkin dapat terangkum dlm ungkapan sederhana berikut ini:) "Jalan itu Sulit, Kadang Terasa Berat dan Mendaki, Aq Cuma Ingin Kembali dan Mengingat Semua yang Indah, tapi Aq Tak Punya Banyak Waktu Kalau Hanya untuk Bermain-main dengan Waktu, karena Aq Sendiri Sudah Menjadi Sisa2 yg Sia2, Lalu Harus Bagaimana? Waktu Bertanya tapi Kebohongan yang Berbicara, Hatiku Buta atau Mata yang Tak Lagi Bercahaya? Sepertinya Kebalik Ya? Hati yang Tak Lagi Bercahaya Sehingga Membutakan Mata, Tadi Banyak Hal yg Indah Terlihat, Hanya Saja Aq Tidak Punya Kesanggupan Menahan Hati Menjaga Diri, Lalu Sepi Menyapa dan Nafsu yang Bekerja, Banyak Dosa yang Sudah Terbuat, Sepi itu Indah, Terkadang Menjadi Terasing adalah Kebahagiaan, namun Aq Terlalu Takut Menghadapinya, lalu Dimana Sunyi yang Dulu Ingin ku lepaskan Diri Darinya? Sekarang Rindu Menyapa tapi Sepertinya Sudah Tak Bermakna, Aq Lupa pd Dunia yg Dulu Ingin ku Tinggalkan, Dulu Aq Pernah Merasa Terasing dan Menyingkirkan Indah yang Mungkin Tercipta, Aq Tak Pernah Puas Barangkali itu Saja Jawabannya, Lupa, Luka, dan Dusta, Sepertinya Dengan itu Banyak ku Lalui Waktu, Lalu Aq Harus Bagamana? Saat Itu Ada Sesuatu yang Menyapa Diam Saja, Ada Ragu Bertanya, Benarkah Rasa ini Pantas Singgah, atw Sudah Waktunya? Lama Waktu ku Paksa Hati Berkata, Berdialog Dalam Banyak Rasa, Ternyata Ini Bkn Cinta, Hanya Keterburuan Emosi untuk Memaknainya, Barangkali...."