Selasa, 21 Desember 2010

Risallah 2 hati (Part-2)

Hanya ingin mengingatkan bahwa kita punya "risallah 2 hati"

Sacre: risallah kita masih berlanjut jadi apa?

Able: jadi tak kutemukan apa-apa

Sacre: hanya curahan tanpa makna?

Able: Terlalu dalam kumaknai, hingga aku terhanyut olehnya, lalu kutanya pembuat rangkain kata itu, tapi tak kutemukan hati yang sama.

Sacre: saat tanya tak berbalas kata, diam mungkin jawaban yang sempurna, dengannya hening mampu membeningkan rasa.  Hatimu, tetapkah sama? aku rindu senyum yang kukenal, dulu..jauh sebelum keterasingan membawamu pergi. Hati kita banyak bicara, tapi..akankah senyum tetap menggariskan keakraban yang sama saat kita berjumpa? itu ragu yang berdenting dikepalaku

Able: Lama aku berpikir dan bertanya pada hatiku, apakah ia sama seperti yang dulu atau telah berubah. Namun senyum hanya jawabnya. Tak perlu pula kau ragu, saat raga tak sempat bicara pada nyata yang tak terpercaya, karena hati tahu segala. Jika aku terlihat berbeda, namun hatiku tetap setia. Pada mimpi yang terangkai bersama, dalam hening aku terluka, namun aku tetap setia. Aku masih serupa laksana pohon randu, meski kapuk-kapuknya telah berterbangan aku tetap berdiri ditempatku....

Sacre: lama kumaknai rangkaian kata yg terbias rindu di dalamnya, aq tersenyum. Ragu yang mendinginkan hati telah pergi, mungkin tak apa jika bisu tetap menyapa saat raga bersua. Kita hanya perlu memandang bagai bercermin, saat kau atau aku memulai semua dengan senyum, maka kita bisa mencairkan suasana, menjadikan hangat melingkupi hati.


Able: Terpaku aku pada sendu yang hangatkan jiwaku, pada sedan yang coba kutahan di kerongkongan. Aku tersenyum dalam haru, dalam dingin yang penuh kehangatan.





Sacre: ceria menyergap tiba-tiba, dan lihatlah..kini aku tertawa!! suka dan duka memang bagian dari diri kita, bisa datang dan pergi tiba-tiba semudah kita memilihnya. 


Able:  Sesaat kupejamkan mata, untuk menemukan tawa yang kupunya, lalu kulihat simpul penuh makna tergaris di ujung bibirku,,,lalu kusadari bahwa mengingat tawamu mampu membuatku tertawa. Andai akasia itu bisa bicara dia akan merindukan kita berdua saat duduk dibawahnya merangkai impian bersama meski hanya mata yang bicara dan diam mewakili segalanya....

Sacre: tahukah engkau, aku adalah dirimu...kebahagiaan itu berpilin, terbang, menyatu di udara, bahagia yang tak tergenggam tapi bisa dirasa seperti udara.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar