Selasa, 23 Maret 2010

Tentang Sahabat


Sahabat, berhenti sejenak
Mari kita renungi perjalanan kita
Menelusuri jalan-jalan yang pernah kita lalui
Menyesapi setiap ruang dan waktu yang kita isi dengan canda, tawa, ataupun berbagi duka cita
Aku berbahagia pernah menjadi bagian dalam episode kehidupan
Memberikan kenangan yang ceritanya tak kan usang
Sahabat, terkadang kesal dan marah menjadi warna dalam keseharian kita
Bukan berarti menghentikan kepedulianku atas apa yang menjadi inginmu
Hanya saja ingin kita terbentur oleh dinding perbedaan
Dalam pemahaman, keputusan, dan tujuan
Lalu, tiba-tiba kita berhenti bicara
Seolah-olah kita adalah dua orang asing yang bersua tanpa sengaja
Saling mengalihkan pandang atau menyapa ragu-ragu jika tak dapat mengelakkan diri saat bertemu
Jujur aku tak ingin begitu, menjadi orang yang tak berarti apa-apa bagimu
Mengabaikan semua seolah tak terjadi sesuatu
Namun biarkan hening menyapa kita sejenak
Dengan diam bisa memberi kita waktu untuk lebih sabar dan dewasa
Aku tahu maksud baikmu, tapi berilah kepercayaan padaku
Beri kesempatan untuk menunjukkan apa yang baik menurutku
Sungguh...
Jika masih banyak kekurangan dan kesalahan
Maka kau orang pertama yang kan kutanya
Meminta kejujuran dan nasihat perbaikan
Agar aku lega karena ada tempat bersandar
Dan aku berbahagia menyadari dibalik marahmu ada ketulusan dan kasih sayang
Maafkan maksudku, maafkan lisanku
Aku hanya ingin tetap jadi sahabat baikmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar