Jumat, 26 Februari 2021

My lonely journey

Terkadang, sepi terasa menggigit 
Saat masalah mengambang di udara dan menyesakkan dada.
Kesunyian mampu meluruhkan air mata sebagai saksi lemahnya jiwa menanggung duka.
Tapi kenapa, kesendirian itu tetap diharapkan? Tetap diinginkan sebagai pelampiasan untuk peroleh ketenangan.
Saat sendiri setiap pertanyaan menemukan perenungan yang dalam
Menggali kebijaksanaan diri untuk belajar menerima
Kesedihan, kesulitan dan segala permasalahan adalah bagian dari takdir diri.
Semua memiliki waktunya
Ada permulaan dan akhir
Baik untuk kesedihan ataupun bahagia.
Yang paling kau butuhkan adalah kesabaran untuk melewati setiap momentum nya 
Tanpa cela, hanya lihat dan terima
Buka hati untuk meresapi rasa sakit itu
Menghayati nya perlahan tanpa perlawanan
Biarkan jiwamu menjadi kuat dalam kesendirian.

Kamis, 30 Juli 2020

Kembali Memahami

Kualitas mu yang sesungguhnya tidak ditentukan oleh penilaian orang. 

Kualitas mu ditentukan dari bagaimana kamu berjuang menjaga ibadah mu menjadi amalan rahasia sehingga kamu mencapai ikhlas yang dengannya mendekatkanmu padaNya. 

Seringkali keluarga tidak memberi mu kebahagiaan sejati karena memang bukan mereka yang mampu menciptakan itu semua karena hanya hubungan terbaik mu dengan pencipta yang memuluskan langkah mu untuk bahagia.

Ya..... apresiasi positif, ungkapan terimakasih adalah timbal balik yang kamu harapkan dari hubunganmu dengan sesama, dan itu sangat manusiawi. 

Tapi jika keinginan mu untuk diakui itu mempengaruhi seluruh emosi dan fikiranmu maka kamu terjebak dalam halusinasi kosong yang mengosongkan nilai kebaikanmu disisiNya.

Beribadah tanpa pahala membuat mu akan sulit bahagia atas pencapaian positif yang sudah kamu lakukan.

Maka sebelum melakukan kebaikan berdoalah, lalu abaikan penglihatan manusia agar kamu merasa kesucian ibadah terbaikmu hanya untukNya.

Merahasiakan kebaikan memungkinkan mu meminimkan rasa kecewa, ada dan tiada tak terlalu menggoyangkan emosi jiwa.

Minggu, 15 Maret 2020

C.I.N.T.A :D

Cinta. 5 huruf dengan makna tak terhingga.

Jika seseorang bosan dengan cinta, bisa jadi dia sering kecewa karena cinta.

jika seseorang muak dengan cinta, bisa jadi dia dikhianati yang tercinta.

jika seseorang mudah sekali jatuh cinta, bisa jadi dia terlalu mengumbar cinta.

jika seseorang gila karena cinta, bisa jadi karena dia berlebihan mencinta.

jika seseorang tak butuh cinta, bisa jadi dia belum pernah merasakan indahnya cinta.

jika seseorang tak punya kata-kata menjabarkan cinta, bisa jadi dia sedang jatuh cinta.

jika seseorang teguh berusaha untuk cinta, bisa jadi dia pejuang cinta.

jika seseorang merasakan nikmatnya mencintai Allah, maka dialah pejuang cinta yang sesungguhnya.
Muslim, Mukmin, Mukhlis
cintailah sekedarnya dan mendekatlah pada sang pemilik cinta
sehingga cintamu tak terhingga
hingga berlabuh di surga

Cinta. Jika kau tak bisa memaknainya, jangan cemari dengan tindakan tak bermakna.

Selasa, 02 April 2019

The Truth

Apa itu harga diri?
Kenapa harus gengsi?
Sepanjang itu bernilai kebaikan
Maka lakukan
Jangan menunda dengan berbagai alasan
Kematian sudah dipastikan
Namun jaminan masih ditangguhkan

Jangan menunda kebaikan dengan berbagai alasan
Jangan pernah meremehkan dan menolak kebenaran
Bertahanlah dengan ketulusan hatimu
Paksa untuk menerima kebenaran
Paksa untuk menjadi baik
Takutlah pada akhir yang buruk
Lakukan kebaikan sebelum kesempatan itu hilang
Berjuang menahan berbagai emosi yang datang 

Senin, 20 Agustus 2018

Sabar dan Cintaku

Cintaku tulus namun belum kuperjuangkan dengan sepenuh kesabaran. Saat pertama kali anak kedua ku lahir. Perasaan bersalah begitu mengganggu ku. Aku bertekad aku akan lebih memperhatikan si sulung, menjanjikan banyak hal baik yang akan kulakukan bersama nya. Pada awalnya aku merealisasikan semua itu dengan sungguh-sungguh. Namun seiring berjalannya waktu aku terbiasa fokus pada anak kedua dan mulai mengabaikan si sulung. Dia jadi pelampiasan emosiku karena lelah dan terabaikan. Aku sering memarahi nya berharap dia mengerti banyak hal di usia nya yang belum genap 3 tahun. Aku egois. Saat kesalku memuncak, aku hanya memikirkan sedihku sendiri, bagaimana dengan anak anak? Padahal aku memilih menjadi ibu rumah tangga semata karena ingin bisa dekat dan fokus merawat mereka. Maafkan ibu sayang. Banyak sekali kekurangan ku sebagai seorang ibu. 

Setelah menjadi ibu pun aku baru tahu bahwa cinta tidak bisa terbagi tapi berganda berkali lipat. Sebuah singgasana yang memiliki tempat berbeda yang setara. Saat menatap kedua putraku aku merasakan perasaan cinta dan kasih sayang yang meluap kepada mereka, kepada masing-masing pribadi nya.

Sabtu, 27 September 2014

Duri penebar luka

Jangan jadi duri penebar luka. Jangan jadikan lisan kita sebagai sumber dusta, penebar prasangka, atau pembuka rahasia sehingga tiada siapapun merasa aman dari lisan kita. Berghibah, mencela, menyiksa hati dengan perihnya kata-kata. Lupakah kita, atau bahkan mengabaikan fakta bahwa Rasulullah bersabda "tidak dikatakan beriman seseorang jika saudaranya tidak aman dari kejahatan tangan dan lisannya". Alangkah tingginya makna persaudaraan dalam islam, kita tidak boleh menusuk dari belakang, menjadikan diri kita seperti ember bocor yang tak memberi manfaat apa-apa selain hanya dikenal sebagai "ember". Jika itu saja sudah memuaskan kita maka tampaklah betapa rendahnya cita-cita kita, alangkah lemahnya iman kita menerima nikmatnya bisikan-bisikan setan untuk menikmati mentahnya daging saudara seiman, dan mempermalukan diri kita yang menjadikan fungsi kemuliaan khalifah dimuka bumi menjadi perusak, jahiliyah di kehidupan modern yang serba maju. 
 
Alangkah beratnya menjaga lisan, harus berfikir sebelum bicara. Menyampaikan di saat yang tepat, diikuti kesabaran untuk menahan diri dari hal-hal yang menyakitkan ketika kebenaran tidak diterima, ketika kita tidak disukai di saat memilih jalan yg berbeda, jalan yang disukai Allah. Menjadi terasing, membuang penat dunia dengan mengingat mati sehingga keinginan menabung amal mengharap ridho Ilahi, menjadi satu-satunya cita-cita penghibur hati, bahwa dunia bukan apa-apa. Sejatinya kita hanya seorang pengembara yang beristirahat sejenak, melepas lelah dan dahaga sebelum kembali melanjutkan perjalanan pulang.

Selasa, 23 September 2014

31 maret 2014

(recap)
bismillahirrahmanirrahim...
I'm really grateful, full of blessing to Allah.
Tadi baru menghabiskan waktu berbincang dengan ayah tercinta. Like father like daughter, we really have common thing to talk about, lately we have much similar though to plan something. Bicara dengan papa mencipta ketenangan dan penyelesaian masalah dengan logika terbaik. Suka sekali berbagi masalah dengan beliau karena seringkali tercipta solusi-solusi yang netral dan membangun. I know, he is not perfect father and so do I, cos i'm not perfect daughter, after all we try to understand each other. 

From this point, we know that Allah create us with opposite gender to complete each other. Saya tahu bicara dengan seseorang yang memiliki pola pemikiran yang sama itu sangat menyenangkan, kita bisa saling mendukung bahkan kita bisa menciptakan sebuah rencana dengan ide-ide yang terbangun dengan kerjasama yang baik. Tapi seringkali dalam hidup seseorang berjodoh dengan orang yang sangat berbeda dengannya, kenapa? 

Kembali ke takdir awal, man is for woman begitu juga sebaliknya, dua makhluk yang berbeda dalam segala hal tapi ditakdirkan untuk bersama, kenapa? Untuk saling melengkapi dan mengimbangi sehingga menciptakan kolaborasi terbaik dan kebahagian terbaik. Tapi seringkali kita tak cukup berusaha membuat perbedaan itu menjadi warna dalam keseharian kita. Banyak orang menjadikan perbedaan sebagai kerikil-kerikil atau batu sandungan besar yang membuat kita berhenti melangkah, menyerah kalah. 

Kembali mencoba memikirkan, bertemu, bercengkrama dengan seseorang yang memahami kita yang memiliki pemikiran yang sesuai dengan kita dan sekian banyak persamaan membuat detik waktu tak pernah terasa bergulir. Menyenangkan? Tentu. Tapi setelahnya akan membosankan, itu yang sering kita abaikan. Manusia itu makhluk yang cepat bosan. Dan bersama orang yang memiliki 80% persamaan denganmu akan membuatmu tak memiliki tantangan, hidup akan terasa monoton karena dia tahu segala hal, dengan seluas pengertian dengan sepenuh pemahaman. Bahkan mungkin apa yang terlintas dipikiranmu bisa tertebak tanpa sengaja olehnya. Ini pemikiran saja, mencari sebanyak mungkin sisi positif tentang adanya perbedaan.

Dari permulaan penciptaan manusia, kita berbeda. ada Adam dan Hawa
dari perbedaan yang luar biasa itu tersimpan makna yang dalam, tersimpan mutiara ibadah dari perjuangan untuk bersabar dan sebuah pengertian. Tapi jangan cemas oleh keadaan yang memang belum nampak, sesuatu yang ghaib. Karena memahami pasangan hidup itu seperti misteri , menyibak hatimu sendiri penuh dengan telisik tanda tanya yang menyulam pengetahuan secara perlahan.

Perbedaan mengajarkan kita belajar mengkomunikasikan segala hal. Terkadang '' memaksa'' kita untuk bicara meski pada saat hati tidak siap untuk menyampaikan sesuatu. Dari ketidaksiapan mental itu kita ''dipaksa'' lagi untuk belajar strategi berkomunikasi, kapan menyampaikan, kapan menahan dan melepaskan uneg-uneg pada waktu dan kondisi yang memungkinkan.

Perbedaan itu ''memaksa'' kita untuk masuk ke dalam pemikiran orang lain, membuat kita tahu tingkat pemahaman seseorang, bicara sesuai kemampuan yang menerima dan mengetahui cara mengolah kata.

Perbedaan itu membuat hidup penuh warna, meski kadang hitam pekat atau kelabu yang samar bahkan bisa merah yang menyilaukan. ''memaksa'' kita menerima tantangan setiap hari, memahami sepotong hati yang lain.

Perbedaan itu membuat kita dewasa mengendalikan rasa dan mengolah logika, ''memaksa'' kita mencipta kata yang bermakna sehingga mampu mengikat hati yang berbeda.

Perbedaan itu ''memaksa'' kita menerima kebahagian di luar dunia kita, membuat kita merasakan banyak kombinasi rasa yang tak pernah kita rasakan sebelumnya, mengejutkan.

Perbedaan itu ''memaksa'' kita mengajarkan orang lain mengerti keinginan hati kita ''menyeret''nya masuk ke dalam dunia kita dan merasakan kebahagiaan yang berbeda dari kebiasaannya.

Perbedaan itu adalah aku, kamu, mereka, dan kita. Semuanya berbeda tapi seringkali kita tidak memaksa diri untuk menerima ''perbedaan'' itu sendiri. Kita baru sekedar tahu tapi belum membangun kesadaran untuk menerima dengan keluasan hati bahwa kita berbeda.

Perbedaan itu ''memaksa'' kita menghadapi rasa takut menghadapi keasingan di luar diri kita, memahami bahwa kita tak sama.

Perbedaan menyadarkan kita untuk tahu hebatnya Sang Pencipta, yang menjadikan kita begitu berbeda satu sama lain, memberikan ujian dan tantangan, sehingga kita terlatih untuk menjaga keistiqomahan pada jalan kebenaran dan menjadikan perbedaan untuk saling mengenal dan mengikat persaudaraan.