Selasa, 02 April 2019

The Truth

Apa itu harga diri?
Kenapa harus gengsi?
Sepanjang itu bernilai kebaikan
Maka lakukan
Jangan menunda dengan berbagai alasan
Kematian sudah dipastikan
Namun jaminan masih ditangguhkan

Jangan menunda kebaikan dengan berbagai alasan
Jangan pernah meremehkan dan menolak kebenaran
Bertahanlah dengan ketulusan hatimu
Paksa untuk menerima kebenaran
Paksa untuk menjadi baik
Takutlah pada akhir yang buruk
Lakukan kebaikan sebelum kesempatan itu hilang
Berjuang menahan berbagai emosi yang datang 

Senin, 20 Agustus 2018

Sabar dan Cintaku

Cintaku tulus namun belum kuperjuangkan dengan sepenuh kesabaran. Saat pertama kali anak kedua ku lahir. Perasaan bersalah begitu mengganggu ku. Aku bertekad aku akan lebih memperhatikan si sulung, menjanjikan banyak hal baik yang akan kulakukan bersama nya. Pada awalnya aku merealisasikan semua itu dengan sungguh-sungguh. Namun seiring berjalannya waktu aku terbiasa fokus pada anak kedua dan mulai mengabaikan si sulung. Dia jadi pelampiasan emosiku karena lelah dan terabaikan. Aku sering memarahi nya berharap dia mengerti banyak hal di usia nya yang belum genap 3 tahun. Aku egois. Saat kesalku memuncak, aku hanya memikirkan sedihku sendiri, bagaimana dengan anak anak? Padahal aku memilih menjadi ibu rumah tangga semata karena ingin bisa dekat dan fokus merawat mereka. Maafkan ibu sayang. Banyak sekali kekurangan ku sebagai seorang ibu. 

Setelah menjadi ibu pun aku baru tahu bahwa cinta tidak bisa terbagi tapi berganda berkali lipat. Sebuah singgasana yang memiliki tempat berbeda yang setara. Saat menatap kedua putraku aku merasakan perasaan cinta dan kasih sayang yang meluap kepada mereka, kepada masing-masing pribadi nya.

Sabtu, 27 September 2014

Duri penebar luka

Jangan jadi duri penebar luka. Jangan jadikan lisan kita sebagai sumber dusta, penebar prasangka, atau pembuka rahasia sehingga tiada siapapun merasa aman dari lisan kita. Berghibah, mencela, menyiksa hati dengan perihnya kata-kata. Lupakah kita, atau bahkan mengabaikan fakta bahwa Rasulullah bersabda "tidak dikatakan beriman seseorang jika saudaranya tidak aman dari kejahatan tangan dan lisannya". Alangkah tingginya makna persaudaraan dalam islam, kita tidak boleh menusuk dari belakang, menjadikan diri kita seperti ember bocor yang tak memberi manfaat apa-apa selain hanya dikenal sebagai "ember". Jika itu saja sudah memuaskan kita maka tampaklah betapa rendahnya cita-cita kita, alangkah lemahnya iman kita menerima nikmatnya bisikan-bisikan setan untuk menikmati mentahnya daging saudara seiman, dan mempermalukan diri kita yang menjadikan fungsi kemuliaan khalifah dimuka bumi menjadi perusak, jahiliyah di kehidupan modern yang serba maju. 
 
Alangkah beratnya menjaga lisan, harus berfikir sebelum bicara. Menyampaikan di saat yang tepat, diikuti kesabaran untuk menahan diri dari hal-hal yang menyakitkan ketika kebenaran tidak diterima, ketika kita tidak disukai di saat memilih jalan yg berbeda, jalan yang disukai Allah. Menjadi terasing, membuang penat dunia dengan mengingat mati sehingga keinginan menabung amal mengharap ridho Ilahi, menjadi satu-satunya cita-cita penghibur hati, bahwa dunia bukan apa-apa. Sejatinya kita hanya seorang pengembara yang beristirahat sejenak, melepas lelah dan dahaga sebelum kembali melanjutkan perjalanan pulang.

Selasa, 23 September 2014

31 maret 2014

(recap)
bismillahirrahmanirrahim...
I'm really grateful, full of blessing to Allah.
Tadi baru menghabiskan waktu berbincang dengan ayah tercinta. Like father like daughter, we really have common thing to talk about, lately we have much similar though to plan something. Bicara dengan papa mencipta ketenangan dan penyelesaian masalah dengan logika terbaik. Suka sekali berbagi masalah dengan beliau karena seringkali tercipta solusi-solusi yang netral dan membangun. I know, he is not perfect father and so do I, cos i'm not perfect daughter, after all we try to understand each other. 

From this point, we know that Allah create us with opposite gender to complete each other. Saya tahu bicara dengan seseorang yang memiliki pola pemikiran yang sama itu sangat menyenangkan, kita bisa saling mendukung bahkan kita bisa menciptakan sebuah rencana dengan ide-ide yang terbangun dengan kerjasama yang baik. Tapi seringkali dalam hidup seseorang berjodoh dengan orang yang sangat berbeda dengannya, kenapa? 

Kembali ke takdir awal, man is for woman begitu juga sebaliknya, dua makhluk yang berbeda dalam segala hal tapi ditakdirkan untuk bersama, kenapa? Untuk saling melengkapi dan mengimbangi sehingga menciptakan kolaborasi terbaik dan kebahagian terbaik. Tapi seringkali kita tak cukup berusaha membuat perbedaan itu menjadi warna dalam keseharian kita. Banyak orang menjadikan perbedaan sebagai kerikil-kerikil atau batu sandungan besar yang membuat kita berhenti melangkah, menyerah kalah. 

Kembali mencoba memikirkan, bertemu, bercengkrama dengan seseorang yang memahami kita yang memiliki pemikiran yang sesuai dengan kita dan sekian banyak persamaan membuat detik waktu tak pernah terasa bergulir. Menyenangkan? Tentu. Tapi setelahnya akan membosankan, itu yang sering kita abaikan. Manusia itu makhluk yang cepat bosan. Dan bersama orang yang memiliki 80% persamaan denganmu akan membuatmu tak memiliki tantangan, hidup akan terasa monoton karena dia tahu segala hal, dengan seluas pengertian dengan sepenuh pemahaman. Bahkan mungkin apa yang terlintas dipikiranmu bisa tertebak tanpa sengaja olehnya. Ini pemikiran saja, mencari sebanyak mungkin sisi positif tentang adanya perbedaan.

Dari permulaan penciptaan manusia, kita berbeda. ada Adam dan Hawa
dari perbedaan yang luar biasa itu tersimpan makna yang dalam, tersimpan mutiara ibadah dari perjuangan untuk bersabar dan sebuah pengertian. Tapi jangan cemas oleh keadaan yang memang belum nampak, sesuatu yang ghaib. Karena memahami pasangan hidup itu seperti misteri , menyibak hatimu sendiri penuh dengan telisik tanda tanya yang menyulam pengetahuan secara perlahan.

Perbedaan mengajarkan kita belajar mengkomunikasikan segala hal. Terkadang '' memaksa'' kita untuk bicara meski pada saat hati tidak siap untuk menyampaikan sesuatu. Dari ketidaksiapan mental itu kita ''dipaksa'' lagi untuk belajar strategi berkomunikasi, kapan menyampaikan, kapan menahan dan melepaskan uneg-uneg pada waktu dan kondisi yang memungkinkan.

Perbedaan itu ''memaksa'' kita untuk masuk ke dalam pemikiran orang lain, membuat kita tahu tingkat pemahaman seseorang, bicara sesuai kemampuan yang menerima dan mengetahui cara mengolah kata.

Perbedaan itu membuat hidup penuh warna, meski kadang hitam pekat atau kelabu yang samar bahkan bisa merah yang menyilaukan. ''memaksa'' kita menerima tantangan setiap hari, memahami sepotong hati yang lain.

Perbedaan itu membuat kita dewasa mengendalikan rasa dan mengolah logika, ''memaksa'' kita mencipta kata yang bermakna sehingga mampu mengikat hati yang berbeda.

Perbedaan itu ''memaksa'' kita menerima kebahagian di luar dunia kita, membuat kita merasakan banyak kombinasi rasa yang tak pernah kita rasakan sebelumnya, mengejutkan.

Perbedaan itu ''memaksa'' kita mengajarkan orang lain mengerti keinginan hati kita ''menyeret''nya masuk ke dalam dunia kita dan merasakan kebahagiaan yang berbeda dari kebiasaannya.

Perbedaan itu adalah aku, kamu, mereka, dan kita. Semuanya berbeda tapi seringkali kita tidak memaksa diri untuk menerima ''perbedaan'' itu sendiri. Kita baru sekedar tahu tapi belum membangun kesadaran untuk menerima dengan keluasan hati bahwa kita berbeda.

Perbedaan itu ''memaksa'' kita menghadapi rasa takut menghadapi keasingan di luar diri kita, memahami bahwa kita tak sama.

Perbedaan menyadarkan kita untuk tahu hebatnya Sang Pencipta, yang menjadikan kita begitu berbeda satu sama lain, memberikan ujian dan tantangan, sehingga kita terlatih untuk menjaga keistiqomahan pada jalan kebenaran dan menjadikan perbedaan untuk saling mengenal dan mengikat persaudaraan.

Kamis, 24 Juli 2014

Untukmu para ibu yang dirumah

Copas dari Kiki Barkiah

Untukmu para ibu yang dirumah
Mengapa engkau masih galau dan gundah
Atas pilihan yang dianjurkan oleh syariah
Agar engkau tetap berada di rumah

Mengapa pula engkau harus iri dan cemburu
Atas selisih puluhan lembar ratusan ribu
Sedang kau memiliki begitu banyak waktu
Merawat mereka langsung dengan tanganmu
Serta menurunkan berjuta ilmu

Mengapa perasaanmu masih terasa berat
Atas perintah Allah untuk selalu taat
Pada suamimu yang meminta dengan sangat
Agar engkau dapat fokus merawat
Padahal dengannya surga menjadi begitu dekat

Andai kau tau bahwa peluang surgamu tidak jauh
Cukup bekerja ikhlas dan tanpa banyak mengeluh
Mendidik generasi yang berjiwa tangguh
Memberi nutrisi pada jiwa dan tubuh
Insya Allah kepuasan hatimu diisi Allah secara penuh

Memang betul kau berharap sebuah eksistensi
Merasa melakukan pekerjaan yang tak bergengsi
Seputar masak, sapu pel dan menyuci

Aaaah.... Itu karena kau tak menyadari
Anyunan sapumu berpahala seri
Dengan suami yang mencari rezeki
Yang berkemeja rapi dan berdasi

Aaaah..... Itu karena kau belum mengenal
Bahwa pilihanmu dibalas Allah dalam banyak hal
Pada sisi sisi lain yang tak mampu kau hafal
Kecuali kelak pekerjaan ini engkau tinggal

Aku mengerti kadang engkau resah
Dengan sekian lembar ijazah
Yang kau raih dengan susah payah

Aaaa...... Andai kau mengerti
Ilmumu begitu sangat berarti
Dalam mendidik generasi
Yang berkualitas dan bervisi

Aku tau kadang kau rindu seperti mereka
Yang setiap hari pergi berkendara
Keluar rumah untuj bekerja
Dan mengukir sejuta karya

Aaaaa...... itu karena kau tidak tau
Sebagian dari mereka merasa rindu
Mendapat kemewahan seperti dirimu
Yang selalu siap membuka pintu
Seperti engkau menyambut suamimu

Alhamdulillah wa syukurillah
Ketika suamimu hanya memintamu dirumah
Berarti ia siap bekerja keras mencari nafkah
Menyokong semua tanpa berkeluh kesah

Berada dirumah tak berarti tanpa arti
Semoga Allah memberikanmu jalan pengganti
Dalam meraih impian yang kau cari
Dari susut ternyaman di rumahmu sendiri

Maaf... Lukisan hati ini tak bermaksud membandingkan
Terhadap mereka yang berjasa mengambil peran
Keluar rumah dengan berjuta alasan perjuangan

Tulisan ini dibuat untuk menghibur hati
Para ibu yang merasa kehilangan eksistensi
Bahkan terkadang berkecil hati
Merasa diri begitu tak berarti

Untukmu para ibu yang dirumah
Mari ikhlaskan hatimu dan berpasrah
Agar peluang surga yang ada dirumah
Tak terhapus dengan keluh kesah

Rabu, 23 Juli 2014

Karena Engkau Adalah Ayah

Copas dari Kiki Barkiah

Karena engkau adalah ayah
Tanggung jawab di pundakmu begitu luar biasa
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar lelah mencari harta

Engkau tentukan masa depan keluarga
Jauh sebelum titik awal berumah tangga
Di tanah mana menyemai benih yang kau punya
Agar kelak memetik hasil berkualitas istimewa

Karena engkau adalah ayah
Pilihanmu bukanlah perkara sederhana
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar untuk puaskan nafsu semata

Engkau tentukan visi keluarga
Ke arah mana perahu akan mengembara
Dalam Al-quran tertulis firman-Nya
Bahwa tugasmu sebagai nahkoda
Menjaga diri dan keluarga dari panasnya api neraka

Karena engkau adalah ayah
Kebijakanmu adalah arah kemudi yang utama
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar mengalir begitu saja tanpa cita-cita

Engkau jadikan urusan agama
Sebagai perkara utama keluarga
Karena apapun yang diraih di dunia
Hanyalah bekal kehidupan sesungguhnya

Karena engkau adalah ayah
Kualitas agamamu adalah teladan keluarga
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar shalat 5 waktu saja

Doamu adalah senjata utama
Bahkan tertuang saat kau memilihkan nama
Bagi putra dan putrimu tercinta
Bahkan syariat pun berkata itulah hak anak atas ayahnya

Karena engkau adalah ayah
Nama yang kau pilih adalah doa
Maka tidaklah cukup jika engkau memilihnya
Sekedar terdengar indah saja

Engkau berikan anakmu pendidikan
Engkau ajarkan anakmu kebaikan
Engkau jaga anakmu dalam adab-adab islam
Engkau perintahkan anakmu melaksanakan kewajiban
Engkau hidupkan sunah rasul menjadi kebiasaan
Karena engkau tau mereka sebaik-baik simpanan
Dan ilmu darimu adalah sebaik-baik warisan

Karena engkau adalah ayah
Peranmu begitu besar dalam pengasuhan
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar kelayakan memberi makan dan pakaian

Engkau tebus mereka yang tergadaikan
Dengan akikah setelah kelahiran
Engkau tunaikan kewajiban mengkhitan
Sebagaimana islam memberi tuntutan

Dan kelak mereka engkau antarkan
Menuju gerbang pernikahan
Kepada siapa yang engkau percaya
Melanjutkan estafet kepemimpinan

Karena engkau adalah ayah
Sepadat apapun tuntutan pekerjaan
Tunaikanlah seluruh kewajiban
Agar dirimu selamat di hari pertanggungjawaban

Selasa, 08 Juli 2014

Idealis Penyelaras


Tipe Idealis Penyelaras dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala.

Tipe Idealis Penyelaras memiliki fantasi yang hidup, intuisi yang nyaris seperti mampu membaca masa depan, dan seringkali sangat kreatif. Begitu berkutat dengan sebuah proyek, mereka melakukan segala daya upaya untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka sering membuktikan diri sebagai pemecah masalah ulung. Mereka suka mendalami hingga ke akar permasalahan dan memiliki sifat ingin tahu alamiah serta haus akan pengetahuan. Pada saat bersamaan, mereka berorientasi praktis, terorganisir dengan baik, dan siap menangani situasi-situasi rumit dengan cara terstruktur dan pertimbangan matang. Ketika mereka berkonsentrasi pada sesuatu, mereka melakukannya dengan seratus persen – mereka sering begitu terbenam dalam sebuah pekerjaan sehingga melupakan hal lain di sekitar mereka. Itulah rahasia kesuksesan profesional mereka yang seringkali gilang gemilang.

Sebagai pasangan, tipe Idealis Penyelaras setia dan dapat diandalkan; hubungan permanen sangat penting bagi mereka. Mereka jarang jatuh cinta hingga mabuk kepayang dan juga tidak menyukai hubungan-hubungan asmara singkat. Kadang-kadang mereka sulit menunjukkan rasa sayang mereka dengan jelas sekalipun perasaan mereka dalam dan tulus. Dalam hal lingkaran pertemanan, semboyan mereka adalah: sedikit berarti lebih banyak! Sejauh menyangkut kenalan baru, mereka hanya dapat didekati hingga jarak tertentu; mereka lebih suka mencurahkan tenaga ke dalam pertemanan akrab yang jumlahnya sedikit. Tuntutan mereka kepada teman dan pasangan mereka sangat tinggi. Karena mereka tidak menyukai konflik, mereka akan diam sejenak sebelum menyuarakan masalah-masalah yang tidak memuaskan dan, ketika melakukannya, mereka berusaha sangat keras untuk tidak menyakiti siapa pun karenanya.