Alangkah
beratnya menjaga lisan, harus berfikir sebelum bicara. Menyampaikan
di saat yang tepat, diikuti kesabaran untuk menahan diri dari hal-hal
yang menyakitkan ketika kebenaran tidak diterima, ketika kita tidak
disukai di saat memilih jalan yg berbeda, jalan yang disukai Allah. Menjadi terasing, membuang penat dunia dengan mengingat mati sehingga
keinginan menabung amal mengharap ridho Ilahi, menjadi satu-satunya cita-cita penghibur hati, bahwa dunia bukan apa-apa. Sejatinya kita hanya seorang
pengembara yang beristirahat sejenak, melepas lelah dan dahaga
sebelum kembali melanjutkan perjalanan pulang.
"Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat" "Alhamdulillah 'ala kulli hal" ~Catatan dari Sudut Hati~
Sabtu, 27 September 2014
Duri penebar luka
Jangan
jadi duri penebar luka. Jangan jadikan lisan kita sebagai sumber
dusta, penebar prasangka, atau pembuka rahasia sehingga tiada
siapapun merasa aman dari lisan kita. Berghibah, mencela, menyiksa
hati dengan perihnya kata-kata. Lupakah kita, atau bahkan mengabaikan
fakta bahwa Rasulullah bersabda "tidak dikatakan beriman
seseorang jika saudaranya tidak aman dari kejahatan tangan dan lisannya". Alangkah tingginya makna persaudaraan dalam
islam, kita tidak boleh menusuk dari belakang, menjadikan diri kita
seperti ember bocor yang tak memberi manfaat apa-apa selain hanya
dikenal sebagai "ember". Jika itu saja sudah memuaskan kita
maka tampaklah betapa rendahnya cita-cita kita, alangkah lemahnya
iman kita menerima nikmatnya bisikan-bisikan setan untuk menikmati mentahnya
daging saudara seiman, dan mempermalukan diri kita yang menjadikan
fungsi kemuliaan khalifah dimuka bumi menjadi perusak, jahiliyah di
kehidupan modern yang serba maju.
Selasa, 23 September 2014
31 maret 2014
(recap)
bismillahirrahmanirrahim...
I'm really grateful, full of blessing to Allah.
Tadi baru menghabiskan waktu berbincang dengan ayah tercinta. Like father like daughter, we really have common thing to talk about, lately we have much similar though to plan something. Bicara dengan papa mencipta ketenangan dan penyelesaian masalah dengan logika terbaik. Suka sekali berbagi masalah dengan beliau karena seringkali tercipta solusi-solusi yang netral dan membangun. I know, he is not perfect father and so do I, cos i'm not perfect daughter, after all we try to understand each other.
From this point, we know that Allah create us with opposite gender to complete each other. Saya tahu bicara dengan seseorang yang memiliki pola pemikiran yang sama itu sangat menyenangkan, kita bisa saling mendukung bahkan kita bisa menciptakan sebuah rencana dengan ide-ide yang terbangun dengan kerjasama yang baik. Tapi seringkali dalam hidup seseorang berjodoh dengan orang yang sangat berbeda dengannya, kenapa?
Kembali ke takdir awal, man is for woman begitu juga sebaliknya, dua makhluk yang berbeda dalam segala hal tapi ditakdirkan untuk bersama, kenapa? Untuk saling melengkapi dan mengimbangi sehingga menciptakan kolaborasi terbaik dan kebahagian terbaik. Tapi seringkali kita tak cukup berusaha membuat perbedaan itu menjadi warna dalam keseharian kita. Banyak orang menjadikan perbedaan sebagai kerikil-kerikil atau batu sandungan besar yang membuat kita berhenti melangkah, menyerah kalah.
Kembali mencoba memikirkan, bertemu, bercengkrama dengan seseorang yang memahami kita yang memiliki pemikiran yang sesuai dengan kita dan sekian banyak persamaan membuat detik waktu tak pernah terasa bergulir. Menyenangkan? Tentu. Tapi setelahnya akan membosankan, itu yang sering kita abaikan. Manusia itu makhluk yang cepat bosan. Dan bersama orang yang memiliki 80% persamaan denganmu akan membuatmu tak memiliki tantangan, hidup akan terasa monoton karena dia tahu segala hal, dengan seluas pengertian dengan sepenuh pemahaman. Bahkan mungkin apa yang terlintas dipikiranmu bisa tertebak tanpa sengaja olehnya. Ini pemikiran saja, mencari sebanyak mungkin sisi positif tentang adanya perbedaan.
Dari permulaan penciptaan manusia, kita berbeda. ada Adam dan Hawa
dari perbedaan yang luar biasa itu tersimpan makna yang dalam, tersimpan mutiara ibadah dari perjuangan untuk bersabar dan sebuah pengertian. Tapi jangan cemas oleh keadaan yang memang belum nampak, sesuatu yang ghaib. Karena memahami pasangan hidup itu seperti misteri , menyibak hatimu sendiri penuh dengan telisik tanda tanya yang menyulam pengetahuan secara perlahan.
Perbedaan mengajarkan kita belajar mengkomunikasikan segala hal. Terkadang '' memaksa'' kita untuk bicara meski pada saat hati tidak siap untuk menyampaikan sesuatu. Dari ketidaksiapan mental itu kita ''dipaksa'' lagi untuk belajar strategi berkomunikasi, kapan menyampaikan, kapan menahan dan melepaskan uneg-uneg pada waktu dan kondisi yang memungkinkan.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita untuk masuk ke dalam pemikiran orang lain, membuat kita tahu tingkat pemahaman seseorang, bicara sesuai kemampuan yang menerima dan mengetahui cara mengolah kata.
Perbedaan itu membuat hidup penuh warna, meski kadang hitam pekat atau kelabu yang samar bahkan bisa merah yang menyilaukan. ''memaksa'' kita menerima tantangan setiap hari, memahami sepotong hati yang lain.
Perbedaan itu membuat kita dewasa mengendalikan rasa dan mengolah logika, ''memaksa'' kita mencipta kata yang bermakna sehingga mampu mengikat hati yang berbeda.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita menerima kebahagian di luar dunia kita, membuat kita merasakan banyak kombinasi rasa yang tak pernah kita rasakan sebelumnya, mengejutkan.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita mengajarkan orang lain mengerti keinginan hati kita ''menyeret''nya masuk ke dalam dunia kita dan merasakan kebahagiaan yang berbeda dari kebiasaannya.
Perbedaan itu adalah aku, kamu, mereka, dan kita. Semuanya berbeda tapi seringkali kita tidak memaksa diri untuk menerima ''perbedaan'' itu sendiri. Kita baru sekedar tahu tapi belum membangun kesadaran untuk menerima dengan keluasan hati bahwa kita berbeda.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita menghadapi rasa takut menghadapi keasingan di luar diri kita, memahami bahwa kita tak sama.
Perbedaan menyadarkan kita untuk tahu hebatnya Sang Pencipta, yang menjadikan kita begitu berbeda satu sama lain, memberikan ujian dan tantangan, sehingga kita terlatih untuk menjaga keistiqomahan pada jalan kebenaran dan menjadikan perbedaan untuk saling mengenal dan mengikat persaudaraan.
bismillahirrahmanirrahim...
I'm really grateful, full of blessing to Allah.
Tadi baru menghabiskan waktu berbincang dengan ayah tercinta. Like father like daughter, we really have common thing to talk about, lately we have much similar though to plan something. Bicara dengan papa mencipta ketenangan dan penyelesaian masalah dengan logika terbaik. Suka sekali berbagi masalah dengan beliau karena seringkali tercipta solusi-solusi yang netral dan membangun. I know, he is not perfect father and so do I, cos i'm not perfect daughter, after all we try to understand each other.
From this point, we know that Allah create us with opposite gender to complete each other. Saya tahu bicara dengan seseorang yang memiliki pola pemikiran yang sama itu sangat menyenangkan, kita bisa saling mendukung bahkan kita bisa menciptakan sebuah rencana dengan ide-ide yang terbangun dengan kerjasama yang baik. Tapi seringkali dalam hidup seseorang berjodoh dengan orang yang sangat berbeda dengannya, kenapa?
Kembali ke takdir awal, man is for woman begitu juga sebaliknya, dua makhluk yang berbeda dalam segala hal tapi ditakdirkan untuk bersama, kenapa? Untuk saling melengkapi dan mengimbangi sehingga menciptakan kolaborasi terbaik dan kebahagian terbaik. Tapi seringkali kita tak cukup berusaha membuat perbedaan itu menjadi warna dalam keseharian kita. Banyak orang menjadikan perbedaan sebagai kerikil-kerikil atau batu sandungan besar yang membuat kita berhenti melangkah, menyerah kalah.
Kembali mencoba memikirkan, bertemu, bercengkrama dengan seseorang yang memahami kita yang memiliki pemikiran yang sesuai dengan kita dan sekian banyak persamaan membuat detik waktu tak pernah terasa bergulir. Menyenangkan? Tentu. Tapi setelahnya akan membosankan, itu yang sering kita abaikan. Manusia itu makhluk yang cepat bosan. Dan bersama orang yang memiliki 80% persamaan denganmu akan membuatmu tak memiliki tantangan, hidup akan terasa monoton karena dia tahu segala hal, dengan seluas pengertian dengan sepenuh pemahaman. Bahkan mungkin apa yang terlintas dipikiranmu bisa tertebak tanpa sengaja olehnya. Ini pemikiran saja, mencari sebanyak mungkin sisi positif tentang adanya perbedaan.
Dari permulaan penciptaan manusia, kita berbeda. ada Adam dan Hawa
dari perbedaan yang luar biasa itu tersimpan makna yang dalam, tersimpan mutiara ibadah dari perjuangan untuk bersabar dan sebuah pengertian. Tapi jangan cemas oleh keadaan yang memang belum nampak, sesuatu yang ghaib. Karena memahami pasangan hidup itu seperti misteri , menyibak hatimu sendiri penuh dengan telisik tanda tanya yang menyulam pengetahuan secara perlahan.
Perbedaan mengajarkan kita belajar mengkomunikasikan segala hal. Terkadang '' memaksa'' kita untuk bicara meski pada saat hati tidak siap untuk menyampaikan sesuatu. Dari ketidaksiapan mental itu kita ''dipaksa'' lagi untuk belajar strategi berkomunikasi, kapan menyampaikan, kapan menahan dan melepaskan uneg-uneg pada waktu dan kondisi yang memungkinkan.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita untuk masuk ke dalam pemikiran orang lain, membuat kita tahu tingkat pemahaman seseorang, bicara sesuai kemampuan yang menerima dan mengetahui cara mengolah kata.
Perbedaan itu membuat hidup penuh warna, meski kadang hitam pekat atau kelabu yang samar bahkan bisa merah yang menyilaukan. ''memaksa'' kita menerima tantangan setiap hari, memahami sepotong hati yang lain.
Perbedaan itu membuat kita dewasa mengendalikan rasa dan mengolah logika, ''memaksa'' kita mencipta kata yang bermakna sehingga mampu mengikat hati yang berbeda.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita menerima kebahagian di luar dunia kita, membuat kita merasakan banyak kombinasi rasa yang tak pernah kita rasakan sebelumnya, mengejutkan.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita mengajarkan orang lain mengerti keinginan hati kita ''menyeret''nya masuk ke dalam dunia kita dan merasakan kebahagiaan yang berbeda dari kebiasaannya.
Perbedaan itu adalah aku, kamu, mereka, dan kita. Semuanya berbeda tapi seringkali kita tidak memaksa diri untuk menerima ''perbedaan'' itu sendiri. Kita baru sekedar tahu tapi belum membangun kesadaran untuk menerima dengan keluasan hati bahwa kita berbeda.
Perbedaan itu ''memaksa'' kita menghadapi rasa takut menghadapi keasingan di luar diri kita, memahami bahwa kita tak sama.
Perbedaan menyadarkan kita untuk tahu hebatnya Sang Pencipta, yang menjadikan kita begitu berbeda satu sama lain, memberikan ujian dan tantangan, sehingga kita terlatih untuk menjaga keistiqomahan pada jalan kebenaran dan menjadikan perbedaan untuk saling mengenal dan mengikat persaudaraan.
Kamis, 24 Juli 2014
Untukmu para ibu yang dirumah
Copas dari Kiki Barkiah
Untukmu para ibu yang dirumah
Mengapa engkau masih galau dan gundah
Atas pilihan yang dianjurkan oleh syariah
Agar engkau tetap berada di rumah
Mengapa pula engkau harus iri dan cemburu
Atas selisih puluhan lembar ratusan ribu
Sedang kau memiliki begitu banyak waktu
Merawat mereka langsung dengan tanganmu
Serta menurunkan berjuta ilmu
Mengapa perasaanmu masih terasa berat
Atas perintah Allah untuk selalu taat
Pada suamimu yang meminta dengan sangat
Agar engkau dapat fokus merawat
Padahal dengannya surga menjadi begitu dekat
Andai kau tau bahwa peluang surgamu tidak jauh
Cukup bekerja ikhlas dan tanpa banyak mengeluh
Mendidik generasi yang berjiwa tangguh
Memberi nutrisi pada jiwa dan tubuh
Insya Allah kepuasan hatimu diisi Allah secara penuh
Memang betul kau berharap sebuah eksistensi
Merasa melakukan pekerjaan yang tak bergengsi
Seputar masak, sapu pel dan menyuci
Aaaah.... Itu karena kau tak menyadari
Anyunan sapumu berpahala seri
Dengan suami yang mencari rezeki
Yang berkemeja rapi dan berdasi
Aaaah..... Itu karena kau belum mengenal
Bahwa pilihanmu dibalas Allah dalam banyak hal
Pada sisi sisi lain yang tak mampu kau hafal
Kecuali kelak pekerjaan ini engkau tinggal
Aku mengerti kadang engkau resah
Dengan sekian lembar ijazah
Yang kau raih dengan susah payah
Aaaa...... Andai kau mengerti
Ilmumu begitu sangat berarti
Dalam mendidik generasi
Yang berkualitas dan bervisi
Aku tau kadang kau rindu seperti mereka
Yang setiap hari pergi berkendara
Keluar rumah untuj bekerja
Dan mengukir sejuta karya
Aaaaa...... itu karena kau tidak tau
Sebagian dari mereka merasa rindu
Mendapat kemewahan seperti dirimu
Yang selalu siap membuka pintu
Seperti engkau menyambut suamimu
Alhamdulillah wa syukurillah
Ketika suamimu hanya memintamu dirumah
Berarti ia siap bekerja keras mencari nafkah
Menyokong semua tanpa berkeluh kesah
Berada dirumah tak berarti tanpa arti
Semoga Allah memberikanmu jalan pengganti
Dalam meraih impian yang kau cari
Dari susut ternyaman di rumahmu sendiri
Maaf... Lukisan hati ini tak bermaksud membandingkan
Terhadap mereka yang berjasa mengambil peran
Keluar rumah dengan berjuta alasan perjuangan
Tulisan ini dibuat untuk menghibur hati
Para ibu yang merasa kehilangan eksistensi
Bahkan terkadang berkecil hati
Merasa diri begitu tak berarti
Untukmu para ibu yang dirumah
Mari ikhlaskan hatimu dan berpasrah
Agar peluang surga yang ada dirumah
Tak terhapus dengan keluh kesah
Untukmu para ibu yang dirumah
Mengapa engkau masih galau dan gundah
Atas pilihan yang dianjurkan oleh syariah
Agar engkau tetap berada di rumah
Mengapa pula engkau harus iri dan cemburu
Atas selisih puluhan lembar ratusan ribu
Sedang kau memiliki begitu banyak waktu
Merawat mereka langsung dengan tanganmu
Serta menurunkan berjuta ilmu
Mengapa perasaanmu masih terasa berat
Atas perintah Allah untuk selalu taat
Pada suamimu yang meminta dengan sangat
Agar engkau dapat fokus merawat
Padahal dengannya surga menjadi begitu dekat
Andai kau tau bahwa peluang surgamu tidak jauh
Cukup bekerja ikhlas dan tanpa banyak mengeluh
Mendidik generasi yang berjiwa tangguh
Memberi nutrisi pada jiwa dan tubuh
Insya Allah kepuasan hatimu diisi Allah secara penuh
Memang betul kau berharap sebuah eksistensi
Merasa melakukan pekerjaan yang tak bergengsi
Seputar masak, sapu pel dan menyuci
Aaaah.... Itu karena kau tak menyadari
Anyunan sapumu berpahala seri
Dengan suami yang mencari rezeki
Yang berkemeja rapi dan berdasi
Aaaah..... Itu karena kau belum mengenal
Bahwa pilihanmu dibalas Allah dalam banyak hal
Pada sisi sisi lain yang tak mampu kau hafal
Kecuali kelak pekerjaan ini engkau tinggal
Aku mengerti kadang engkau resah
Dengan sekian lembar ijazah
Yang kau raih dengan susah payah
Aaaa...... Andai kau mengerti
Ilmumu begitu sangat berarti
Dalam mendidik generasi
Yang berkualitas dan bervisi
Aku tau kadang kau rindu seperti mereka
Yang setiap hari pergi berkendara
Keluar rumah untuj bekerja
Dan mengukir sejuta karya
Aaaaa...... itu karena kau tidak tau
Sebagian dari mereka merasa rindu
Mendapat kemewahan seperti dirimu
Yang selalu siap membuka pintu
Seperti engkau menyambut suamimu
Alhamdulillah wa syukurillah
Ketika suamimu hanya memintamu dirumah
Berarti ia siap bekerja keras mencari nafkah
Menyokong semua tanpa berkeluh kesah
Berada dirumah tak berarti tanpa arti
Semoga Allah memberikanmu jalan pengganti
Dalam meraih impian yang kau cari
Dari susut ternyaman di rumahmu sendiri
Maaf... Lukisan hati ini tak bermaksud membandingkan
Terhadap mereka yang berjasa mengambil peran
Keluar rumah dengan berjuta alasan perjuangan
Tulisan ini dibuat untuk menghibur hati
Para ibu yang merasa kehilangan eksistensi
Bahkan terkadang berkecil hati
Merasa diri begitu tak berarti
Untukmu para ibu yang dirumah
Mari ikhlaskan hatimu dan berpasrah
Agar peluang surga yang ada dirumah
Tak terhapus dengan keluh kesah
Rabu, 23 Juli 2014
Karena Engkau Adalah Ayah
Copas dari Kiki Barkiah
Karena engkau adalah ayah
Tanggung jawab di pundakmu begitu luar biasa
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar lelah mencari harta
Engkau tentukan masa depan keluarga
Jauh sebelum titik awal berumah tangga
Di tanah mana menyemai benih yang kau punya
Agar kelak memetik hasil berkualitas istimewa
Karena engkau adalah ayah
Pilihanmu bukanlah perkara sederhana
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar untuk puaskan nafsu semata
Engkau tentukan visi keluarga
Ke arah mana perahu akan mengembara
Dalam Al-quran tertulis firman-Nya
Bahwa tugasmu sebagai nahkoda
Menjaga diri dan keluarga dari panasnya api neraka
Karena engkau adalah ayah
Kebijakanmu adalah arah kemudi yang utama
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar mengalir begitu saja tanpa cita-cita
Engkau jadikan urusan agama
Sebagai perkara utama keluarga
Karena apapun yang diraih di dunia
Hanyalah bekal kehidupan sesungguhnya
Karena engkau adalah ayah
Kualitas agamamu adalah teladan keluarga
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar shalat 5 waktu saja
Doamu adalah senjata utama
Bahkan tertuang saat kau memilihkan nama
Bagi putra dan putrimu tercinta
Bahkan syariat pun berkata itulah hak anak atas ayahnya
Karena engkau adalah ayah
Nama yang kau pilih adalah doa
Maka tidaklah cukup jika engkau memilihnya
Sekedar terdengar indah saja
Engkau berikan anakmu pendidikan
Engkau ajarkan anakmu kebaikan
Engkau jaga anakmu dalam adab-adab islam
Engkau perintahkan anakmu melaksanakan kewajiban
Engkau hidupkan sunah rasul menjadi kebiasaan
Karena engkau tau mereka sebaik-baik simpanan
Dan ilmu darimu adalah sebaik-baik warisan
Karena engkau adalah ayah
Peranmu begitu besar dalam pengasuhan
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar kelayakan memberi makan dan pakaian
Engkau tebus mereka yang tergadaikan
Dengan akikah setelah kelahiran
Engkau tunaikan kewajiban mengkhitan
Sebagaimana islam memberi tuntutan
Dan kelak mereka engkau antarkan
Menuju gerbang pernikahan
Kepada siapa yang engkau percaya
Melanjutkan estafet kepemimpinan
Karena engkau adalah ayah
Sepadat apapun tuntutan pekerjaan
Tunaikanlah seluruh kewajiban
Agar dirimu selamat di hari pertanggungjawaban
Karena engkau adalah ayah
Tanggung jawab di pundakmu begitu luar biasa
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar lelah mencari harta
Engkau tentukan masa depan keluarga
Jauh sebelum titik awal berumah tangga
Di tanah mana menyemai benih yang kau punya
Agar kelak memetik hasil berkualitas istimewa
Karena engkau adalah ayah
Pilihanmu bukanlah perkara sederhana
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar untuk puaskan nafsu semata
Engkau tentukan visi keluarga
Ke arah mana perahu akan mengembara
Dalam Al-quran tertulis firman-Nya
Bahwa tugasmu sebagai nahkoda
Menjaga diri dan keluarga dari panasnya api neraka
Karena engkau adalah ayah
Kebijakanmu adalah arah kemudi yang utama
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar mengalir begitu saja tanpa cita-cita
Engkau jadikan urusan agama
Sebagai perkara utama keluarga
Karena apapun yang diraih di dunia
Hanyalah bekal kehidupan sesungguhnya
Karena engkau adalah ayah
Kualitas agamamu adalah teladan keluarga
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar shalat 5 waktu saja
Doamu adalah senjata utama
Bahkan tertuang saat kau memilihkan nama
Bagi putra dan putrimu tercinta
Bahkan syariat pun berkata itulah hak anak atas ayahnya
Karena engkau adalah ayah
Nama yang kau pilih adalah doa
Maka tidaklah cukup jika engkau memilihnya
Sekedar terdengar indah saja
Engkau berikan anakmu pendidikan
Engkau ajarkan anakmu kebaikan
Engkau jaga anakmu dalam adab-adab islam
Engkau perintahkan anakmu melaksanakan kewajiban
Engkau hidupkan sunah rasul menjadi kebiasaan
Karena engkau tau mereka sebaik-baik simpanan
Dan ilmu darimu adalah sebaik-baik warisan
Karena engkau adalah ayah
Peranmu begitu besar dalam pengasuhan
Maka tidaklah cukup jika engkau menebusnya
Sekedar kelayakan memberi makan dan pakaian
Engkau tebus mereka yang tergadaikan
Dengan akikah setelah kelahiran
Engkau tunaikan kewajiban mengkhitan
Sebagaimana islam memberi tuntutan
Dan kelak mereka engkau antarkan
Menuju gerbang pernikahan
Kepada siapa yang engkau percaya
Melanjutkan estafet kepemimpinan
Karena engkau adalah ayah
Sepadat apapun tuntutan pekerjaan
Tunaikanlah seluruh kewajiban
Agar dirimu selamat di hari pertanggungjawaban
Selasa, 08 Juli 2014
Idealis Penyelaras
Tipe Idealis Penyelaras dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala.
Tipe Idealis Penyelaras memiliki fantasi yang hidup, intuisi yang nyaris seperti mampu membaca masa depan, dan seringkali sangat kreatif. Begitu berkutat dengan sebuah proyek, mereka melakukan segala daya upaya untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka sering membuktikan diri sebagai pemecah masalah ulung. Mereka suka mendalami hingga ke akar permasalahan dan memiliki sifat ingin tahu alamiah serta haus akan pengetahuan. Pada saat bersamaan, mereka berorientasi praktis, terorganisir dengan baik, dan siap menangani situasi-situasi rumit dengan cara terstruktur dan pertimbangan matang. Ketika mereka berkonsentrasi pada sesuatu, mereka melakukannya dengan seratus persen – mereka sering begitu terbenam dalam sebuah pekerjaan sehingga melupakan hal lain di sekitar mereka. Itulah rahasia kesuksesan profesional mereka yang seringkali gilang gemilang.
Sebagai pasangan, tipe Idealis Penyelaras setia dan dapat diandalkan; hubungan permanen sangat penting bagi mereka. Mereka jarang jatuh cinta hingga mabuk kepayang dan juga tidak menyukai hubungan-hubungan asmara singkat. Kadang-kadang mereka sulit menunjukkan rasa sayang mereka dengan jelas sekalipun perasaan mereka dalam dan tulus. Dalam hal lingkaran pertemanan, semboyan mereka adalah: sedikit berarti lebih banyak! Sejauh menyangkut kenalan baru, mereka hanya dapat didekati hingga jarak tertentu; mereka lebih suka mencurahkan tenaga ke dalam pertemanan akrab yang jumlahnya sedikit. Tuntutan mereka kepada teman dan pasangan mereka sangat tinggi. Karena mereka tidak menyukai konflik, mereka akan diam sejenak sebelum menyuarakan masalah-masalah yang tidak memuaskan dan, ketika melakukannya, mereka berusaha sangat keras untuk tidak menyakiti siapa pun karenanya.
Senin, 07 Juli 2014
Surat untukmu yang sedang patah hati
Assalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh
Teruntuk sahabat hatiku yang terluka
karena cinta agar kembali dalam kebahagiaan dan ketenangan jiwa.
Untukmu ada selaksa kata yang mungkin
bisa membalut luka
Hai! Bagaimana perasaanmu hari ini?
pagi ini? Lebih baikkah?
Mampukah mengalahkan cerahnya mentari
yang sinarnya bisa menghangatkan hati?
Sebenarnya aku ingin menghiburmu tapi
takut kata-kataku malah melukai perasaanmu dan menambah bebanmu. Aku
hanya ingin menguatkanmu agar tak terhanyut oleh badai cinta dan
imanmu mampu berdiri kokoh, mengakar dalam jiwa. Aamiin
Sahabat,
aku ingin mengatakan “bersemangatlah!”.
Jika kau tidak bisa mengendalikan perasaanmu menjadi lebih baik maka
kendalikanlah lingkunganmu.
Sahabat,
aku tahu hatimu terasa sangat sakit
tapi aku tidak ingin kau menyerah dan terkalahkan namun katakan pada
hatimu “biarkanlah aku mati sekali tapi untuk hidup yang lebih baik
setelahnya”. Mungkin sakit kali ini akan menjatuhkanmu, tapi
percayalah bahwa suatu saat nanti kau akan lebih tegar berdiri karena
luka kemarin hanyalah laksana duri kecil yang menghadang langkahmu.
Sahabat,
Lihatlah dengan senyuman bahwa ini
hanyalah ujian kesabaran dari Allah kepadamu karena begitu besar
cintaNya sehingga Dia menegurmu. Tahukah kau, sungguh indah dan
luasnya kasih sayang Allah, terkadang ditegurnya kita dengan
kelembutan namun saat semua itu tak terasakan oleh hati kita sehingga
ditegurnya kita dengan keras, tapi ingatlah satu hal, jangan
berprasangka buruk padaNya -sekali-kali jangan- karena Dia Maha Tahu,
mungkin dengan kerasnya teguran dapat meraba hati kita yang telah
pula keras karena banyaknya dosa.
Sahabat,
Berbaik sangkalah pada Allah karena
cintaNya maka Dia meluruskan hatimu agar kembali ke jalanNya, kembali
kepada cintaNya. Tahukah engkau bahwa orang-orang yang sabar dalam
menghadapi ujian dan cobaanNya maka akan berguguranlah dosanya
laksana gugurnya dedaunan dari pohon.
Sahabat, seperti apakah cinta itu?
Menurutku cinta bisa menciptakan banyak
makna, 1001 alasan untuk mendefinisikannya dan 1001 alasan pula untuk
memahaminya karena cinta adalah anugerah terindah yang diberikan
Allah bagi jiwa-jiwa yang peka dan berbeda dalam menyikapinya. Cinta
mempunyai 1001 tempat untuk diletakkan, cinta kepada Allah, cinta
kepada orang tua, cinta kepada teman, cinta kepada saudara, cinta
kepada kekasih hatimu, dan cinta-cinta kepada selain itu.
Sahabat, bolehkah kupesankan sesuatu?
Harapanku, tetapkanlah cinta mu yang
tertinggi hanya padaNya. Karena Dia lah Sang Pencipta Cinta, Dia lah
cinta hakiki karena cintaNya adalah cinta di atas cinta. Karena cinta
sejati selalu memberi... memberi... dan memberi sampai kau merasa
paling membutuhkan cintaNya bertahta di hatimu sebagai cinta yang
tertinggi.
Sahabat,
Carilah ridhoNya terlebih dahulu maka
kelak engkau akan dipertemukan dengannya.
Trust me, it's work! :D (no adv)
Minggu, 06 Juli 2014
Breaking
Dear xxx
sorry if u think I'm being annoying, sorry if I create misunderstanding, sorry for all my stupid act. for all this time I just concern about myself and ignore everything around me, I don't mean for being arrogant, this is the way I am. I'm hundred times late to be perfect but I tried my best here. so sorry for everything, I don't want to make enemy and too slow for make a friend, I just person who really like peace life -alone but I'm not lonely- know nothing but I like to learning, it's sounds like I need compliment, huh? :P
sorry, I really want repeat it more
couple times again.
sorry if u think I'm being annoying, sorry if I create misunderstanding, sorry for all my stupid act. for all this time I just concern about myself and ignore everything around me, I don't mean for being arrogant, this is the way I am. I'm hundred times late to be perfect but I tried my best here. so sorry for everything, I don't want to make enemy and too slow for make a friend, I just person who really like peace life -alone but I'm not lonely- know nothing but I like to learning, it's sounds like I need compliment, huh? :P
sorry, I really want repeat it more
couple times again.
Langganan:
Postingan (Atom)