"Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat" "Alhamdulillah 'ala kulli hal" ~Catatan dari Sudut Hati~
Minggu, 09 Maret 2014
Don't underestimate others!
Sometime people can be so selfish. think that he/she is the most important person, so their opinion should be heard just because they have mount of knowledge.
Outside you look righteous, outside you look so religious but inside -in your heart- you have big ego problem, you don't accept advice from others because in your mind, you think that:
"who are you?"
"how can you say something like that to ME?"
"do you know who AM I?"
you just think that people beside yourself is nothing, they don't know anything. You must correct yourself before you offended by others opinion.
Don't make your heart become hard.
#inspirasi
Sabtu, 08 Maret 2014
Jumat, 07 Maret 2014
Don't Judge a Book by it's Cover
Islam memang tdk mengajarkan hubungan lawan jenis sebelum pernikahan
(baca: pacaran),
meski dengan alasan penjajakan dan ingin mengenal calon lebih jauh...
Akan tetapi, bukan berarti bahwa seseorang itu menggampangkan dalam masalah memilih jodoh tsb.
Jangan hanya percaya kepada "mak comblang" (atau "pak comblang") saja, tapi perlu juga second opinion.
Karena ketika nantinya setelah menikah ternyata pasangan kita tidak seperti yang dijelaskan oleh "mak comblang", maka yang bisa mereka lakukan hanyalah, "Afwan akhi... Afwan ukhti...".
Sedangkan kita sudah terlanjur menikah dengannya.
Jangan pula menilai sekedar dari penampilan semata.
(Bagi akhwat) liat jenggot ikhwannya yang tebal langsung terpesona...
(Bagi ikhwan) liat jilbab gede akhwatnya yang melambai-lambai langsung "klepek-klepek"...
Akan tetapi, cari tahu lebih banyak tentang kepribadian dan karakter calon.
Pertimbangkan pula masukan dari orang tua, karena mereka jauh lebih berpengalaman dan sudah banyak makan asam garam dalam masalah ini.
Biasanya, seorang ibu juga memiliki firasat yang kuat terhadap anaknya.
Dan jangan lupakan juga "senjata ampuh" kita sebagai seorang muslim, yaitu DOA.
Berdoalah kpd Allah dengan doa istikharah, karena di dalamnya terkandung kemaslahatan yang besar, baik terkait kebaikan kita di dunia dan juga di akhirat.
Wallahua'lam.
# Faidah tanya jawab kajian Ust. Nuzul Dzikri, Lc.
via Ummu Firdaus Abdurrahman
(baca: pacaran),
meski dengan alasan penjajakan dan ingin mengenal calon lebih jauh...
Akan tetapi, bukan berarti bahwa seseorang itu menggampangkan dalam masalah memilih jodoh tsb.
Jangan hanya percaya kepada "mak comblang" (atau "pak comblang") saja, tapi perlu juga second opinion.
Karena ketika nantinya setelah menikah ternyata pasangan kita tidak seperti yang dijelaskan oleh "mak comblang", maka yang bisa mereka lakukan hanyalah, "Afwan akhi... Afwan ukhti...".
Sedangkan kita sudah terlanjur menikah dengannya.
Jangan pula menilai sekedar dari penampilan semata.
(Bagi akhwat) liat jenggot ikhwannya yang tebal langsung terpesona...
(Bagi ikhwan) liat jilbab gede akhwatnya yang melambai-lambai langsung "klepek-klepek"...
Akan tetapi, cari tahu lebih banyak tentang kepribadian dan karakter calon.
Pertimbangkan pula masukan dari orang tua, karena mereka jauh lebih berpengalaman dan sudah banyak makan asam garam dalam masalah ini.
Biasanya, seorang ibu juga memiliki firasat yang kuat terhadap anaknya.
Dan jangan lupakan juga "senjata ampuh" kita sebagai seorang muslim, yaitu DOA.
Berdoalah kpd Allah dengan doa istikharah, karena di dalamnya terkandung kemaslahatan yang besar, baik terkait kebaikan kita di dunia dan juga di akhirat.
Wallahua'lam.
# Faidah tanya jawab kajian Ust. Nuzul Dzikri, Lc.
via Ummu Firdaus Abdurrahman
Senin, 17 Februari 2014
Doa
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melakukan shalat di tengah malam, beliau membaca doa iftitah:
“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan
bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji,
Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana.
Hanya milikMu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa
saja yang ada di sana. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu
benar, pertemuan dengan-Mu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, dan
kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah diri, hanya
kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu
aku bertaubat, hanya dengan petunjuk-Mu aku berdebat, hanya kepada-Mu
aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah aku atas dosaku yang telah
lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun yang
kulakukan terang-terangan. Engkau yang paling awal dan yang paling
akhir. Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.”
(HR. Ahmad 2710, Muslim 769, Ibn Majah 1355).
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ
وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ
السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ،
وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ،
وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،
اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ
تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ
حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا
أَخَّرْتُ، وَمَا
أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ،
أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
(HR. Ahmad 2710, Muslim 769, Ibn Majah 1355).
Jumat, 07 Februari 2014
Lower Ur Gaze (again)
Kalau dalam mencari pasangan hidup, standart kita adalah yang sreg di hati maka kita gak akan pernah punya pasangan
karena ketika menemukan yang sreg besok-besok bisa jadi ada lagi yang sreg juga dihati, bahkan bisa jadi lebih sreg
maka itu, diantara lautan calon pasangan hidup kita, pilih satu dan jadikan ia yang paling spesial diantara yang lain
dan
Rasulullah Sallallahu Alaihi wassallam telah menjelaskan cara memilih
pasangan hidup, maka ikutilah petunjuk beliau yang tertunjuk
Pilih satu, kemudian TUNDUKAN PANDANGANmu hanya untuknya.
Maka dunia akan menjadi milikmu berdua
Tapi ketika kita tidak menundukan pandangan hanya untuknya, maka syaitan akan menjadikan orang lain lebih baik darinya
kalau sudah begitu, maka celakalah karena dunia akan terasa sempit,
akan terbesit kenapa pilih yang ini, inilah talbis iblis
akan terbesit kenapa pilih yang ini, inilah talbis iblis
Bagi kalian yang sendiri (juga untuk pribadi saya), pilihlah satu lalu maju jangan ragu, kuatkan hatimu,
jadikan dia yang teristimewa untukmu
Dan bagimu yang berdua, genggam terus tangannya, songsong hari tua, terus BERTAQWA
ketika kamu jemu dengan sifatnya, ingatlah! bisa jadi baginya kamu lebih menjemukan, tapi ia tetap memilih bersamamu
semoga bisa bahagia bersama disurga...... Aamiin
Wallahu'alam
#Copas.. it's very true
Selasa, 04 Februari 2014
Don't Let it Go
Jangan melepaskan ikatan
jangan menciptakan jarak yang terlalu jauh sehingga kamu sendiri tak akan sanggup menyambungnya kembali.
dia, mereka, atau siapapun yang tercela amalannya
hina sikapnya
mungkin membuatmu sedih karena mereka telah menodai indahnya Islam
Kamu bersedih maka itu suatu kewajaran
jika kamu mampu, sampaikan kebenaran itu
jika sulit, doakan kebaikan semoga kemudahan menerangi hati yang sedang buram.
bergurulah pada pengalaman diri sendiri
3, 5 atau 7 tahun yang lalu sebelum hidayah Allah menyentuh hatimu,
sebelum nikmat iman merajai hati,
sebelum manisnya ketaatan membuatmu candu,
siapakah dirimu masa itu?
tidakkah jauh berbeda dengan orang-orang "biasa" disekelilingmu?
apa rasa hatimu saat seseorang menasihatimu?
marahkah? merasa digurui? atau kamu berpaling dengan segunung keegoan hati?
jika yang memberimu nasihat kebenaran pernah bersabar atasmu
maka bersabarlah pada siapapun yang kamu nasihati
tarik ulur jarak dan waktu sebaik mungkin.
ada masa mengencangkan ikatan,
ada masa memberi kelonggaran,
namun jangan putuskan tali itu, seperti layang-layang
pegang erat talinya dalam genggaman
sebagai penghubung kebaikan dan pengharapan agar tak terputus oleh perbedaan
jangan menciptakan jarak yang terlalu jauh sehingga kamu sendiri tak akan sanggup menyambungnya kembali.
dia, mereka, atau siapapun yang tercela amalannya
hina sikapnya
mungkin membuatmu sedih karena mereka telah menodai indahnya Islam
Kamu bersedih maka itu suatu kewajaran
jika kamu mampu, sampaikan kebenaran itu
jika sulit, doakan kebaikan semoga kemudahan menerangi hati yang sedang buram.
bergurulah pada pengalaman diri sendiri
3, 5 atau 7 tahun yang lalu sebelum hidayah Allah menyentuh hatimu,
sebelum nikmat iman merajai hati,
sebelum manisnya ketaatan membuatmu candu,
siapakah dirimu masa itu?
tidakkah jauh berbeda dengan orang-orang "biasa" disekelilingmu?
apa rasa hatimu saat seseorang menasihatimu?
marahkah? merasa digurui? atau kamu berpaling dengan segunung keegoan hati?
jika yang memberimu nasihat kebenaran pernah bersabar atasmu
maka bersabarlah pada siapapun yang kamu nasihati
tarik ulur jarak dan waktu sebaik mungkin.
ada masa mengencangkan ikatan,
ada masa memberi kelonggaran,
namun jangan putuskan tali itu, seperti layang-layang
pegang erat talinya dalam genggaman
sebagai penghubung kebaikan dan pengharapan agar tak terputus oleh perbedaan
Soulmate
Ini bukan tentang lebih tua, seumuran atau lebih muda.Ini tentang yang menyeimbangkan hidup dan yang bisa berjalan beriringan, yang memberi kedamaian disisi dan kasih sayang tiada henti.
Tentang tertawa bersama dan saling mensupport mendoakan satu sama lain, berbicara lepas tak terbatas tanpa berpikir ini pantas atau tidak.
Ketika dunia begitu kejam, dia menjadi tempatmu untuk selalu pulang.
Yang bisa membuatmu sangat sabar dan berusaha mengerti meski sulit.
Orang yang menerimamu apa adanya, meskipun kamu cuma seadanya.
Wajah mungkin tak rupawan tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang kamu yakin harus kamu perjuangkan.
Masa lalunya tidak kamu persoalkan karena tahu itu yang membentuknya sekarang.
Kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar jadi lebih baik.
Tentang dia yang yang kamu ikhlas seumur hidup menjadi makmum atau imammu.
Membuatmu bangga menjadi ibu atau ayah dari anak-anakmu.
#copas
Langganan:
Postingan (Atom)



