Tubuhmu adalah amanah. Jangan kau kira amanah itu sekedar benda, kekayaan, atau keturunan. Lihatlah ke dalam -ke dirimu sendiri- engkau adalah salah satu amanah itu, apa yang akan kau jawab jika tubuh ini kembali kepada pemiliknya? apa yang sudah kau perbuat dengan tanganmu, kakimu, matamu, mulutmu?
Setiap kita, laki-laki ataupun perempuan memiliki peranan yang berbeda namun hakikatnya sama dihadapanNya, menghamba padaNya. Alangkah baiknya jika setiap laki-laki dan perempuan menuntut ilmu, memahaminya untuk menjalankan peranannya masing-masing dan saling berlombal dalam kebaikan. Jangan saling menjatuhkan tapi saling mendukung untuk menyelesaikan persoalan masing-masing kita, memberi bantuan pada sisi yang kekurangan dalam menjalankan peranan, saling mengoreksi dan memperbaiki, fokus pada kelebihan setiap pribadi.
Sahabat karib/terdekatmu adalah cerminan hatimu karena tak mungkin 2 hati saling menyatu dalam kasih persahabatan jika tak memiliki persamaan, dalam pemikiran dan keinginan. Maka akrabilah orang-orang yang soleh/solehah di antaramu, jadikan mereka sahabat hatimu karena mereka yang akan mendoakanmu, menasihatimu jika kau tersalah, mensholatimu ketika kau meninggal. Berdoa dan berusahalah agar kasih sayang persahabatan di dunia ini berlanjut di akhirat, saling bertetangga di surgaNya. Aamiin..
Ukhuwah islamiyah adalah ikatan yang lebih kuat dari ikatan darah, ketika seorang saudara seislam seperjuangan meninggalkan kita untuk selamanya maka kita merasakan sakitnya seperti ada bagian tubuh kita yang hilang pula. Sedih, seperti sedihnya kehilangan keluarga, saudara atau bahkan anak. Karena kita tahu ikatan ini begitu kokoh, kuat menyimpul hati dalam ketaatan dan cinta Ilahi.
Mentaati perintah Ibu adalah kewajaran dan sangat normal dilakukan seorang anak, kenapa? karena Ibu adalah insan utama yang patut diberi bakti atas segala cinta kasih dan pengorbanannya.
Maka, mentaati Allah Subhana wa Ta'ala adalah sangat wajar kita lakukan bukan? tak perlu tanya kenapa... kita hamba, segalanya dariNya, Dia yang menciptakan, Dia yang mencukupkan, Dia segala-segalanya, maka sangat lumrah mematuhiNya dengan segenap daya upaya kita tanpa perlu mencela karena kita bukan apa-apa tanpa kehendakNya.
Jangan menjadikan diri sendiri sebagai lelucon dengan mempertanyakan kuasa Tuhan, jika itu kau lakukan..kau semakin memperlihatkan kebodohan dirimu sendiri, cukup! lihat, pikirkan, pahami sekelilingmu.. atau bahkan dirimu sendiri. Jika kau hebat, kendalikan perasaanmu untuk bahagia satu hari penuh tanpa pernah ada keluhan sedikitpun, bisa? tidak!
Apakah sama orang yang berpengetahuan dengan tidak? tentu berbeda. Kokohkan iman sebelum memerintahkan amalan karena ketika hati seseorang terbuka pada jalan kebenaran maka aturan akan dijalani dengan sendirinya penuh kesadaran, tak ada bantahan, tak ada keluhan, tak perlu paksaan. Yang diinginkan hatinya adalah usaha untuk terus berbuat.
Ketika kau merasa kosong, seperti ada yang hilang, sedih, susah, gelisah. Maka sholat dan berdoalah dengan tulus "Rabb.. tolonglah hamba, jangan biarkan hatiku sesak oleh duka dunia, jangan palingkan hati dari mengingatMu.." menangislah, memohonlah dan yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doamu, karena ketulusan adalah kepasrahan, ikhlas hanya mengharap ridhoNya sehingga tak ada tabir di hatimu. InsyaAllah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar