Kita menjejak tangga mendaki
Saling berkejaran
Berlomba mencapai puncak
Lupa menoleh ke belakang
Ada langkah-langkah yang tertinggal
Mungkin lelah mengatur napas
Menghela penat dengan diam
Berhenti sejenak pun berkelanjutan
Ada langkah yang tertahan
Ada yang berhenti
Sebagian lagi telah jauh berlari
Ada yang lupa memberikan tangan
Jemari yang kuat untuk digenggam
Untuk menyatukan hati
Menyalakan semangat
Mengeratkan ikatan
Jangan tinggalkan, teman
Sendiri itu melemahkan
Sedangkan Jama'ah itu kekuatan
"Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat" "Alhamdulillah 'ala kulli hal" ~Catatan dari Sudut Hati~
Kamis, 17 Oktober 2013
Minggu, 13 Oktober 2013
Loving You, Ummi
Ibu, maaf.. lidahku sering kaku berucap rinduBertambah kelu jika aku berkata cinta
Bukan... bukan karena aku kurang rasa
Aku hanya tak terlalu mampu mengekspresikannya
Apa engkau tahu ibu?
Aku mencintaimu..sangat,tak pernah lupa dalam doaku
Melihatmu meneteskan airmata saja sudah meluluhkan hatiku
Membuat sesak di dada, mengaburkan pandangan mata
Lalu hilang semua perbendarahaan kata
Tapi Ibu, sekali lagi..dari sekian ribu pengertianmu
Engkau selalu berusaha memahamiku
Engkau menerima kekuranganku
Dengan penuh kesabaran memaafkanku
Aku tahu sepenuhnya, tak ada kasih yang lebih tulus dari cintamu
Ibu, maaf... jika aku bermuka masam atau berkata yang menyakitkan
Bukan niatku bukan inginku
Hanya saja saat emosi membungkam Iman, maka nafsu mencari jalan pembenaran
Namun engkau selalu bilang "ibu selalu memaafkan kesalahan anaknya, karena ibu tak ingin Allah murka.. Ibu mana yang tega"
Ibu, sungguh... kesederhanaanmu mengajarkanku apa adanya
Ketulusanmu berbagi mengajarkanku untuk memberi
Jika engkau bercanda dan berkata "kenapa tak cari ibu lain yang lebih cantik saja?"
Engkau tahu? aku benci dengan kata-kata itu
Aku tak butuh Ibu yang lain, tak perlu yang cantik dan menarik
Hanya sosok yang tulus mencintaiku itu sudah lebih dari cukup bagiku
Siapa yang mampu mencintaiku setulus Ibu?
Meski kelak pasangan hidupku sekalipun, kurasa dia tak akan mampu
Karena dimensi cinta yang berbeda
Cinta kita mengakar dari awal kehadiranku di rahimmu
Bagaimana hendak ku elakkan rasa yang tumbuh menjadi bakti
Sebagai bukti ketaatan dan cintaku pada Allah yang Maha Esa
Ibu... banyak kata yang tak bisa mengungkap rasa
Seperti luasnya cinta yang tak mampu terucap dalam bahasa
Ibu, maaf... ada masa dimana ingin kita tak bertemu
Tapi itu bukan inginku untuk menyakitimu
Hanya saja saat hati memilih jalannya sendiri
Aku ingin ridho mu tetap menyertai
Agar kemana pun aku pergi
Dalam keramaian atau pun sunyi yang melingkupi
Aku tetap dicintai.
Sabtu, 12 Oktober 2013
Renungan Hati
Di pekat malam aku terjaga
Menikmati sunyi dan hening yang diciptakanNya
Ada rindu yang menggebu-gebu saat ku sebut namaNya
Di antara kelu dan resah yang coba ku adukan dalam doa
Ya Allah... kuatkan hamba dalam bilangan hari yang kulalui
Teguhkan iman ini
Bagaimanapun keadaan diri dan kehidupan yang ku jalani
Ikhlaskan hati hingga diri ini mampu berazam
"Asal Engkau ridho Ya Allah... yang lain tak jadi soal"
"dan letakkan dunia di tanganku, jangan di hatiku"
Meski setiap kali ujian diberikan
Tumpah ruah air mata mengeluhkan perasaan
Seharusnya diri ini lebih sabar
Ampuni hamba Ya Allah...
Atas dosa dan lalai diri
Atas lemahnya kesabaran hati.
Padahal dalam hidup
Lebih banyak nikmat yang tak terurai dari kebaikan yang baru sedikit dilakukan
Dibandingkan dengan sedikitnya azab atas kesalahan yang tak mampu teruraikan dalam ucapan
Bukankah setiap kesulitan diapit oleh dua kemudahan?
Dan nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Menikmati sunyi dan hening yang diciptakanNya
Ada rindu yang menggebu-gebu saat ku sebut namaNya
Di antara kelu dan resah yang coba ku adukan dalam doa
Ya Allah... kuatkan hamba dalam bilangan hari yang kulalui
Teguhkan iman ini
Bagaimanapun keadaan diri dan kehidupan yang ku jalani
Ikhlaskan hati hingga diri ini mampu berazam
"Asal Engkau ridho Ya Allah... yang lain tak jadi soal"
"dan letakkan dunia di tanganku, jangan di hatiku"
Meski setiap kali ujian diberikan
Tumpah ruah air mata mengeluhkan perasaan
Seharusnya diri ini lebih sabar
Ampuni hamba Ya Allah...
Atas dosa dan lalai diri
Atas lemahnya kesabaran hati.
Padahal dalam hidup
Lebih banyak nikmat yang tak terurai dari kebaikan yang baru sedikit dilakukan
Dibandingkan dengan sedikitnya azab atas kesalahan yang tak mampu teruraikan dalam ucapan
Bukankah setiap kesulitan diapit oleh dua kemudahan?
Dan nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Stuck
Kebanggaan apa yang sebenarnya sudah kau punya?
Mungkin kau lupa berkaca
Pada kemampuan diri dan harapan
Bahwa langit tak selalu sempurna
Kau jatuh cinta pada kemegahannya
di waktu yang tak semestinya
Mekarkan rasa pada keindahan yang tak tampak nyata
Pernah dengar "air beriak tanda tak dalam?"
Mungkin cintamu belum mengenal kesejatian
Pada sosok yang kau puja indah dipermukaan
Sungguhkah rasa itu bisa berbalut kesetiaan?
Sayang, jika hanya manis sesaat yang terkecap
Lalu terlupakan, terhapus oleh debu-debu waktu
Kau tertinggal bersama bayangan penyesalan
Menunggu waktu untuk memutuskan harapan
Berharap waktu mencipta keajaiban "andaikan"
Padahal langkah sudah tak bisa berbalik lagi
Berat untuk dilanjutkan
Mustahil untuk kembali
Berakhir pada titik penyesalan, berhenti di sana
Selesailah semuanya.
Mungkin kau lupa berkaca
Pada kemampuan diri dan harapan
Bahwa langit tak selalu sempurna
Kau jatuh cinta pada kemegahannya
di waktu yang tak semestinya
Mekarkan rasa pada keindahan yang tak tampak nyata
Pernah dengar "air beriak tanda tak dalam?"
Mungkin cintamu belum mengenal kesejatian
Pada sosok yang kau puja indah dipermukaan
Sungguhkah rasa itu bisa berbalut kesetiaan?
Sayang, jika hanya manis sesaat yang terkecap
Lalu terlupakan, terhapus oleh debu-debu waktu
Kau tertinggal bersama bayangan penyesalan
Menunggu waktu untuk memutuskan harapan
Berharap waktu mencipta keajaiban "andaikan"
Padahal langkah sudah tak bisa berbalik lagi
Berat untuk dilanjutkan
Mustahil untuk kembali
Berakhir pada titik penyesalan, berhenti di sana
Selesailah semuanya.
Kamis, 03 Oktober 2013
KEBAIKAN, MENURUT SIAPA..??
~KEBAIKAN, MENURUT SIAPA.. ?~
Penulis : Ummu George/Susi A.Adam, Bsd.
Muroja’ah : Ust. M.Abduh Tuasikal.
Muroja’ah : Ust. M.Abduh Tuasikal.
“Berapa banyak orang yang menginginkan KEBAIKAN tapi mereka tidak mendapatkan kebaikan itu,
KARENA mereka menempuhnya dengan cara-cara/jalan-jalan yg
bertentangan/menyelisihi dengan cara-cara/jalan-jalan yg telah Allah
Perintahkan dan yg Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam contohkan,
melainkan yang mereka dapatkan hanyalah kesia-siaan bahkan dosa” .Wal iyadzubillah, Nauzubillah..
Begitu banyak orang yang menginginkan KEBAIKAN tapi tidak mereka dapatkan.
Untuk itu perlu diketahui bahwa SYARAT DITERIMANYA AMAL IBADAH (yang Baik dan Benar) adalah :
1. Ada perintah dari Allah / Niat beribadah hanya karena Allah semata.
2. Meneladani/mencontoh (Ittiba’) kepada Rasulullah Shalllahu ‘alaihi wasallam.
1. Ada perintah dari Allah / Niat beribadah hanya karena Allah semata.
2. Meneladani/mencontoh (Ittiba’) kepada Rasulullah Shalllahu ‘alaihi wasallam.
Maka jika tidak ada perintah dari Allah dan tidak
meneladani/mencontoh tata cara yg Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam
lakukan (seperti dengan membuat-buat tata cara ibadah sendiri/kreatif
atau mencontoh kepada selain yang dicontohkan Rasulullah) maka akan
tertolak amal ibadahnya. (Bid’ah)
Seperti yang Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan,
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ
الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ
بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan
sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan
setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)
Maka tidak perlu kreatif dalam urusan beribadah, karena agama ini
sudah Sempurna. Semua sudah dijelaskan dengan terang, jelas, terperinci.
~Baca firman Allah yang artinya:
“Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa berpaling(dr ketaatan itu), mk (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka”. (Qs an -nisa’4:80)
“Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa berpaling(dr ketaatan itu), mk (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka”. (Qs an -nisa’4:80)
~Allah Berfirman yang artinya:
“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang Mukmin dan perempuan yang Mukmin, Apabila ALLAH dan RASULNYA telah MENETAPKAN SUATU KETETAPAN, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan Barangsiapa MENDURHAKAI ALLAH dan RASULNYA, maka sungguh, dia telah TERSESAT dengan kesesatan yang Nyata” ( Qs al Ahzab 33: 36).
“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang Mukmin dan perempuan yang Mukmin, Apabila ALLAH dan RASULNYA telah MENETAPKAN SUATU KETETAPAN, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan Barangsiapa MENDURHAKAI ALLAH dan RASULNYA, maka sungguh, dia telah TERSESAT dengan kesesatan yang Nyata” ( Qs al Ahzab 33: 36).
~Berilmu sebelum beramal, jika tidak ingin amalnya jadi “Fatamorgana”~
Allah berfirman yang artinya :
“Katakanlah, “Apakah akan Kami beritahuakan kepadamu tentang orang-orang yang paling rugi perbuatannya ? “
“Yaitu orang-orang yang SIA-SIA PERBUATANNYA dalam kehidupan dunia SEDANG MEREKA MENGIRA MEREKA TELAH MENGERJAKAN PEKERJAAN YANG BAIK”
(Qs al Kahfi 18: 103-104).
“Katakanlah, “Apakah akan Kami beritahuakan kepadamu tentang orang-orang yang paling rugi perbuatannya ? “
“Yaitu orang-orang yang SIA-SIA PERBUATANNYA dalam kehidupan dunia SEDANG MEREKA MENGIRA MEREKA TELAH MENGERJAKAN PEKERJAAN YANG BAIK”
(Qs al Kahfi 18: 103-104).
Mereka beramal bukan dengan amalan (usaha) yang diperintahkan Allah,
sedangkan dlm persangkaan mereka bahwa amalan (perbuatan) mereka adalah
sebagai orang yang menjalankan Ketaatan kpd Allah.
Mereka mengira perbuatan mereka memperoleh Ridho Allah. Padahal sia-sia (fatamorgana).
Maka berilmulah sebelum beramal, agar tidak sia-sia dan tertolak amal.
Mereka mengira perbuatan mereka memperoleh Ridho Allah. Padahal sia-sia (fatamorgana).
Maka berilmulah sebelum beramal, agar tidak sia-sia dan tertolak amal.
Fahamilah “Kaidah” yang agung ini
لو كان خيرا لسبقون اليه
“Lau Kaana Khairan Lasabaquuna ilaihi”
SEANDAINYA PERBUATAN ITU BAIK, MAKA RASULULLAH, PARA SAHABAT, TABI’IN
DAN TABIUT TABI’IN PASTI MEREKA LEBIH DAHULU MENGAMALKANNYA DARIPADA
KITA.
Karena mereka paling tahu tentang nilai sebuah kebaikan daripada kita yang hidup di jaman sekarang ini.
Karena mereka paling tahu tentang nilai sebuah kebaikan daripada kita yang hidup di jaman sekarang ini.
Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu Allah beri Hidayah
Taufik-Nya dan Istiqomah dalam menjalan segala Perintah dan
Larangan-Nya, serta dengan selalu Meneladani
Rasulullah صلى الله عليه وسلم
InsyaAllah. آمِيْنَ
Rasulullah صلى الله عليه وسلم
InsyaAllah. آمِيْنَ
Wallahu Ta’ala a’lam.
Sumber: www.susiamelia.wordpress.com
JANGAN MERASA ‘PD’ SDH BERIMAN SEBELUM DIUJI..
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
Renungan bagi yang tertimpa Musibah/Diberi Ujian.
Renungan bagi yang tertimpa Musibah/Diberi Ujian.
Penulis :Ummu George/Susi A.Adam, Bsd)
Muroja’ah: Ust. M.Abduh Tuasikal
Muroja’ah: Ust. M.Abduh Tuasikal
*JANGAN MERASA ‘PD’ SDH BERIMAN SEBELUM DIUJI*.
*Allah berfirman (yg artinya) : Apakah km mengira bahwa km akan
masuk surga padahal blm dtg kpd mu (cobaan/ sebagaimana apa yg
(diderita), org 2 terdahuku sblm km ?.Mrk ditimpa kesengsaraan,
kemelaratan, dan mereka digoncangkan (dgn berbagai cobaan)’ sehingga
Rasul dan org2 yg beriman bersamanya berkata, ‘Kapankah datang
pertolongan Allah ?’. Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat
dekat. (QS 2 : 214).
*Allah berfirman (yg artinya):
“Setiap yg Bernyawa akan merasakan MATI. Kami akan MENGUJImu dgn KEBURUKAN dan KEBAIKAN sebagai COBAAN. Dan kamu akan dikembalikan kpd Kami” (Qs al Anbiya 21 :35).
“Setiap yg Bernyawa akan merasakan MATI. Kami akan MENGUJImu dgn KEBURUKAN dan KEBAIKAN sebagai COBAAN. Dan kamu akan dikembalikan kpd Kami” (Qs al Anbiya 21 :35).
Kadang kita merasa ke ‘PD’ an, bahwa kita sudah benar-benar beriman,
padahal begitu datang Ujian, isinya hidup kita hanya mengeluh sepanjang
hari. .marah, merasa diri menjadi orang yang paling sengsara sendiri
dimuka bumi ini, merasa dihinakan, diabaikan Allah. Astagfirullah..
Apakah itu ciri orang yang sudah Beriman.. ? Dan kita tak jarang mempertanyakan ”ujian apa lagi ini ya Allah.. ?!
Sungguh tak pantas kita mempertanyakan itu karena sebenarnya dosa kita amatlah banyak. Rasullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam saja yang bergelar Al Amiin, yang sudah diampuni dosanya yang lalu, yang sekarang dan yang akan datang, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam yang sudah dijamin Allah masuk Surga tapi.. Beliau Tetap diuji Ketaatannya kepada Allah. Dan begitu banyak cobaan-cobaan beliau, bertubi-tubi pula. Beliau dihina, difitnah, dilempari kotoran saat beliau sedang beribadah, dikatakan Gila, ditolak dakwahnya oleh kaumnya sendiri, diusir dari Negerinya, Istri yang dicintainya, yang membela dakwah beliau Khodijah lebih dulu dipanggil Allah,lalu pamannya yang membela dakwahnya mati dalam keadaan masih Kafir, lantas anak-anak yang sangat dicintainya satu persatu lebih dulu dipanggil Allah..Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengalami kekalahan dalam perang saat membela, menegakkan agama Allah..sahabat-sahabat dan pengikutnya yang setia mati terbunuh di medan jihad, TAPI Tak pernah Beliau mempertanyakan atas Kebijaksanaan dan Ketetapan yang Allah turunkan pada beliau. Lalu siapa kita.. ?! Apakah kita al-Amiin orang yang selalu jujur ? dan diakui semua orang sebagai orang yg jujur ? Yang Ma’sum, Yang terlindung dari perbuatan dosa seperti Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ? Berani mempertanyakan ketetapan Allah tanpa mau Introspeksi diri ? Lantas mengklaim diri sdh beriman dan banyak beramal, sehingga merasa tidak pantas untuk di Uji lagi ?. Nauzubillahi min zalik . .
Bacalah firman Allah (yang artinya):
“Dan Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan Banyak (dr kesalahan-kesalahmu)” (QS Asy-Syuura;30)
“Dan Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan Banyak (dr kesalahan-kesalahmu)” (QS Asy-Syuura;30)
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam:
”Sesungguhnya besarnya Pahala tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya Allah Ta’ala, apabila mencintai suatu kaum maka Allah timpakan kpd mereka Bala’, barangsiapa yg Marah dgn nya maka Allah pun marah kepadnya ” (HR.Thirmidzi,dihasankan Asy Syaikh Al Albani dlm Shohihil Jami’ no 2110).
”Sesungguhnya besarnya Pahala tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya Allah Ta’ala, apabila mencintai suatu kaum maka Allah timpakan kpd mereka Bala’, barangsiapa yg Marah dgn nya maka Allah pun marah kepadnya ” (HR.Thirmidzi,dihasankan Asy Syaikh Al Albani dlm Shohihil Jami’ no 2110).
Dan Allah menimpakan Ujian sesuai dng Kadar Keimanan hamba-hamba-Nya.
Karena Allah tidak lah Pernah berbuat Zolim kepad Hamba-Nya.
Karena Allah tidak lah Pernah berbuat Zolim kepad Hamba-Nya.
~Musibah/Ujian itu Menggurkan dosa dan kesalahan. ~
~ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa
seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan
juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan
akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim).
Sesungguhnya Allah Maha Rahman Maha Rahim.
Hanya kadang seorg hamba sering kurang Yakin..akan Janji Allah.
Semoga kita dijauhkan dari rasa Ujub (merasa diri paling suci/taat)
dan dijauhkan dari rasa KIBR (sombong) sehingga SULIT MENERIMA
KEBENARAN. Dan semoga kita termasuk orang yang diberi hidayah Taufik. .
Sehingga tidak selalu mengeluh sepanjang waktu ketika ujian datang,
tetap mampu Sabar, Ikhlas, dan Tawakal, meneladani Rasulullah. Serta
memohon pada Allah agar dapat menangkap Hikmah yang Banyak .
“Sesungguhnya Barangsiapa mendapat Hikmah maka dia telah Mendapat ‘KARUNIA TERBESAR dr ALLAH”, Subhanallah… Lalu
Pantaskah kita terus mempertanyakan ketetapan Allah yang tidak sesuai dengan keinginan kita, padahal Allah, lewat Ujian/Musibahnya akan mengampuni banyak dari kesalahan-kesalahan kita dan akan memberikan Karunia Terbesar-Nya.
Seharusnya lah.. ketika tertimpa Musibah/Ujian kita mengucapkan doa
Istirja’ , Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un , bahwa segala sesuatu
dari Allah dan akan kembali kpd Allah.
Dan seharusnyalah ..kita memperbayak Istigfar dan berDoa, serta semakin mendekatkan diri kepada -Nya. Dia lah..yang Maha Berkuasa, agar kita mendapat Petunjuk.
Dan seharusnyalah ..kita memperbayak Istigfar dan berDoa, serta semakin mendekatkan diri kepada -Nya. Dia lah..yang Maha Berkuasa, agar kita mendapat Petunjuk.
~Org yg Mengaku Beriman, yg Hatinya mendapat Petunjuk, Percaya Bahwa
segala sesuatu dilangit dan diBumi dan segala isinya adalah Milik Allah,
Dan Hak Allah lah untuk mengambilnya Kembali~
Allah berfirman (yang artinya):
“(Yaitu) orang-orang yang Apabila ditimpa MUSIBAH, mereka berkata:
“Inna lillahi wa Inna Ilaihi riji’un (Sesungguhnya kami Milik Allah dan sesungguhnya kpd -Nya kami kembali)”. (Qs Albaqarah 2:156).
“(Yaitu) orang-orang yang Apabila ditimpa MUSIBAH, mereka berkata:
“Inna lillahi wa Inna Ilaihi riji’un (Sesungguhnya kami Milik Allah dan sesungguhnya kpd -Nya kami kembali)”. (Qs Albaqarah 2:156).
“Mereka itulah orang yang MENDAPAT AMPUNAN dan RAHMAT TUHAN mereka, dan merekalah orang-orang yang mendapat PETUNJUK”
(Qs 2:156-157).
~ dan Orang yang Taat , maupun yang Tidak Taat semua tak terkecuali akan mendapatkan Ujian dari Allah~
Bacalah firman Allah (yang artinya) :
“Dan Kami Pecahkan mereka didunia ini menjd Beberpa Golongan ; diantaranya ada orang-orang yang Sholeh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami UJI mereka dengan (NIKMAT) yang baik-baik dan (BENCANA) yang buruk-buruk, agar mereka KEMBALI (kepada KEBENARAN). (Qs al ‘ Araaf :168).
“Dan Kami Pecahkan mereka didunia ini menjd Beberpa Golongan ; diantaranya ada orang-orang yang Sholeh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami UJI mereka dengan (NIKMAT) yang baik-baik dan (BENCANA) yang buruk-buruk, agar mereka KEMBALI (kepada KEBENARAN). (Qs al ‘ Araaf :168).
Allah berfirman (yang artinya):
“Tiadalah menimpa suatu Musibah melainkan atas izin Allah. Dan Barangsiap BERIMAN kepada Allah. Dia akan memberi PETUNJUK PADA HATINYA. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.
“Tiadalah menimpa suatu Musibah melainkan atas izin Allah. Dan Barangsiap BERIMAN kepada Allah. Dia akan memberi PETUNJUK PADA HATINYA. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.
“Allah tiada Tuhan Melainkan Dia dan Hanya kepada Allah orang-orang Mukmin BERTAWAKAL.
(Qs 64:11-12).
Dan bagi orang-orang yang Beriman/yang soleh ketika mereka di Uji,
mereka Bersabar dan Bertawakal kepada Allah, menyerahkan Kembali segala
Urusannya hanya kepada Allah, dan selalu terus Bersangka Baik kepada
Allah, mereka Yakin akan Janji Allah. Maka mereka lah orang -orang yang
BERUNTUNG dari sebab Musibah/Ujiannya.
~Tahukan kamu..Takdir manusia sudah ditulis di Lauh Mahfuzh~
Allah berfirman (yang artinya) :
“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semua telah ditulis di dalam kitab (lauh mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah”
“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semua telah ditulis di dalam kitab (lauh mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah”
(Qs al -Hadid
57:22)
“Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan
tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.
Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang Sombong dan membanggakan diri
” ( Qs Al hadid 57; 23)
~Bagi orang yang tertimpa Musibah lalu merasa Berat dan merasa
seperti ditinggalkan, dihukum oleh Allah lalu dia bertanya Dimakah
Allah ? Kapan pertolongan Allah akan datang ?~
Allah menjawab dgn firman-Nya (yang artinya) :
“Dan Apabila Hamba-hamba-Ku bertanya kepada mu tentang Aku, maka (jwblah), SESUNGGUHNYA AKU DEKAT. Aku memperkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kpd-KU. SEBAB ITU hendaklah mereka memohon perkenan kepada-Ku dan BERIMAN-kepada-KU supaya mereka memperoleh Petunjuk” .(Qs 2:186).
“Dan Apabila Hamba-hamba-Ku bertanya kepada mu tentang Aku, maka (jwblah), SESUNGGUHNYA AKU DEKAT. Aku memperkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kpd-KU. SEBAB ITU hendaklah mereka memohon perkenan kepada-Ku dan BERIMAN-kepada-KU supaya mereka memperoleh Petunjuk” .(Qs 2:186).
“Kapankah datang pertolongan Allah ? Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
(QS 2 : 214).
“Dan Bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak Menyia-Nyiakan Pahala orang yang berbuat Kebaikan”
(Qs 11:115).
(Qs 11:115).
INTROSPEKSIlah..BERSABARlah dan YAKINlah pertolongan Allah akan
datang, karena setelah satu kesulitan itu akan datang dua Kemudahan,
Allah berjanji dalam Firma-Nya (yang artinya) :
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”(QS. Asy-syarh 94: 5)
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”(QS. Asy-syarh 94: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
“Sesungguhnya bersamakesulitan itu ada kemudahan.” (QS Asy-syarh 94: 6)
Subhanallah..Jangan sampai musibah dan ujian yg menimpa tidak
memberikan manfaat dan Hikmah yang besar, sehingga berapa banyak orang
yang tertimpa musibah tidak menjadikan dirinya menjadi semakin baik, tidak menjadikan dirinya menjadi semakin bertaqwa, tapi justru
menjadikan dia semakin jauh dari Allah.. Nauzubillah.
Seperti halnya berapa banyak orang yang sholat tapi tak menjadikan akhlaknya baik, berapa banyak orang yang puasa tapi tak diampuni dosanya, dan berapa banyak orang yang sedekah tapi tak diterima sedekahnya serta berapa banyak orang yang Berhaji tapi tak menjadikannya hajinya Mabrur..yang ia dapat hanya Kelelahan dari dari amal-amalnya. Wal Iyadzubillah, Nauzubillah.
Setiap musibah terjadi atas izin Allah. Kita berdoa semoga dari
setiap Musibah dan Ujian Allah kita diberikan kemampuan menangkap Hikmah
yang banyak sehingga menjadi hamba yang Beruntung (Sukses).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya adalah baik dan tidaklah hal ini dimiliki oleh seorangpun kecuali oleh orang mukmin. Jika dia diberi kenikmatan/kesenangan, dia bersyukur maka jadilah ini sebagai kebaikan baginya. Sebaliknya jika dia ditimpa musibah (sesuatu yang tidak menyenangkan), dia bersabar, maka ini juga menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
“Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya adalah baik dan tidaklah hal ini dimiliki oleh seorangpun kecuali oleh orang mukmin. Jika dia diberi kenikmatan/kesenangan, dia bersyukur maka jadilah ini sebagai kebaikan baginya. Sebaliknya jika dia ditimpa musibah (sesuatu yang tidak menyenangkan), dia bersabar, maka ini juga menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
Karena cobaan dan ujian itu merupakan Nikmat, maka ORG-ORG yang
SHOLEH JUSTRU GEMBIRA SEKIRANYA MENDAPAT COBAAN itu, tak bedanya jika
mereka mendapat kesenangan.
Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam telah menyebutkan bahwa cobaan para
Nabi, dan orang-orang soleh adalah Penyakit, Kemiskinan dll. Setelah itu
Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
“.. Dan Sungguhnya salah seorang diantara mrk Benar-benar merasa Gembira karena mendapat cobaan, sebagaimana salah seorang diantara kalian merasa Gembira karena mendapat Kelapangan”.
(SHAHIH: HR.Ibnu Majah no 4024 dan ini lafazhnya, al Hakim (IV/307) sprt itu dr hadits Abu Sa’I'd al Hakim berkata : “Shahih menurut syarat Muslim”, disetujui oleh adz-Dzahabi. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash Shahiihah (no.144).
“.. Dan Sungguhnya salah seorang diantara mrk Benar-benar merasa Gembira karena mendapat cobaan, sebagaimana salah seorang diantara kalian merasa Gembira karena mendapat Kelapangan”.
(SHAHIH: HR.Ibnu Majah no 4024 dan ini lafazhnya, al Hakim (IV/307) sprt itu dr hadits Abu Sa’I'd al Hakim berkata : “Shahih menurut syarat Muslim”, disetujui oleh adz-Dzahabi. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash Shahiihah (no.144).
Hadits diatas tidak juga berarti bahwa kita boleh mengharap-harapkan
musibah. Kita tetap berdo’a agar dijauhkan dari segala bala dan
marabahaya, berdoa agar selamat dari segala keburukan di dunia dan di
Akhirat.
Seperti sabda Rasulullah shalallahu ‘Alaihi Wasallam :
“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kpd -Mu dari susahnya Ba’la, Hinanya Kesenggsaraan , keburukan Qodho’ dan kegembiraan para musuh” (HR. Al Bukhori no 6347, 6616 dan Muslim ,o 2707)
“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kpd -Mu dari susahnya Ba’la, Hinanya Kesenggsaraan , keburukan Qodho’ dan kegembiraan para musuh” (HR. Al Bukhori no 6347, 6616 dan Muslim ,o 2707)
Dan tetap berdoa agar diberikan kebaikan di dunia dan diakhirat.
Seperti Doa Rasulullah Shalallhu ‘Alaihi Wasallam :
“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada -Mu ‘afiat (keselamatan/dijauhkan dari malapetaka)
di dunia dan akhirat”
(HR. Ahmad I/209, al- Bukhori dlm ad-Adabul mufrod no :726, dan at -Tirmidzi no :3514).
Seperti Doa Rasulullah Shalallhu ‘Alaihi Wasallam :
“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada -Mu ‘afiat (keselamatan/dijauhkan dari malapetaka)
di dunia dan akhirat”
(HR. Ahmad I/209, al- Bukhori dlm ad-Adabul mufrod no :726, dan at -Tirmidzi no :3514).
“Jangan merasa “PD” sudah berIman sebelum di Uji”
Subhanallah.. Hanya kepada Allah lah kita memohon Petunjuk dan Pertolongan.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang Beruntung (Sukses). Aamiin.
Wallahu Ta’ala a’lam.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang Beruntung (Sukses). Aamiin.
Wallahu Ta’ala a’lam.
Sumber: www.susiamelia.wordpress.com
Rabu, 02 Oktober 2013
Kisah Sebuah Penantian
Kau bisa pergi sejauh yang kau mau
Kau bisa berlari sekencang mungkin
Kau bisa terbang setinggi yang kau mampu
Dia akan tetap menunggumu...
Berdiri di sana.
Tak perduli panas yang menerpa
Hujan atau dinginnya angin yang berhembus.
Dia tetap di sana.
Mungkin dia gelisah
Kadangkala diliputi resah
Atau bergumam dengan banyak tanya apa yang sebenarnya kau cari.
Tetapi dia tetap menunggu...
Meski kebosanan sudah menjadi kebiasaan
Walau sunyi mungkin mendinginkan separuh hati
Atau kesabaran yang harus tertempa setiap hari.
Tetapi dia tetap menunggu...
Aneh.. sudah banyak nasehat menghampiri
Dia bilang "tak apa, saya akan baik-baik saja, asal saya terus menunggunya"
Penantian yang tak berkesudahan... entah berakhir bagaimana.
Semoga bukan keputusasaan menjadi jawaban terakhirnya.
Bukan pula kebencian atas penantian yg sia-sia
Bukan juga kesedihan untuk pengharapan yang tak berbalas kepastian.
Tapi pembelajaran nyata bahwa kesetiaan adalah buah dari kesungguhan hati
Kau bisa berlari sekencang mungkin
Kau bisa terbang setinggi yang kau mampu
Dia akan tetap menunggumu...
Berdiri di sana.
Tak perduli panas yang menerpa
Hujan atau dinginnya angin yang berhembus.
Dia tetap di sana.
Mungkin dia gelisah
Kadangkala diliputi resah
Atau bergumam dengan banyak tanya apa yang sebenarnya kau cari.
Tetapi dia tetap menunggu...
Meski kebosanan sudah menjadi kebiasaan
Walau sunyi mungkin mendinginkan separuh hati
Atau kesabaran yang harus tertempa setiap hari.
Tetapi dia tetap menunggu...
Aneh.. sudah banyak nasehat menghampiri
Dia bilang "tak apa, saya akan baik-baik saja, asal saya terus menunggunya"
Penantian yang tak berkesudahan... entah berakhir bagaimana.
Semoga bukan keputusasaan menjadi jawaban terakhirnya.
Bukan pula kebencian atas penantian yg sia-sia
Bukan juga kesedihan untuk pengharapan yang tak berbalas kepastian.
Tapi pembelajaran nyata bahwa kesetiaan adalah buah dari kesungguhan hati
Langganan:
Postingan (Atom)