Senin, 17 Februari 2014

Doa

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melakukan shalat di tengah malam, beliau membaca doa iftitah:

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،
اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا 
أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, dan kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah diri, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu aku bertaubat, hanya dengan petunjuk-Mu aku berdebat, hanya kepada-Mu aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah aku atas dosaku yang telah lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun yang kulakukan terang-terangan. Engkau yang paling awal dan yang paling akhir. Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.”
(HR. Ahmad 2710, Muslim 769, Ibn Majah 1355).

Jumat, 07 Februari 2014

Lower Ur Gaze (again)

Kalau dalam mencari pasangan hidup, standart kita adalah yang sreg di hati maka kita gak akan pernah punya pasangan
karena ketika menemukan yang sreg besok-besok bisa jadi ada lagi yang sreg juga dihati, bahkan bisa jadi lebih sreg
maka itu, diantara lautan calon pasangan hidup kita, pilih satu dan jadikan ia yang paling spesial diantara yang lain
dan Rasulullah Sallallahu Alaihi wassallam telah menjelaskan cara memilih pasangan hidup, maka ikutilah petunjuk beliau yang tertunjuk
Pilih satu, kemudian TUNDUKAN PANDANGANmu hanya untuknya.
Maka dunia akan menjadi milikmu berdua
Tapi ketika kita tidak menundukan pandangan hanya untuknya, maka syaitan akan menjadikan orang lain lebih baik darinya
kalau sudah begitu, maka celakalah karena dunia akan terasa sempit,
akan terbesit kenapa pilih yang ini, inilah talbis iblis
Bagi kalian yang sendiri (juga untuk pribadi saya), pilihlah satu lalu maju jangan ragu, kuatkan hatimu,
jadikan dia yang teristimewa untukmu
Dan bagimu yang berdua, genggam terus tangannya, songsong hari tua, terus BERTAQWA
ketika kamu jemu dengan sifatnya, ingatlah! bisa jadi baginya kamu lebih menjemukan, tapi ia tetap memilih bersamamu
semoga bisa bahagia bersama disurga...... Aamiin
Wallahu'alam 

#Copas.. it's very true

Selasa, 04 Februari 2014

Don't Let it Go

Jangan melepaskan ikatan
jangan menciptakan jarak yang terlalu jauh sehingga kamu sendiri tak akan sanggup menyambungnya kembali.
dia, mereka, atau siapapun yang tercela amalannya
hina sikapnya
mungkin membuatmu sedih karena mereka telah menodai indahnya Islam
Kamu bersedih maka itu suatu kewajaran
jika kamu mampu, sampaikan kebenaran itu
jika sulit, doakan kebaikan semoga kemudahan menerangi hati yang sedang buram.
bergurulah pada pengalaman diri sendiri
3, 5 atau 7 tahun yang lalu sebelum hidayah Allah menyentuh hatimu,
sebelum nikmat iman merajai hati,
sebelum manisnya ketaatan membuatmu candu,
siapakah dirimu masa itu?
tidakkah jauh berbeda dengan orang-orang "biasa" disekelilingmu?
apa rasa hatimu saat seseorang menasihatimu?
marahkah? merasa digurui? atau kamu berpaling dengan segunung keegoan hati?
jika yang memberimu nasihat kebenaran pernah bersabar atasmu
maka bersabarlah pada siapapun yang kamu nasihati
tarik ulur jarak dan waktu sebaik mungkin.
ada masa mengencangkan ikatan,
ada masa memberi kelonggaran,
namun jangan putuskan tali itu, seperti layang-layang
pegang erat talinya dalam genggaman
sebagai penghubung kebaikan dan pengharapan  agar tak terputus oleh perbedaan

Soulmate

Ini bukan tentang lebih tua, seumuran atau lebih muda.

Ini tentang yang menyeimbangkan hidup dan yang bisa berjalan beriringan, yang memberi kedamaian disisi dan kasih sayang tiada henti.

Tentang tertawa bersama dan saling mensupport mendoakan satu sama lain, berbicara lepas tak terbatas tanpa berpikir ini pantas atau tidak.

Ketika dunia begitu kejam, dia menjadi tempatmu untuk selalu pulang.

 

Yang bisa membuatmu sangat sabar dan berusaha mengerti meski sulit.

Orang yang menerimamu apa adanya, meskipun kamu cuma seadanya.

Wajah mungkin tak rupawan tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang kamu yakin harus kamu perjuangkan.

Masa lalunya tidak kamu persoalkan karena tahu itu yang membentuknya sekarang.

Kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar jadi lebih baik.

Tentang dia yang yang kamu ikhlas seumur hidup menjadi makmum atau imammu.

Membuatmu bangga menjadi ibu atau ayah dari anak-anakmu.

#copas

Senin, 03 Februari 2014

Kapasitas Hati

Ada hati yang bergetar saat ayat Al-Qur'an dibacakan
sebagian hanya tunduk mendengar tanpa rasa
ada yang menggigil takut saat siksa kubur diperbincangkan
sebagian hanya mengimani tanpa makna
apa yang berbeda?
kapasitas hati.
karena hati kita tak sama
setiap kita memiliki kapasitas yang berbeda dalam menerima dan memahami
setiap kita punya batasan dalam menyikapi
asalkan hal itu tidak menjadi alasan membatasi diri
bahwa sampai disinilah kemampuan hati.

Ada yang tertegun dengan kisah nyata perjuangan seorang muslim,
yang lain lebih merasa haru dengan kisah para sahabat nabi.
Ada yang tersadar setelah teman menegur sikap melalui ucapan,
yang lain tersipu malu meski hanya ditegur lewat tatapan.
meskipun kita berbeda dalam tingkat pemahaman
setidaknya kita sama dalam tujuan.
yang dipertanyakan adalah semangat berjuang,
bisakah yang lebih dahulu tahu, menunjukkan tangga-tangga mendaki ke puncak ilmu?
memberi semangat saudara seislamnya menjejak pemahaman ilmu 
berbagi rasa tentang nikmatnya ketinggian iman
menciptakan kebersamaan,
membangun harapan,
dan merayakannya pada pertemuan abadi di tempat yang telah dijanjikanNya
Syurga.

Sesungguhnya kita berbeda dalam segala hal
kecuali dalam Cinta