Jumat, 24 Desember 2010

NN 2

Kabar duka itu tiba pada akhirnya
Sampai karena tak tertahan rasa
Kecewa pada banyak hal tapi tak bertemu akhir
Lalu aku? Aku adalah bagian dalam episode kehidupan
Dimasukkan dengan paksa menjadi bagian penyebab derita
Jika tertawa adalah hal yang pantas dan jika tak ingin disebut gila
Aku ingin tertawa keras, menertawakan pikiran bodohnya
Dan panasnya hatiku yang tidak pada tempatnya
Aku berfikir
Seharusnya aku lebih cerdas melihat
Bahwa terkadang kebaikan datang bukan tanpa sebab
Agar aku lebih peka merasa bahwa duka tak bisa ditanggung dengan sendirinya
Dia akan mencari muara dan bagian-bagian yang mungkin bisa dibawa serta
Dan jika nafsu bebas kuajak serta, aku ingin memakinya
Menyampaikan bahwa derita tak hanya miliknya
Bahwa pengorbanan bukan hanya bagiannya
Setiap orang di dunia tetap ambil bagian dalam setiap penderitaan
Sakit, teraniaya, luka, apapun kosakatanya
Setiap kita pernah merasakan
Yang berbeda hanyalah berapa bagian yang bisa kita diambil atau dibuang
Itu tetap menjadi pilihan

NN

Kau bisa membenciku sepuasmu
Tapi aku tak akan membalas kebencian dengan kebencian yang sama
Kau bisa mencintaiku sesukamu
Tapi aku hanya bisa mencintaimu semampuku
Kau bisa membuatku tampak jelek, tak pantas bagi kehidupanmu
Tapi aku akan menjadi orang yang paling pantas bagi diriku sendiri
Kau bebas berfikir, berkata, dan bertindak semaumu
Tapi ingat, kebebasanmu akan ada pertanggungjawabannya nanti
Akan ada masanya, kebaikan itu akan bersinar
Lebih terang daripada cahaya
Ada waktunya, kebenaran berhembus
Bagai udara yang selalu kau hirup
Tak tampak tapi amat terasa, bahkan dinginnya akan menyesap ke tulangmu
Hingga saat itu tiba, aku akan menunggu dengan sabar
Dengan senyum yang sama
Dengan kesadaran yang sama
Bahwa janjiNya tak kan ingkar

Selasa, 21 Desember 2010

Risallah 2 hati (Part-2)

Hanya ingin mengingatkan bahwa kita punya "risallah 2 hati"

Sacre: risallah kita masih berlanjut jadi apa?

Able: jadi tak kutemukan apa-apa

Sacre: hanya curahan tanpa makna?

Able: Terlalu dalam kumaknai, hingga aku terhanyut olehnya, lalu kutanya pembuat rangkain kata itu, tapi tak kutemukan hati yang sama.

Sacre: saat tanya tak berbalas kata, diam mungkin jawaban yang sempurna, dengannya hening mampu membeningkan rasa.  Hatimu, tetapkah sama? aku rindu senyum yang kukenal, dulu..jauh sebelum keterasingan membawamu pergi. Hati kita banyak bicara, tapi..akankah senyum tetap menggariskan keakraban yang sama saat kita berjumpa? itu ragu yang berdenting dikepalaku

Able: Lama aku berpikir dan bertanya pada hatiku, apakah ia sama seperti yang dulu atau telah berubah. Namun senyum hanya jawabnya. Tak perlu pula kau ragu, saat raga tak sempat bicara pada nyata yang tak terpercaya, karena hati tahu segala. Jika aku terlihat berbeda, namun hatiku tetap setia. Pada mimpi yang terangkai bersama, dalam hening aku terluka, namun aku tetap setia. Aku masih serupa laksana pohon randu, meski kapuk-kapuknya telah berterbangan aku tetap berdiri ditempatku....

Sacre: lama kumaknai rangkaian kata yg terbias rindu di dalamnya, aq tersenyum. Ragu yang mendinginkan hati telah pergi, mungkin tak apa jika bisu tetap menyapa saat raga bersua. Kita hanya perlu memandang bagai bercermin, saat kau atau aku memulai semua dengan senyum, maka kita bisa mencairkan suasana, menjadikan hangat melingkupi hati.


Able: Terpaku aku pada sendu yang hangatkan jiwaku, pada sedan yang coba kutahan di kerongkongan. Aku tersenyum dalam haru, dalam dingin yang penuh kehangatan.





Sacre: ceria menyergap tiba-tiba, dan lihatlah..kini aku tertawa!! suka dan duka memang bagian dari diri kita, bisa datang dan pergi tiba-tiba semudah kita memilihnya. 


Able:  Sesaat kupejamkan mata, untuk menemukan tawa yang kupunya, lalu kulihat simpul penuh makna tergaris di ujung bibirku,,,lalu kusadari bahwa mengingat tawamu mampu membuatku tertawa. Andai akasia itu bisa bicara dia akan merindukan kita berdua saat duduk dibawahnya merangkai impian bersama meski hanya mata yang bicara dan diam mewakili segalanya....

Sacre: tahukah engkau, aku adalah dirimu...kebahagiaan itu berpilin, terbang, menyatu di udara, bahagia yang tak tergenggam tapi bisa dirasa seperti udara.  

Risallah 2 hati (Part-1)

Bukan kah kegilaan akan semakin bermakna dengan kebersamaan.....

secret :
Badai seperti apa yang menghampirimu

able :
Badai apa lagi yang melandaku???
jika badai sesungguhnya telah lama tinggal dan berkecamuk dalam hatiku.
tidakkah itu sudah cukup memporakporandakan semuanya?

secret :
Berdirilah dengan tenang ketika badai telah reda, sehingga kau bisa melihat dengan jelas dan menyusun puing-puing yang tersisa. meski tak ada yang sama, paling tidak kau bisa membangun impian yang baru.

able :
Aku sendiri, hingga aku tak yakin, kadang keyakinankupun mulai runtuh, dia yang tak setia atau aku yang tak lagi percaya??
saat runtuh terkecap, apa makna semuanya?
Rasanya tak hanya ingin berdiri, bahkan aku ingin berlari meninggalkan semua puing2, dan coba memulai kembali dari awal namun serpihan-serpihan luka seolah membuiku.

secret :
Biarkan luka membuatmu dewasa dan melihat banyak warna, bahwa hidup tak hanya hitam ,putih atau jingga, tapi kelabu pun bisa tampak indahnya. Biarkan ketulusan hati menyembuhkan luka, karna dengan begitu kau belajar bahwa cinta memiliki banyak rasa, pahit, manis, asin dan menyebar aroma yang tak selalu harum.
Tersenyum itu mudah tapi kenapa cinta sering membuat patah??

able :
Sekiranya senyum itu memang mudah, namun ia sering terlalu sulit untuk dilakukan, jika pun mudah dilakukan apa tersirat makna didalamnya?
semua jadi terasa sulit saat berkompromi dengan keadaan dan saat keinginan justru tak jadi kenyataan, serta impian terlalu sukar direalisasikan, lalu apa warna hidup sebenarnya??

secret :
Warna hidup adalah pilihan, saat kau celupkan kuas kesedihan pada putihnya warna keikhlasan akan melukiskan kelembutan pada kanvas kehidupanmu, bukankah hidup adalah pilihan? saat mimpi tak seiring sejalan dengan kenyataan akankah tersingkirkan takdir bahwa duka berteman bahagia? setiap bagian hidup memiliki pasangannya sehingga ketika cinta kuat melanda maka benci menyeimbangkan kadarnya agar tak retak cawan hati yang menampungnya.

able :
Aku bahkan tak yakin untuk menentukan pilihan saat duka merampas paksa bahagia lalu luka membuat jadi tak berdaya, bukankah tak ada pilihan didalamnya??
semua terpaksa diterima pasrah yang kadang tak terkecap keikhlasan didalamnya? hingga kau bahkan tak tahu,luka mana yang harus disembuhkan dan duka apa yang harus dikubur dalam-dalam.
Semua seolah bagai sketsa yang membentuk kemauannya sendiri. Tak ada ingin didalamnya namun harus dijalankan. lalu dimana letak pilihan itu?

secret :
Pilihan itu tetap bisa kau tentukan, membiarkan hatimu mati dalam penderitaan atau bangkit meski perlahan walaupun sakitnya tak tertanggungkan. hidup akan harus terus berjalan. Berhenti artinya mati,terinjak-injak waktu dan kenangan. Tak apa jika engkau diam sejenak, menenangkan isakmu dan meneguhkan hatimu,lalu melangkahlah dalam perih itu, sahabat akan bersedia mendampingimu, merapatkan hati tuk saling menguatkan saat jalan kebahagian penuh kerikil tajam tanpa harus menghindarinya.

able :
Saat telah kutemukan kuncinya, aku tak perlu takut lagi terkurung didalamnya.
menapak dengan penuh kesadaran,meski langkah tak lagi tegap, dan dunia seolah tak bersahabat namun hidup tetap harus berjalan,meski kerikil tajam coba untuk hentikan tapi langkah tak boleh gontai,sebab jalan tak lagi sendirian.

secret :
Berteman duka kau akan sengsara,berteman cinta kau juga akan terluka dan berduka tapi kau akan mengecap nikmatanya bahagia...
I wanna be with you.....

Senandung Rasa

Beberapa waktu yang lalu aku larut dalam rasa yang sama bersamaan. aku memandangmu di musim penghujan yang dingin, melihat kau masih bisa tersenyum meski bosan dan malas menjemput. Aku merasakan keteguhan usahamu untuk membahagiakan diri sendiri. Kadang sungkan dan canggung meliputi hatimu saat sepi menyapa. tapi keceriaan dan bahagia bisa menyergap tiba-tiba seperti gerimis yang turun saat mentari bersinar cerah pagi itu. Terkadang kau bersenandung kecil saat menapak jalan-jalan terjal mendaki meski sesekali mengaduh nyeri saat kau tergelincir karena tak hati-hati. Di lain hari aku melihatmu meluncur berlari dijalanan menurun dengan sedikit tawa tertahan dan rasa takut yang membias diwajahmu, tapi diakhiri dengan tawa suka cita saat kau sampai di tempat tujuan tanpa terluka. Itulah dirimu, segala warna dan rasa bisa menyergapmu sekaligus. Terkadang kau enggan berbuat apa-apa dan hanya duduk termangu melepas imajinasi dan hayalan tingkat tinggimu-meski terkantuk-kantuk. kau bisa merasa sangat bosan atau begitu senang, silih berganti rasa seperti warna-warni kembang api tahun baru.

Minggu, 12 Desember 2010

Fog...


kabut kelabu membungkus pagi
menyamarkan pandangan dari cahaya
kabut tipis yang enggan disibakkan cahaya mentari
terlalu angkuh untuk pergi
kabut yang tetap bertahan meski senja turun
saat mentari memberikan singgasananya pada bulan
kabut yang tetap enggan untuk pergi
berkeras hati dengan diri sendiri
terlalu bangga dengan kekakuan diri
terlalu...untuk segala hal