Aku ingin menjadi apa adanya di depanmu, tersenyum dengan hati yang tulus tanpa memaki di dalam hati, memberitahukan apa yg benar dan menerima kemarahan tanpa menjadi marah. Saat engkau tersenyum aku ingin membalasnya lebih baik, saat kau marah aku akan berusaha memahami apa inti kemarahanmu tanpa harus merasa tersakiti.
Kesadaran ini kenapa baru datang sekarang? Apa aku terlambat beberapa tahun? Aku merayakan kebahagiaan saat kau merasakannya, aku ingin menangkap inti masalahmu saat kau kesal pada sesuatu-tanpa aku perlu larut dalam kekesalan. Aku ingin mencintaimu dengan tulus tanpa takut tersakiti, karena meskipun cinta itu menyakitiku, aku tidak akan pernah menyesal telah melatih hatiku untuk baik pada diri sendiri-memberikan kebaikan dengan tulus- karena ini tidak tentang siapa yang dicintai tapi bagaimana mencintai, sehingga kelak aku tidak perlu membencimu, bukankah tidak suka bukan berarti harus menyakiti? Aku ingin mengingatmu dengan kenangan yang baik, menjadikan kenangan sebagai harta karun yang tak akan hilang.
Semua ini tentang bagaimana memahami (untuk orang2 tersayang, semoga selalu dekat dihati)